
"Kamu sakit perut?" tanya Elvano, membuat Keyra terdiam bingung untuk menjawab.
"Fei Lo duluan aja, pesen meja dulu" ucap Elvano.
"Okey, kalian hati hati" ucap Fei meninggal kan mereka berdua.
"Ayo aku antar ke kamar mandi" ucap Elvano.
"Aku pergi sendiri saja" ucap Keyra melangkahkan kakinya mendahului Elvano.
Ketika mereka berjalan Elvano tidak sengaja melihat Rok yang digunakan Keyra, terlihat bekas merah di sana. Dengan cepat Elvano membuka kemeja nya dan langsung mengikat kemejanya di perut kecil Keyra.
Hal itu pun membuat Keyra langsung menghentikan langkahnya, tangan kekar milik Elvano melingkar jelas di perut Keyra.
"Kak El ngapain?" tanya Keyra gugup.
"Selesai, ayo aku temani ke kamar mandi" ucap Elvano menggandeng tangan Keyra.
Mereka sampai di kamar mandi.
"Apa kamu bawa itu?" tanya Elvano, namun Keyra hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa apa, masuk saja tunggu aku" ucap Elvano kepada Keyra.
Keyra merasa malu, ia terus menundukkan kepalanya.
"Cepat masuk" perintah Elvano, beberapa saat Keyra masuk kedalam.
Di depan toko, Elvano bingung. Ia segera menelfon Dion.
"Halo kalian Dimana?" tanya Dion.
"Keyra tidak enak badan, emm di datang bulan" ucap Elvano.
"Lalu bagaimana?" tanya Dion.
"Kenapa bertanya padaku bagaimana?" ucap Elvano.
"Broo Begini saja, bantu aku. Belikan untuk nya" ucap Dion.
"Dia adekmu atau adekku, kenapa harus aku yang membelikan nya?" tanya Elvano, ia tidak tahu barang yang dibutuhkan Keyra saat ini.
"Aku memang kakak nya, tapii..." ucap nya terpotong.
"Jangan banyak omong, cepat turun di lantai dua, aku di depan swalayan." ucap Elvano mematikan telfonnya.
Beberapa saat Dion dan Elvano masuk kedalam swalayan dan menuju ke arah pembalut.
__ADS_1
"Banyak sekali, yang mana?" ucap Dion.
"Ini untuk malam" ucap Elvano mengambil salah satu yang ada di sana.
"Yaudah ini aja" ucap Dion mengambilnya.
Mereka berjalan dan Elvano berhenti di beberapa pakaian Rok yang ada di sana, hampir mirip dengan yang digunakan Keyra.
"Apa Roknya juga terkena noda?" tanya Dion dijawab anggukan oleh Elvano.
"Baiklah, ambilkan satu" ucap Dion menyuruh El untuk mengambil satu rok di sana.
Di Toilet.
"Tok tok tok" suara pintu kamar mandi.
"Maaf kak, ada seseorang menitip kan ini padaku" ucap seorang wanita dengan tas kresek di tangannya.
"Tenang saja, semua wanita pernah mengalami seperti kamu. Cepat berganti lah" ucap Wanita itu dengan sopan.
"Baiklah kak, terimakasih" ucap Keyra mengambil kresek itu.
Beberapa menit kemudian Keyra berjalan keluar dari kamar mandi, ia harus siap jika bertemu kembali dengan Elvano.
Namun ketika ia keluar, kakaknya yang berada di sana menunggu nya. Keyra melihat sekeliling nya tidak ada keberadaan Elvano.
"Kau kenapa?" ucap Dion.
"Aku malu kak" ucap Keyra bersandar di dinding.
"Gapapa ayo pergi?" ucap Dion.
"hmmm memalukan" ucap Keyra menatap ke arah kakaknya.
"Udah ayo pergi makan" ucap Dion memegang rambut Keyra yang saat ini di cempol.
"Akhhh aku pulang saja kak" ucap Keyra malu jika bertemu dengan Elvano.
"Engga, nanti uang jajanku pasti dipotong sama papah" ucap Dion terus membawa Keyra menuju restoran yang sudah ia pesan.
Sesampainya di restoran, Keyra menatap ke arah Elvano. Ia langsung mengalihkan pandangan nya ketika Elvano melihat ke arahnya.
"Hai adik kau baru saja kemana?" tanya Fei.
"Dia bermain mesin capit tapi tidak dapat bonekanya, dan menangis di sana" ucap Dion.
"Hahahaha bagaimana bisa" ucap Fei.
__ADS_1
Keyra hanya diam dan duduk di samping Elvano, karena hanya bangku itu yang kosong. Tidak mungkin kan jika Keyra meminta meja pisah.
Elvano menatap ke arah Keyra, dia segera bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil sesuatu.
"Adik pesan lah yang banyak, Kakak Fei yang akan mentraktir kalian semua" ucap Fei memberikan menu kepada Keyra.
"Baiklah" ucap Keyra.
Sedangkan Fei dan Dion masih berdebat soal menu yang akan mereka pesan. Sesaat Dion melihat apa yang di pesan adek nya, dan ketika ia melihat apa yang di pesan adek nya ia langsung menatap tajam ke arah Keyra.
Di Restoran itu menyediakan banyak sekali menu. Bukan hanya sushi saja, melainkan aneka osengan mie daging sapi dan juga bakso sapi ada di sana.
"Keyy, tidak perlu aku ingatkan lagi kan?" ucap Dion.
"Mencicipi satu juga tidak masalah" ucap Keyra.
"Jika terjadi sesuatu aku tidak ada waktu untuk mengurusi mu" ucap Dion.
"Pesan lah adik, kenapa si kau? Biarkan adekmu pesan, pesan lah adik Kakak Fei yang akan mentraktir mu buka dia" ucap Fei.
"Tutup mulutmu, dia alergi daging sapi kau tau itu" ucap Dion bersamaan dengan Elvano yang datang membawakan cangkir berisi teh hangat.
"Oh jika adik alergi, jangan pesan, pesankan yang lain" ucap Fei.
Hal itu pun membuat Keyra terlihat sedih, hal itu pun tidak luput dari pandangan Elvano.
"Minum lah, teh hangat baik untuk perutmu" ucap Elvano memberikan satu gelas teh hangat untuk keyra.
"Makasih" ucap Keyra menatap ke arah Elvano yang asik berbincang dengan Fei dan Dion.
"Kenapa dia baik sekali" batin Keyra.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Keyra menatap beberapa makanan di depannya, terlihat mie dengan toping daging sapi terlihat jelas membuat Keyra langsung mengambil sumpit nya.
"Tunggu" ucap Elvano, mengambil piring Keyra, membuat Keyra langsung mengangkat sumpitnya.
.
.
.
.
.
#Selamat membacaa.
__ADS_1
Semoga kalian terhibur yaaaa