Cinta Yang Tak Ku Sangk

Cinta Yang Tak Ku Sangk
Bab.25. Perhatian


__ADS_3

Awalnya rere merasa canggung untuk tidur...namun karena rasa kantuk yang sudah tak bisa tertahankan lagi akhirnya Rere pun tertidur.


karena aku juga merasa lelah...akhirnya aku ikut tertidur disamping ranjang rawat Rere.


Jam 3.30...dini hari alarm ku berbunyi...


Aku mematikan Handphone...bergegas aku bangun untuk mengambil air wudhu.


Aku melaksanakan sholat malam....aku membaca Al-Quran sambil menunggu subuh tiba.


Adzan subuh berkumandang... kubangunkan Rere untuk sholat berjamaah.


Dek..dek..ayok bangun sudah subuh , sholat dulu yuk.


Ternyata tidak susah untuk membangunkan Rere.


Aku mau kekamar mandi kak..


ucap Rere begitu membukakan matanya.


Masih lemas gak ? perlu dipapah?


enggak ah kak...aku udah kuat jalan.


ucap Rere yang menolak tawaran ku.


ya sudah hati-hati , jangan dikunci Yach pintunya kalau terjadi apa-apa kakak bisa langsung menolong.


Rere hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan ku.


Tak lama rere pun keluar dari kamar mandi...


sudah wudhu , bawa mukena kan ? tanyaku pada Rere.


sudah kak..aku juga bawa mukena.


Setelah sholat...akupun menanyakan kembali apakah Rere mau untuk cek up dirawat rumah sakit.


Dek kamu maukan cek up ke rumah sakit ?


Iya kak...asal jangan dirawat inap lagi yach , Rere takut.


Kalau kondisimu sudah membaik buat apa dirawat inap , kita kan cuma cek up lho.


jika kamu siap , setelah pulang dari sini kita langsung ke rumah sakit.


iya kak...tapi apa tidak merepotkan kakak nantinya.


ucap Rere yang merasakan tidak enak.


Tak ada yang merasa direpotkan ... santai aja.


Kakak keluar sebentar mau nelpon...ucapku pada Rere agar Rere tak tau apa yang akan aku katakan pada Pak sopir.


Dret..dret..


Hallo Assalamualaikum , pak !


walaikumsalam den.." ucap pak sopir.


Pak saya mau minta tolong sama bapak untuk datang ke klinik terus kita kerumah sakit .


Karna hari ini Rere mau saya bawa untuk cek up dirumah sakit.


Baik den..saya akan langsung kesana , apa ada yang mau bawakan ?


ucapan dari pak sopir.


Tidak ada pak , terimakasih sebelumnya Yach Pak.


setelah menelpon aku menemui Rully dan lainnya


Rully ,Alex apa kalian sekolah hari ini ?


tanyaku pada mereka.


kami izin hari ini kak..ingin menemani Rere kak.


aku hanya mengangguk kan kepalaku.


kumala dan yuli mana , kok mereka tidak kelihatan.


mereka ada di kamar mandi kak.


kami minta maaf Yach kak sudah melanggar peraturan , kami siap dihukum tapi rere jangan kak.


" ucap Alex"

__ADS_1


saya akan tetap memberikan sanksi pada kalian , bukan hanya kalian saja yang ikut kemarin tapi satu tim kalian.


karena sudah kompak tidak latihan dan tidak ada yang mengaktifkan Handphone nya masing-masing .


" ucapku dengan tegas"


Rully dan Alex hanya diam...mereka hanya menunduk kan kepalanya.


mereka yang sudah paham dengan segala konswensinya jika melanggar peraturan.


Tapi aku bersyukur mereka bisa saling membantu dan melindungi.


Aku sendiri belum tentu bisa membentuk tim seperti mereka.


jika diantara mereka ada yang ingin berhenti sementara untuk latihan maka yang lain pasti akan mengikuti nya." gumam ku dalam hati".


apa di sekitar sini ada yang jual sarapan Yach?


tanyaku pada mereka.


Tadi bundanya Rere telpon kak , katanya jangan beli sarapan nanti dibawain sama bundanya Rere kak.


Kamu seperti akrab dengan orangtuanya Rere..?


apa kalian ada hubungan ?


Tanyaku kepada Rully yang terlihat biasa memanggil bunda pada orangtuanya Rere.


Aku sama rere hanya sebatas teman tidak lebih, aku memang sudah akrab dengan keluarga Rere.


Adik-adiknya sudah seperti adikku sendiri , dan akupun sudah biasa main kerumah Rere kak.


...Aku kenal Rere sejak sekolah dasar kelas 5 waktu itu ada lomba antar sekolah dan kebetulan aku dan Rere menjadi wakil masing-masing sekolah....


...Dua kali kami bertemu dalam lomba...waktu itu aku dibully dan dikeroyok oleh beberapa orang ,...


...aku hanya diam sambil menangis waktu itu aku hanya seorang anak laki-laki yang tidak berani melawan atau pun jawab jika aku dibully teman-teman ku....


Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang memakai seragam sekolah yang sama menolongku .


Dia berkata ** kok kamu laki-laki bukannya melawan malah menangis sih , kamu tuh laki gak boleh penakut harus berani.


Jangan bisanya nangis doang...iih Cemen sih**


aku anak tunggal yang biasa dimanja dilarang ini itu...dan tak boleh keluar rumah.


Bundanya Rere selalu baik dan juga perhatian bahkan ayahnya pun mau mengajarkanku beladiri.


Dari situ aku nyaman dengan keluarga nya bahkan Mama dan papaku sudah tidak pernah melarang seperti dulu .


...semenjak aku dekat dengan keluarga nya aku tidak pernah merasa kesepian....


...Dan satu lagi kak ,Rere itu galak dan tegas kalau sedang melatih....


