Cinta Yang Tak Ku Sangk

Cinta Yang Tak Ku Sangk
Bab.23 Penyelamatan


__ADS_3

Sekuat apapun seseorang pasti membutuhkan orang lain meski hanya untuk bercerita walaupun hanya untuk mendengarkan saja.


Mau cerita apa mas ?? aku yang daritadi penasaran langsung to the point.


Mas Angga dek...ucapan mas Adi berhenti dan terlihat bingung


kenapa dengan mas Angga ...??


mas Angga pakai narkoba dek...dan sudah beberapa hari gak pulang.


kemarin mas lihat dia ,terus mas ikutin tapi ternyata disana banyak orang yang pakai.


mas coba bujuk mas Angga untuk pulang tapi dia gak mau , malahan mas hampir saja dikeroyok disana.


...Mas mau nyelametin mas Angga , mau bawa dia pulang dek tapi mas takut dengan orang-orang yang ada disana....


sebelum mas Angga kecanduan lebih parah lagi...bantu mas , dek.


...Mama papa tau gak mas masalah ini......


Rere takut nanti Mama syok melihat keadaan mas Angga.


Belum tau ..tapi cepat atau lambat mereka pasti akan tau juga.


Jadi sekarang mas Adi mau jemput mas Angga terus nantinya mas Angga dibawa pulang kerumah.


Tapi mas takut dek , mereka jumlahnya banyak.


ucap mas Adi yang bingung.


mas , mas makanya mau belajar beladiri , setidaknya bisa buat jaga diri mas sendiri.


Yaudah aku coba ngubungin teman-teman ku untuk minta bantuan mereka.


akupun menyalakan Handphone ku dan melakukan panggilan video langsung empat orang sekaligus.


Panggilan video pun langsung tersambung....


Hallo assalamualaikum... belum mereka menjawaba salamku aku langsung to the point dengan mereka .


**aku mau minta bantuan nih , buat bantu nyelametin saudaraku yang kecanduan


Narkoba **.


sudah beberapa hari gak pulang , di sana banyak orang dan saudaraku ini gak berani .


Kalian mau kan bantu aku..?


Walaikumsalam Re ,


belum juga dijawab salamnya sudah nyerocos aja tuh mulut.


iya kita siap bantu, mau berapa orang ?


ucap Rully yang mewakilkan dari mereka.


Orang sembilan cukup...tapi kalian harus pake masker terus jangan pakai baju seragam Yach. biar tidak terlacak...


oke Re siap , kamu serlok aja Yach...


kita langsung meluncur kesana..Ucap mereka.


Ayok mas..kita jalan sekarang , nanti mas Adi yang sama aku yang narik mas Angga keluar.


nanti tangannya diikat pakai sabuk ini Yach.


Aku dan mas Adi pun meluncur ke alamat yang mas Adi serlok.


Setelah sampai aku melihat situasi lingkungan sekitar... tak berapa lama teman-teman ku juga datang.


Dimana Re tempatnya...


itu.." aku tunjuk sebuah rumah kosong yang berada diujung gang " .


aku berpikir kenapa tidak ada warga yang tau kalau dilingkungan mereka menjadi tempat buat para pecandu narkoba.


Kalian siap..pakai masker dan topi kita masuk bersama-sama..


mereka hanya mengacungkan jempol.


Bismillahirohmannirohim.....


Kami mendobrak pintu masuk... ternyata banyak orang yang tergeletak sedang kecanduan namun ada juga dari mereka yang sadar.


Siapa kalian... berani-beraninya kalian masuk kesini , kalian cari mati Yach.


ucap salah satu dari mereka yang tampangnya sangat seram.


tubuhnya penuh tato dan besar tinggi.

__ADS_1


Mas , cepat cari mas Angga biar aku dan teman-teman ku yang menghadapi mereka.


Kamipun berkelahi dua lawan satu..ternyata benar mereka banyak , kupikir ini pasti markas utama mereka.


separuh dari mereka sudah bisa di lumpuhkan bahkan mas Angga sudah ditarik paksa oleh mas Adi dibantu Rully.


mereka fokus dengan mas Angga...tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah pisau yang melayang kearah mereka.


Aku berusaha untuk menangkap pisau itu namun naas pisau itu menancap di lengan sebelah kanan tangan ku.


Kumala dengan sigap menangkap tubuhku yang hampir terjatuh...


terasa nyeri sekali tanganku...hampir saja aku terjatuh karena melihat banyak darah yang mengalir di lenganku.


aku tidak berani mencabut pisau yang menancap.


Ayok cepat keluar semua...rul, tolong kamu anterin mamas ku sampai rumah Yach .


ajak berapa orang buat menemani...


Aku dan yang lain akan membawa rere ke klinik terdekat.


ucap kumala yang terlihat cemas dengan keadaanku.


Alex dengan berani menarik pisau yang menancap dilenganku...rasanya sampai ke dada seperti jantungku ikut ketarik.


.....** MALA**.....


Re sabar yach...ucap kumala


aku di bonceng kumala dan Alex dibelakang ku menjaga tubuhku agar tidak terjatuh.


Aku gak apa-apa kok cuma terasa nyeri banget.


ucapku untuk menutupi agar mereka tidak panik , walaupun rasanya aku mau pingsan.


Ya ALLAH aku harus kuat , aku harus tetap sadar , aku tidak ingin mereka khawatir.


ucapku dalam hati untuk menguatkan diriku sendiri.


Dalam keadaan seperti ini Handphone ku berdering beberapa kali..


