Cinta Untuk Istri Cacat Ku

Cinta Untuk Istri Cacat Ku
Episode 5 #Belajar Mencintai


__ADS_3

Azan subuh sudah berkumandang, Maura yaang mendengarnya mulai membuka matanya tapi dia merasa berat dibagian perutnya seperti ada beban yang menindih perutnya.


Maura langsung melihat ke arah perutnya ia kaget karena ada tangan besar yang melingkar di perutnya, ia belum sadar kalau yang memeluknya adalah suami yang menikahinya semalam.


Ia menengok ke samping melihat sosok pria dan seketika itu ia baru sadar kalau dia kemaren sudah menikah.. Ingin rasanya ia teriak karena melihat dirinya dipeluk seseorang pria tapi ia segera menutup mulutnya.


Akhirnya Pelan-pelan maura mengangkat tangan pria itu namun alhasil tangan itu malah mengeratkan pelukannya. Pria itu masih terlelap dan tidak sadar jika masih memeluk maura.


Maura saat ini sangat gugup karena baru pertama kali dirinya di peluk saat tidur oleh seorang pria selain ayahnya, walaupun pria itu sekarang adalah suaminya tapi tetap saja ia merasa asing karena baru bertemu satu hari bahkan kemaren baru berbicara hanya beberapa kalimat.


Karena sudah waktunya untuk menjalankan sholat subuh, Maura memberanikan diri untuk membangunkan suaminya karena maura juga bingung ia ingin sholat subuh tapi ia tidak bisa melakukannya sendiri.


Biasanya setiap waktu sholat mamahnya yang selalu membantu maura untuk mengambil air wadhu ataupun mandi dan hal lainnya.


'Bagaimana cara membangunkannya aku harus memanggilnya apa ya, kalau ga salah namanya farel, tapi sepertinya dia jauh lebih tua dariku', Gumam maura.


Dengan hati yang gugup maura akhirnya membangunkannya.


"Hmm.. Ka bangun sudah subuh", Ucap Maura dengan suara pelan.


Farel tidak merespon ia masih terlelap. Maura yang masih tidur terlentang kepalanya menengok ke samping menatap ke arah farel sejenak dia terdiam karena melihat wajah farel yang sedang tertidur menurutnya sangat tampan..


Setelah beberapa menit maura menatapnya, ia mengedipkan matanya untuk menyadarkan dirinya.


"Kaa bangun sudah azan subuh", Ucap Maura membangunkannya lagi dengan menatap wajah suaminya.


Farel yang merasa ada suara yang membangunkanya akhirnya dia membuka matanya.


Farel yang melihat maura di depan matanya sangat kaget apalagi tangannya yang telah memeluk erat maura.


Farel dengan pelan mengangkat tangannya dari perut maura dan ia langsung duduk.


"Maaf saya ga sadar, Sudah subuh ya", Ucap Farel dengan gugup. Dia merutuki dirinya sendiri karena malu tanpa sadar telah memeluk gadis itu.


Dengan perasaan gugupnya Farel beranjak dari kasurnya hendak ke kamar mandi.


"Bisa tolong panggilkan mamah.. ka", Ucap Maura.

__ADS_1


"Kenapa?", Tanya Farel berbalik ke arah Maura dan mengerutkan dahinya.


"Hmm aku mau sholat ka, biasanya mamah yang bantuin aku ke kamar mandi", Jawab Maura.


"Ga usah, sekarang kamu kan istri saya jadi biar saya yang menggantikannya", Ucap Farel.


"Hmm Tapii..", Sahut Maura.


"Saya tau kita baru kenal kemarin, walaupun kita menikah bukan berdasarkan saling cinta, tapi saya tidak pernah bermain-main dengan janji suci yang sudah saya ucapkan.. Pernikahan adalah suatu janji yang sakral di mata Allah, jadi saya akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab dan saya juga akan belajar mencitaimu", Ucap Farel dengan sungguh - sungguh.


Maura yang mendengarnya terkejut ia tidak menyangka akan mendengar penuturan dari pria yang didepannya.


