
Aku melihat dia duduk di ranjangnya, rasanya seperti mimpi dalam semalam aku menikah dengan gadis yang sama sekali belum aku kenal.
Aku mengahampiri gadis itu dan menanyakan letak kamar mandi karena rasanya badanku sudah sangat lengket dan pegal-pegal.
Setelah selesai mandi dan sholat, Aku mengganti pakaian tidurku dan aku menghampiri sisi samping tempat tidur gadis itu.
"Maura apa kamu sudah tidur? ", Tanyaku.
Akhirnya aku memutuskan untuk tidur di sampingnya karena badanku merasa sakit dan pegal.
Aku merebahkan diriku di sampingnya, dan memposisikan badanku miring menghadap gadis itu.
'wajah tidurnya sangat cantik, kenapa setiap melihat wajahnya aku jadi gugup dan rasanya dadaku berdebar-debar', Guman ku.
"Kaa bangun sudah azan subuh", Ucap Gadis itu membangunkanku.
Aku merasa ada suara yang membangunkanku akhirnya aku membuka mataku.
Aku melihat diriku memeluk gadis itu aku sangat kaget dan merutuki diriku sendiri karena malu tanpa sadar telah memeluk gadis itu entah apa yang dipikirkan gadis itu mungkin dia memakiku.
Dengan masih perasaan gugupku Aku beranjak dari kasurnya untuk ke kamar mandi.
Langkahku terhenti untuk jalan ke kamar mandi karena tiba-tiba ia berbicara kepadaku.
"Bisa tolong panggilkan mamah.. ka", Ucapnya.
Aku heran kenapa jam segini dia memintaku untuk memanggil Mamahnya, matahari aja belum terbit.
"Kenapa?", Tanya ku dengan heran.
"Hmm aku mau sholat ka, biasanya mamah yang bantuin aku ke kamar mandi", Jawabnya.
"Ga usah, sekarang kamu kan istri saya jadi biar saya yang menggantikannya", Ucapku.
__ADS_1
"Hmm Tapii..", Sahutnya.
"Saya tau kita baru kenal kemarin, walaupun kita menikah bukan berdasarkan saling cinta, tapi saya tidak pernah bermain-main dengan janji suci yang sudah saya ucapkan.. Pernikahan adalah suatu janji yang sakral di mata Allah, jadi saya akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab dan saya juga akan belajar mencitaimu", Ucapku dengan sungguh - sungguh.
Aku melihatnya dan dia belum menjawab atau menanggapi perkataanku. Apa mungkin dia tidak setuju dengan apa yang aku katakan.
Walaupun awalnya memang aku terpaksa karena harus mengikuti permintaan Papahku tapi aku bukan seorang yang mempermainkan pernikahan, karena bagiku pernikahan adalah janji yang sakral dan cukup sekali seumur hidupku.
"Apa yang kamu pikirkan?", Tanyaku.
"Tapi aku ini lumpuh aku tidak akan bisa menjadi istri yang sempurna, aku sangat berterimakasih karena kamu mau menikahiku menggantikan laki-laki bren*s*k itu", Jawabnya sambil menunduk untuk menahan air mata yang ingin keluar.
Aku yang mendenganya tidak tahu kenapa aku merasa sedih dan sakit melihat gadis yang di depanku ingin menangis rasanya aku ingin memeluk gadis itu dan menenangkannya.
Aku memeluk dan mengelus punggungnya aku berharap gadis itu bisa hilang kesedihannya.
Aku sendiri tidak tau kenapa aku seperti ini apa mungkin aku sudah ada rasa dengannya tapi aku tidak tau apa rasa ini kasihan, simpati atau rasa cinta.
Aku mendengar ia nangis dengan kencang. Perlahan Aku melepaskan pelukanku
"Kamu mau kan kita saling belajar mencinta?," Tanyaku dengan tulus.
Maura mengangguk.."Iya aku mau ka, aku akan berusaha untuk mencintai kaka", Jawab gadis itu dengan wajah yang memerah menahan malunya.
Aku yang mendengarnya jawaban gadis itu entah kenapa aku merasa senang bahwa kita akan belajar saling mencintai.
"Sekarang kamu mandi dulu habis itu kita sholat subuh berjamaah", Ucapku.
Aku mengangkat Maura dan mendudukan Maura di kursi yang sudah tersida khususnya.
'Apa Aku harus memandikannya, bagaimana ini karena ini pertama kalinya', Ucapku dalam hati.
Aku sangat gugup karena aku pikir aku harus memandikannya, lagipula dia juga istriku jadi aku juga tidak akan dosa kalau melihatnya, akhirnya aku memutuskan untuk membuka bajunya tapi seketika dia manahan tanganku.
__ADS_1
"Ka mau ngapain? ", Tanyanya dengan menahan tanganku dan menatap tajam kepadaku.
"Aku mau mandiin kamu", Jawabku dengan polos untuk menghilangkan rasa gugupku.
"Ga usah ka, aku bisa mandi sendiri, tangan aku masih bisa digunakan Ka", Ucapnya.
"Ya udah nanti kalau kamu udah selesai panggil aku ya", Ucapku.
"Iya Ka makasih", Ucap Maura.
Aku sudah sangat malu sekali karena dia menolakku untuk membatunya, tanpa menjawab terimakasih dari gadis itu aku memutuskan keluar untuk menenangkan hati atau jantungku yang rasanya berdebar-debar.
Aku duduk di sofa sambil menunggunya Aku memutuskan untuk mengecek email laporan perusahaan.
Setelah kurang lebih 15 menit aku mendengar suara Mauta memanggilku, Aku beranjak dari sofa menuju kamar mandi. Aku melihat ia yang hanya menggunakan jubah mandi menjadi sangat gugup.
Dengan menahan rasa gugupku aku bertanya kepadanya.
"Kamu udah wudhu?", Tanyaku
"Udah Ka", Jawabnya.
Aku sebenarnya bingung apakah aku harus mengangkatnya atau tidak tapi aku memutuskan untuk mengangkatnya namun lagi-lagi Maura menolakku katanya ia takut batal karena ia sudah ada wudhu. Aku merasa malu karena aku dengan bodohnya tidak memikirikannya.
Aku keluar kamar mandi mengambil selimut dari kasur dan kembali ke kamar mandi, Aku menutup seluruh badannya yang hanya menyisakan kepalanya yang tidak tertutupi selimut lalu aku segera mengangakat badannya. Dia tampak terkejut apa yang aku lakukan namun wajahnya menurutku sangat lucu.
Bersambung....
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Terimakasih yang sudah setia membacanya...🙏
Tolong tekan jempolnya dan vote nya 👍👍😉
__ADS_1