Aku gak bisa bergerak karena Alex menjaga keseimbangan tubuhku agar tidak jatuh.


aku hanya bisa mengabaikan panggilan dari Handphone ku.


Lex..kak said nelpon Rere terus nih , gimana ini ? aku harus ngomong apa..


gue gak tau , gue juga bingung nih kalau kak said tau kita bisa kena sanksi nih.


Loe kan tau kalau kak said itu suka sama Rere.. bisa marah dia.


Nah ini sekarang Yuli yang nelpon...


Yuli...: hallo re kamu dimana , ditelpon dari tadi kok gak diangkat sih.


kumala : hallo Yul , ini saya kumala.


Yuli. : lho HP nya ada sama kamu ,La.


Kumala : kamu nelpon disuruh Kaka said Yach.


Yuli....: iya..katanya dia punya firasat kalau Rere kenapa-kenapa. terus dia nelpon Rere malah gak diangkat-angkat.


...sudah dicek ditempat latihan..cuma ada sepeluh orang katanya tadi mereka sudah kumpul tapi terus pergi....


kumala : ehmm ...saya bingung mau jelasinnya.


kamu ke klinik kasih aja Yul , nanti saya serlok.


tapi kamu jangan bilang dulu sama kak said Yach.


Yuli.....: oke...sekarang saya otw.


La , gimana keadaan Rere... tanya mereka yang begitu khawatir dengan keadaan Rere.


Belum siuman...kita berdoa aja Yach semoga Rere gak kenapa-kenapa.


Jam 16.25 menit Rere akhirnya sadar juga...kami pun berucap syukur.


Teman kalian sudah sadar...kalian boleh masuk untuk melihat nya...ucap Bu bidan yang menangani rere.


Alhamdulillah Re akhirnya kamu sadar juga , aku sudah takut ngeliat kamu pingsan re.


Nih Handphone mu dari tadi berdering...kak said yang menelpon MU terus-menerus.


kami tak ada yang berani mengangkat nya.


......** Rere**.....

__ADS_1


Hallo assalamualaikum kak...aku menahan rasa sakit ku agar kak said tidak curiga.


kamu kemana aja daritadi di telponin gak diangkat... terus kelompokmu hari tidak latihan.


kalian kemana sebenarnya.


kak said mencecarku dengan banyak pertanyaan , dan aku bingung harus menjelaskan apa. kak said pasti akan marah dan terus akan memberikan sanksi pada mereka.


Maaf kak..kalau mau memberikan sanksi pada mereka biar aku saja yang menanggungnya.


karena semua ini aku yang salah.


bukan itu jawaban yang kakak mau...


...saya tau kalian masih ada didekat Rere jika kalian masih menutupi masalahnya dan tidak mau jujur , saya tidak akan segan-segan memberikan hukuman atau pun menskors kalian semua tanpa terkecuali ....


Aduh...aaghh sakit , aw nyeri banget..


tiba-tiba lenganku terasa sangat nyeri hingga tanpa kusadari Handphone ku terlepas dari tangan.


Rully berlari memanggil bidan...


Bu temanku kesakitan... cepat diperiksa Bu.


Sabar dek, itu berarti obat biusnya sudah habis.


temanmu itu lukanya cukup dalam...dan banyak mengeluarkan darah.


minuman obat ini buat penghilang rasa nyeri tapi ingat sesudah makan Yach.


Dan kalau belum pulih masih terasa lemas lebih baik temannya dirawat inap dulu.


**penjelasan Bu bidan kepada Rully **.


Baik Bu , nanti saya sampaikan .terimakasih


Hallo Re... kamu kenapa ? apa yang nyeri ?


Yuli, kumala , Alex apa tidak ada diantara kalian yang bisa menjelaskan semuanya.


aku masih mendengar suara kak said yang sangat marah.


Dengan berat hati kumala menceritakan semua kejadiannya.


Maaf Yach re , kita cuma gak mau kamu menanggung sendiri semuanya... kita ikhlas kok bantuin kamu.


Ucap kumala yang tidak ingin semua sanksi dilimpahkan kepadaku.


Nih Re loe makan dulu nanti baru kamu minum obat penghilang rasa nyeri.


Yuli pun menyuapiku dengan hati-hati , baru separuh aku makan .


perutku sudah terasa kenyang dan aku pun menyudahi makanku.


Nih...Rully memberikan ku obat.


Tanpa berpikir lagi aku langsung meminumnya.


Re.. bunda menelpon , menanyakan tempat MU di rawat.


Aku sudah serlok tadi , kamu gak apa-apa kan kalau aku kasih tau alamat klinik ini.


Ucap Yuli dengan ragu-ragu.


Aku tersenyum dan hanya menganggukkan kepalaku.


Kalian kalau mau pulang , pulang aja .


Aku sudah agak enakkan , lagi pula ayah sama bundaku akan kesini.


Terimakasih Yach kalian sudah mau membantu saudara ku.


ucapku kepada mereka


kita senang , bisa saling membantu.. " ucap mereka " .


Kalian makan dulu , gue sudah beli nasi bungkus buat kalian. " ucap Rully ".


gue mau nungguin loe Re..besok gue izin aja.


Tapi gue pulang dulu nanti gue kesini lagi , tapi kalau ayah dan bunda sudah datang.


Ucap Rully yang juga diikuti dengan Yuli , kumala, dan Alex.


Memang boleh nantinya...kalian nginap disini terus gak sekolah.


Tenang aja Re lagian kan orangtua kita sudah paham banget sama kamu...past diizinin.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2