
"Ternyata Dia kekasihnya Keyra" batin Elvano.
Disisi lain, MC menyuruh Keyra untuk naik ke panggung. Mau tidak mau Keyra menuruti kemauan Bima, ia tidak ingin merusak acara penting keluarga Bima.
Acara berjalan dengan lancar, walaupun Keyra masih terkejut dengan apa yang dilakukan Bima. Memang beberapa kali Bima mencoba mengatakan perasaan nya kepada Keyra.
Namun Keyra dengan sopan menolak perasaan Bima, dan menyuruh Bima untuk menghapus perasaan nya kepadanya.
Saat ini Bima terlihat sangat bahagia, di hari ulang tahun nya ia bisa bersanding dengan seseorang yang sedari dulu ia sukai, walaupun beberapa kali Keyra menolak perasaan nya.
Setelah acara selesai, Keyra menghampiri Vara yang terlihat sedikit berbeda.
"Vara kamu gapapa?" tanya Keyra.
"Gapapa, udah selesai kan? Ayo balik" ucap Vara seketika bersikap ketus kepada Keyra.
"Vara kamu gapapa? Apa tadi ada yang jahat sama kamu?" tanya Keyra.
"Udah deh aku gapapa" ucap Vara mengambil tas nya bersiap untuk meninggalkan acara.
"Vara kamu bener bener gapapa? Kamu marah sama aku?" tanya Keyra namun tidak ada jawaban dari Vara.
Keyra seketika berfikir apa yang membuat Vara sahabat nya bersikap seperti saat ini kepadanya.
"Apa jangan jangan Keyra suka dengan Bima?" batin Keyra.
Seketika Keyra tersadar dengan sikap Vara setiap bertemu dengan Bima, pandangan mata Vara, sikap Vara kepada Bima sangatlah berbeda.
"Ohh noo,, Varaa aku bisa jelasin, ini buka seperti apa yang kamu lihat." ucap Keyra.
"Apa Keyra tau tentang perasaan ku terhadap Bima" batin Vara.
"Ayo ikut aku" ucap Keyra menarik tangan Vara sahabat nya meninggal kan acara yang masih berlangsung.
Ketika melewati beberapa orang yang terlihat menatap kagum ke arah mereka berdua, namun Keyra tiba tiba saja berhenti. Vara tidak mengerti kenapa Keyra tiba tiba berhenti.
"Aroma ini" batin Keyra, melihat sekelilingnya mencari sumber aroma khas yang sangat melekat di penciuman Keyra.
"Ahh tidak mungkin Kak Elvano disini" batin Keyra.
Keyra melanjutkan langkahnya meninggalkan Pesta Bima. Di dalam mobil Keyra menghempaskan tubuhnya.
"Vara jujur padaku, kamu menyukai Bima kan?" tanya Keyra menatap ke arah sahabat nya, namun Vara terlihat menundukkan kepalanya.
"Astagaa Varaaaa, jadi bener kamu suka sama Bima" ucap Keyra yang tahu jawaban Vara.
"Maaf Key, Aku gatau kenapa aku bisa suka sama Bima. Udah jelas jelas Bima sedari dulu suka sama kamu" ucap Vara menjelaskan perasaan nya.
"Vara aku tadi bener bener ngga bermaksud buat kamu marah, aku cuma tidak ingin merusak acara Keluarga Bima. Bahkan ada beberapa kamera yang terlihat di sana." ucap jelas Keyra.
"Jadi kamu tadi ngga Nerima.." ucap Vara terpotong.
"Aku sudah pernah cerita kan sama kamu, hatiku sudah terisi seseorang" ucap Keyra.
"Maaf Key aku tadi bersikap seperti itu sama kamu, aku cemburu Key" ucap Vara memeluk sahabatnya.
"Iya gapapa aku tau kok, aku akan bantu kamu buat Deket sama Bima" ucap Keyra.
"Tapi Bima sukanya sama kamu Key." Ucap Vara.
__ADS_1
"Hati seseorang bisa berubah kapan saja, percayalah takdir kalian akan bersama. Seperti saat ini aku selalu berdoa agar aku dan dia akan bersama selamanya" ucap Keyra.
"Emang kalian udah jadian?" ucap Vara.
"Belom hehehehe" ucap Keyra tertawa.
Mereka berdua meninggalkan Pesta tanpa berpamitan dengan Bima dan orang tuanya, keduanya sebenarnya tidak terlalu suka dengan acara formal seperti itu.
.
.
.
Beberapa hari kemudian, Keyra beberapa kali mengirimkan pesan kepada Elvano. Namun tidak pernah satu saja dibalas oleh Elvano, hal itu membuat Keyra bingung. Tidak biasanya Elvano tidak membalas pesannya.
