
"Hiks hiksss kakakkkk Keyra takuttt" ucap Keyra dengan suara bergetar hebat.
"Keyy ada apaa? Kenapa nangis" tanya Elvano cemas.
"Dok dok dok dokkk keluarrr,, atau saya dobrak pintunyaaa" teriak pria itu.
"Kakak hikss hikssss tolonggg" ucap Keyra mulai lemas.
Elvano yang mendengar itu pun langsung panik dan mengambil jaketnya menghampiri Dion.
"Keyra kamu tenang, jangan buka pintunya, tetap di sana tunggu aku" ucap Elvano ia memberitahu Dion, seketika Dion langsung berlari menuju mobilnya.
"Pakai montorku saja, akan lebih cepat sampai" ucap Elvano yang saat itu membawa montor BMW miliknya.
Dion segera menaiki montor Elvano, Elvano segera melajukan motornya menuju kediaman Dion.
"Bodoh banget, harusnya gue tadi mengajak Keyra" teriak Dion terlihat pandangan penuh khawatir dengan kondisi adek nya.
Disisi lain.
Tiba tiba saja pintu terbuka, mereka berhasil mendobrak pintu kamar mandi. Mereka langsung menarik tubuh kecil Keyra yang terlihat darah di pakaiannya.
"Lepaskannn hiks hiksss hikss" Keyra berusaha melepaskan kan tangan pria itu.
"Kita apa kan gadis ini" ucap Pria itu.
"Kita habisi gadis ini" perintah pria satunya.
"Jangan dulu, lihatlah dia lumayan cantik. Bersenang senang dulu seperti nya tidak ada salahnya." ucap Pria itu menatap gila ke arah Keyra yang saat ini terlihat ketakutan.
"Boleh juga" ucap Pria itu.
"Lepaskannnnnnn, tolonggggg" teriak Keyra berusaha melepaskan tangan pria itu yang mulai berusaha membuka kemeja yang dipakai Keyra.
"Kemari cantik, menurut lah itu akan lebih baik" ucap pria itu.
Keyra menendang kepemilikan pria itu membuat pria itu kesakitan, hal itu langsung Keyra manfaatkan untuk berlari keluar dari kamarnya.
"Tangkap jangan sampai kabur" teriak pria itu.
Namun karena langkah Keyra yang tidak sebanding dengan pria itu membuat Keyra tertangkap di lantai bawah.
"Berhentilah, atau aku akan membunuhmu sekarang" ucap pria itu menodongkan pisau ke arah Keyra.
"Tidak Lepaskan aku hiks hiksss hiksss" tangis Keyra semakin menjadi.
Diwaktu bersamaan Dion dan Elvano sampai, mereka langsung berlari masuk ke dalam rumah, terdengar suara tangis Keyra dari luar.
'Brukkk' suara pintu terbuka.
__ADS_1
Dengan sigap Dion dan Elvano langsung menyerahkan kedua pria itu, Keyra memundurkan langkahnya sampai di pojokan duduk memeluk kedua kakinya.
Hanya dengan beberapa pukulan dari Elvano saja membuat salah satu dari mereka tumbang, ketika akan membantu Dion, Dion mengisyaratkan untuk menyelamatkan Keyra saja.
"Bawa Keyra" perintah Dion.
Elvano segera melihat sekeliling nya dan tertuju pada gadis kecil yang sedari tadi selalu hadir di pikirannya. Penampilan Keyra sudah tidak terkondisikan, bahkan kemejanya sedikit terbuka karena ulah kedua pria itu.
Elvano segera melepas jaket nya dan memakaikan nya kepada Keyra yang saat ini masih ketakutan.
"Keyra" panggil Elvano dengan sangat lembut, dengan cepat Keyra mendongakkan kepalanya menatap ke arah Elvano.
Tanpa suara, Keyra langsung memeluk erat tubuh Elvano. Keyra menangis sejadi jadinya di dalam pelukan Elvano.
"Aku takutttt hikss hiksss" tangis Keyra, Elvano segera membalas pelukan Keyra dan mengusap lembut rambut Keyra.
Beberapa saat Dion dengan amarahnya yang membabi buta membuat pria itu seketika tidak sadarkan diri, ia juga langsung menelfon polisi.
"Dion kita bawa Keyra kerumah sakit, lengannya luka" ucap Elvano, Dion segera memesankan taxi.