Maura sempat berfikir jika pria itu akan mengajukan kontrak pernikahan seperti drama atau novel yang ia sering tonton atau baca, karena maura tau bahwa pria itu juga tidak mencintainya, tapi ia sangat tidak menyangka jika pria ini mau bersungguh-sungguh untuk belajar mencintainya, walaupun maura sendiri juga tidak tau apakah ia akan bisa mencintai pria itu.


"Apa yang kamu pikirkan?", Tanya Farel yang melihat maura masih terdiam.


"Tapi aku ini lumpuh aku tidak akan bisa menjadi istri yang sempurna, aku sangat berterimakasih karena kamu mau menikahiku menggantikan laki-laki bren*s*k itu", Jawab Maura sambil menunduk untuk menahan air mata yang ingin keluar.


Farel yang mendenganya tidak tahu kenapa ia merasa sedih dan sakit melihat gadis yang di depannya ingin menangis.


"Menangislah jika kamu ingin menangis agar perasaanmu lebih tenang", Ucap Farel. "Setelah menangis kuburlah semua perasaan sedih yang kamu rasakan, dan buka lembaran baru untuk kita belajar saling mencintai... Sekarang kamu istriku. Aku menerima kamu apa adanya, aku akan menjadi kakimu dan nanti aku akan berusaha agar bisa membuatmu berjalan seperti dulu ", Lanjut Ucap Farel yang masih memeluk Maura.


Maura yang mendengarnya sangat terharu dan akhirnya pecah air mata yang sudah ia tahan tapi maura merasa air mata kali ini adalah air mata bahagia karena Maura sangat bersyukur di dalam kesedihannya allah menggantikan sosok pria yang sangat baik dan tulus kepadanya..


Perlahan Farel melepaskan pelukannya dan tersenyum, tangan Farel menghapus sisa air mata yang ada di pinggir mata dan pipinya.


"Kamu mau kan kita saling belajar mencinta?," Tanya Farel dengan tulus.


Maura mengangguk.."Iya aku mau ka, aku akan berusaha untuk mencintai kaka", Jawab Maura dengan wajah yang memerah menahan malunya.


Farel yang mendengarnya memeluk kembali maura.


"Sekarang kamu mandi dulu habis itu kita sholat subuh berjamaah", Ucap Farel.


Farel mengangkat Maura ke kamar mandi, di dalam kamar mandi memang sudah ada kursi untuk Maura karena semenjak maura tidak bisa berjalan mamahnya akan memandikan maura dengan Maura duduk di kursi itu. Di depan kursi maura juga terdapat keran air dan di atasnya terdapat shower sehingga memudahkan Maura untuk membersihkan diri dan berwudhu walaupun hanya duduk di kursi itu.


Farel mendudukan Maura di kursi khusus Maura dan hendak membuka baju Maura.

__ADS_1


"Ka mau ngapain? ", Tanya Maura dengan menahan tangan Farel dan menatap tajam ke Farel.


"Aku mau mandiin kamu", Jawab Farel dengan polosnya.


"Ga usah ka, aku bisa mandi sendiri, tangan aku masih bisa digunakan Ka", Ucap Maura.


"Ya udah nanti kalau kamu udah selesai panggil aku ya", Ucap Farel.


"Iya Ka makasih", Ucap Maura.


Farel keluar duduk di sofa sambil menunggu maura ia memainkan hpnya untuk mengecek email.


"Kaa aku udah selesai", Teriak Maura dari dalam kamar mandi.


Farel yang mendengarnya langsung ke kamar mandi dan melihat Maura yang hanya menggunakan jubah mandi menjadi sangat gugup.


"Kamu udah wudhu?", Tanya Farel.


"Udah Ka", Jawab Maura.


Farel yang hendak menggendongnya, namun dilarang maura.


"Stop Ka.. Mau ngapain? ", Tanya Maura.


"Aku mau gendong kamu keluar", Jawab Farel.


"Aku kan udah wudhu ka, nanti batal", Sahut Maura.


Farel yang mendengarnya langsung keluar kamar mandi dan tidak menanggapi Maura.


Bersambung....


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Terimakasih yang sudah mampir membacanya..


Jangan lupa tekan jempolnyaa 👍 😁

__ADS_1


__ADS_2