Keyra berjalan menuju meja makan dengan wajah di tekuk. Dion yang saat ini berada dirumah seketika melihat perubahan sikap adek nya.
"Kau kenapa bocah?" ucap Dion.
"Tidak" jawab singkat Keyra duduk disamping Dion.
"Mamah papah kemana?" tanya Keyra tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya.
"Ada pekerjaan mendadak, baru aja berangkat" ucap Dion.
"Emm kak" panggil Keyra kepada Dion yang sedang asik menyantap sarapan nya.
"Hemmm"
"Bagaimana caraku bertanya kepada kak Dion" batin Keyra.
"Iyalah, semuanya pulang kerumah masing masing" ucap Dion.
"Kalau kak Fei emang rumahnya jauh?" ucap Keyra.
"Tidak terlalu, yang jauh sebenernya Elvano." ucap Dion membuat Keyra melihat jalan untuk bertanya lebih jauh tentang Elvano.
"Dimana?" tanya Keyra.
"Amerika, dia ikut kembali ke kampus utama cuma karena dia tidak ingin meneruskan bisnis keluarga nya" ucap Dion.
"Tapi katanya sekarang ayahnya jatuh sakit, dan mungkin Elvano bakalan pindah kembali ke Amerika. Karena hanya tinggal ayahnya saja keluarganya" ucap Dion menjelaskan detail tentang sahabat dekat nya.
"Apa karena itu dia tidak membalas pesanku" batin Keyra.
"Kasian sekali kak El, semoga saja ayahnya cepat sembuh" ucap Keyra.
"Yaa benar, cepat habiskan. Kakak antar sekalian kakak disuruh papah ke perusahaan." ucap Dion.
Kemudian Keyra diantar oleh Dion sampai depan gerbang. Namun Keyra hanya diam di kursinya menatap ke arah Dion.
"Hmm mau apa lagii?" ucap Dion seolah olah tau jika Keyra meminta sesuatu.
"Hehehehe" tawa Keyra mengangkat tangannya seolah olah menjadi bocah yang sedang menunggu diberi uang jajan.
"Uang yang dikasih papah habis?? Baru aja 2 hari yang lalu" ucap Dion.
"Kata kakak Keyra harus menabung, uangnya sudah ada di dalam tabungan Keyra semua. Jadi Keyra minta uang jajan dong" ucap Keyra dengan tatapan nya yang sangat lucu.
__ADS_1
Dion mengambil dompetnya dan memberikan uang 10 ribuan kepada Keyra.
"Cuma ini? Mana cukup kak, kata papah kalau uang Keyra habis mintalah kepada kakakmu" ucap Keyra, membuat Dion mau tidak mau mengambil uang 100 an dan diberikan kepada Keyra.
"Inget jangan boros, kalau ada apa apa telfon" ucap Dion.
"Siap Bos" ucap Keyra langsung keluar dari mobil menghampiri Vara yang baru saja tiba.
"Let's goo" ucap Keyra menggandeng pundak Vara masuk kedalam sekolahnya.
Di lapangan basket, tiba tiba saja seseorang menghampiri nya.
"Pagi Keyra" ucap Bima, setiap hari setelah pesta kemarin Bima tak berhenti terus berusaha mendekati Keyra.
Namun setelah hari itu Keyra terlihat menghindari Bima, ia tidak ingin melukai perasaan sahabatnya.
"Pagi Bima" ucap Vara menjawab karena Keyra hanya tersenyum dan langsung pergi meninggalkan Bima.
"Kenapa dengan sikap Keyra" ucap Bima.
"Sabar broo, Lo sih udah tau dia ngga suka sama Lo malah ngeyel." ucap Doni.
"Kenapa ngga sama Vara aja, keliatannya dia suka sama Lo" ucap Adi.
"Ngga, gue maunya cuma sama Keyra bukan yang lain" ucap Bima.
.
.
.
Di Sisi lain.
"Bagaimana kondisinya?" ucap seorang laki laki dengan jas yang melekat ditubuhnya berdiri tepat di dekat seorang laki laki paruh baya dengan selang pernafasan yang melekat di wajahnya.
"Kondisi tuan Marcel masih sama tuan" ucap John yang merupakan tangan kanan keluarga Marvin.
"Ayah bangunlah, El sudah memenuhi keinginan ayah. Lihat El sudah melanjutkan perusahaan ayah." ucap Elvano memegang tangan ayahnya.
"Tuan muda sebaiknya kita tinggalkan tuan Marvin, ada sesuatu yang ingin saya katakan kepada anda" ucap John.
Mereka berjalan keluar dari ruangan inap Tuan Marvin.
"Ada apa John?" ucap El.
.
.
.
.
.
#Selamat membacaa.
Semoga kalian terhibur yaaaa
__ADS_1