Di dalam mobil Keyra terus memeluk tubuh Elvano, Keyra sedikit kesal dengan kakaknya yang tidak membalas telfonnya berkali kali. Dan hanya Elvano yang langsung membalasnya.
"Maaf kan aku Key, aku ga becus jagain kamu" batin Dion merasa bersalah ketika melihat banyak sekali telfon dari Keyra.
Elvano menatap ke arah Dion, seolah olah berbicara kepada Dion. Dan Dion hanya mengangguk, mungkin Keyra saat ini ketakutan. Terlihat dari pandangan nya yang kosong dan juga memeluk tubuh Elvano dengan erat.
"Bersabarlah, Keyra gadis yang kuat. Dia akan baik baik saja" ucap Elvano menenangkan Dion yang terlihat menyalahkan dirinya.
"Harusnya Keyra ikut denganku El" ucap Dion penuh ke khawatiran di mata nya.
Beberapa saat mamah Nadine sampai dengan mata sembab nya, ia sedari tadi menangis mengkhawatirkan kondisi putrinya.
"Bagaimana kondisi Keyra, Dion?" tanya Papah Daffa.
"Keyra masih di dalam pah" ucap Dion, berjalan mendekati mamahnya yang terlihat gelisah.
"Mahh maafin Dion. Andai Dion tau akan seperti ini, Dion tidak akan meninggalkan Keyra sendirian dirumah" ucap Dion menyesali semuanya.
"Tidak apa apa Dion, ini semua sudah terjadi" ucap Mamah Nadine mengerti jika Dion juga tidak ingin ini semua terjadi.
"Kenapa kaos El berdarah?" tanya Papah Dafa.
"Lengan Keyra berdarah om, mungkin terkena pisau" ucap Elvano sopan.
"Keterlaluan, Om pergi dulu titip Tante sama Keyra El" ucap Om Dafa kepada Elvano.
"Om mau kemana?" tanya El.
"Menemui kedua pria itu, om yakin ini semua sudah direncanakan" ucap Om Daffa.
__ADS_1
"Baiklah om, hati hati di jalan." ucap Elvano.
Mereka bertiga terus menatap ke arah pintu ruangan Keyra, beberapa saat kemudian dokter dan suster keluar dari ruangan. Ketiga nya langsung berdiri menghampiri Dokter.
"Bagaimana dok keadaan putri saya?" ucap Mamah Nadine.
"Luka di lengannya cukup dalam, mungkin tangan kanannya beberapa hari kedepan tidak terlalu bisa digerakkan seperti biasanya" ucap jelas Dokter.
"Dan juga, saya harap banyak banyak lah mengajaknya mengobrol agar trauma nya tidak terlalu dalam" ucap Dokter.
"Dengan orang tua pasien, mari keruangan saya. Ada beberapa yang harus saya jelaskan tentang kondisi putri anda." ucap Dokter kepada Mamah Nadine.
"Kalian jaga Keyra dulu" ucap Mamah Nadine menuju ruangan dokter.
"Dion Lo masuk duluan, aku ada keperluan sebentar" ucap Elvano mengangkat telfon dari John.
"Baiklah" ucap Dion masuk duluan ke ruangan.
Dion melangkah kan kaki nya masuk ke dalam, terlihat Keyra terbaring di ranjang rumah sakit dengan kondisi tangan yang di perban dan infus yang menempel di tangan mungilnya.
"Key maafin kakak" ucap Dion menatap Keyra.
Beberapa saat Keyra mulai menggerakkan jarinya, dan perlahan membuka matanya. Keyra melihat ke arah Dion dan kemudian melihat sekeliling nya tidak ada Elvano disana.
"Key kamu sudah bangun, syukurlah. Mana yang sakit apa perlu kakak panggilkan dokter?" tanya Dion khawatir.
"Tidak perlu kak, aku baik baik saja" ucap Keyra.
"Maafin kakak, handphone kakak ada di tas. Kakak tidak tau jika kau menelfon" ucap Dion menyesal.
"Udah gapapa kak, untung saja kakak dan Kak Elvano datang tepat waktu" ucap Keyra berusaha tersenyum.
"Maaf Key, Kakak janji mulai sekarang kakak akan menjagamu lebih ketat lagi" ucap Dion dijawab senyuman oleh Keyra.
"Kak Elvano mana?" tanya Keyra
.
.
.
.
#Haii semuanyaaa.
Jangan lupa Like and Vote yaaa
Terimakasiiiiii❤️❤️
__ADS_1