...Mungkin kakak dan Rere seimbang kalau adu tanding ,karena yang aku tau Rere berlatih beladiri sejak umur 4 tahun kak....


Dan Ini bukan yang pertama kalinya Rere tertusuk kak...ini yang ketiga kalinya yang aku tau.


...Apa ???...yang ketiga kalinya...


...ucapku dan Alex bersamaan...kami terkejut dengan apa yang Rully katakan ....


Iya kak , dulu dia pernah berkelahi dengan preman untuk menolong seseorang.


...Rere melindungi orang yang ditolong namun naas ketika Rere membalikkan badannya....perut Rere terkena sayatan pisau tapi itu tidak dirasa karena Rere masih terus menghajar preman itu....


ketika para preman pergi baru Rere merasakan sakit dibagian perut nya.


Waktu itu aku ikut membantu untuk melawannya namun aku kalah dan tersungkur ditanah dan aku tidak kuat untuk melawannya lagi.


Astagfirullah... ternyata kamu menyembunyikan keahlian dalam beladiri , mungkin Rully benar kalau Rere sebenarnya adalah tandinganku.


Aku tidak pernah menyangka jika kejadian ini pernah pemimpanya.


Semoga ini terakhir yang terjadi padamu..


" ucapku dalam hati " .


Assalamualaikum ... terdengar suara mengucapkan salam.


Walaikumsalam... kami menjawab bersamaan.


Bunda ! Rully berdiri dan menyambut sambil mencium tangannya.


kulihat Rully begitu akrab dan tak ada rasa canggung sedikitpun.


seorang wanita yang belum terlalu tua ,dengan pakian gamis yang sederhana.

__ADS_1


kelembutan dan jiwa keibuannya terpancar dari senyum dan sapaannya.


Terimakasih Yach nak ,kalian sudah mau menjaga dan menemani Rere disini.


Ini bunda bawain kalian sarapan ,pasti kalian lapar kan.


Lho siapa yach ,bunda belum pernah tau ?


tanya bundanya Rere kepadaku.


saya said Tante ,pelatih Rere dan juga yang lain.


ku ulurkan tanganku sambil memperkenalkan diri.


Maafkan Rere Yach nak said....Rere itu kalau bertindak tanpa kompromi lagi dan mereka terutama Rully pasti akan langsung membantunya.


Tidak apa-apa Tante karena yang dilakukan mereka adalah benar.


oh ya Tante , nanti sepulang dari sini saya mau meminta izin untuk membawa Rere kerumah sakit untuk pengecekkan selanjutnya.


apa tidak merepotkan nak said nantinya harus bolak-balik rumah sakit.


"ucap bunda "


ah tidak merepotkan, karena semua demi kesembuhan Rere.


sebentar lagi akan ada kenaikan tingkat sabuk untuk tim Rere ,jika Rere tidak ikut maka mereka juga tidak akan ikut Tante.


Baiklah nak ,mana yang terbaik buat Rere Tante izikan.


Terimakasih Tante.


Kalian sarapan, bunda mau lihat Rere dulu di kamarnya.


setelah berkata bundanya Rere pun pergi menuju ruang rawat Rere.


Ayok kak sarapan , enak lho nasi uduk buatan bundanya Rere rasanya mantul (mantap betul).


kak said pasti ketagihan.


"ucap Rully ".


kami sarapan bersama...memang benar ucapan Rully, rasanya enak .


akupun sampai habis dua bungkus...rasanya memang benar-benar enak.


maaf nih kak sebelumnya kalau saya lancang !


kak boleh saya tanya sesuatu tentang kak said .


...ucap Rully yang sedikit ragu untuk menanyakan sesuatu yang mungkin berhubungan dengan Rere...karena aku yakin jika Rully ataupun Alex sama-sama penasaran dengan sikapku selama ini....


...Tanyakan saja apa yang ada dipikiranmu.......


ucapku ,agar Rully tidak ragu ataupun takut untuk menanyakannya.


Apa kak said ada perasaan dengan Rere... seperti CINTA gitu karena kak said begitu perhatian apalagi waktu Rere ada masalah dengan Yudha ,kak said terlihat terluka kala melihat Rere menangis.


itu hanya perasaan ku sebagai laki-laki ,jika benar kami akan mendukung kakak untuk mendapatkan HATInya Rere.


Kakak senang mendengar nya dan terimakasih kalian mau membantu kakak.


Kakak akui memang kakak mencintai Rere namun kakak belum bisa mengungkapkannya langsung ke Rere.


Bukan karena kakak tidak berani namun kakak tidak ingin Rere merasa tidak nyaman nantinya kalau dia sedang latihan.


Dan kakak tidak ingin merasa bersalah jika kakak menghukum Rere jika melakukan kesalahan.


Entah mengapa kakak yakin jika Rere adalah jodoh kakak.


Hanya saja semua itu nunggu waktu yang tepat untuk berbicara secara langsung dengan Rere.


kakak hanya ingin bicara secara langsung dengan kedua orangtuanya.


Sekarang kalian tau perasaan kakak ke Rere ,bisakah kalian merahasiakan ini ? dan


membantu kakak untuk bisa menjaganya dan memberikan informasi ke kakak tentang segala yang berhubungan dengan Rere.


Siap kak kita akan Melakukan yang terbaik buat kak said untuk bisa mendapatkan cintanya ,karna aku yakin kak said orang yang tepat buat Rere.


" kali ini Alex dengan semangatnya berkata ".


Semangat Yach kak , semoga tidak ada halangan apapun.


MASIH BERSAMBUNG YACH...


BANTU KASIH IDE DONK BUAT CERITANYA BIAR TAMBAH GREGET GITU ....HEHEHE

__ADS_1


__ADS_2