Cinta Yang Tak Ku Sangk

Cinta Yang Tak Ku Sangk
Bab.24 Terkejut


__ADS_3

......**KAKA SAID*.....


YA ALLAH ada apa dengan perasaan ku ini...


kenapa aku merasa cemas dan khawatir dengan Rere , sedangkan baru beberapa jam yang lalu aku menelponnya.


Tak seperti biasanya perasaan ku seperti ini.


Karena tidak tenang aku mengambil Handphone ku dan langsung menghubungi Rere , namun panggilan ku tak dijawab...ah mungkin dia masih dijalan.


Hingga kucoba beberapa kali tapi hasilnya nihil panggilan ku tak dijawab juga.


Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Mala ....


Hallo Mala , kamu dimana ? aku langsung to the point.


Mala ada ditempat latihan kak , kenapa ?


Rere latihan gak...daritadi kakak telpon gak diangkat.


Mereka satu kelompok gak ada yang latihan kak , tadi kata kak arsya Rully dan teman-temannya datang tapi sekitar jam dua mereka pamit pergi ada urusan kata Rully.


Hari ini Mala melatih ditamani Yuli...karena Rere tidak bisa.


Yuli juga sudah berusaha menghubungi mereka tapi HP nya tidak ada yang aktif Kak.


Rere aktif tapi ditelpon enggak diangkat.


Ada Yuli gak disitu..." tanya kak said " .


tolong Hpnya kasih keyuli dulu , kak mau bicara.


Yul...kak said mau ngomong nih.


Iya kak.." jawab Yuli".


Rere sudah bisa kamu hubungi...? tanyaku langsung ke Yuli .


Belum kak...HP nya aktif tapi gak diangkat , coba aku telpon lagi kak.


Karena tidak biasanya mereka begini.


Kamu coba telpon lagi terus ,HP nya Mala jangan kamu matiin di losspeker yach HP mu.


Iya kak , ini aku coba lagi...


lama aku menunggu ... suara dari HP nya Rere.


Hallo...terdengar sudah tersambung panggilan dari handphonenya Rere.


Namun bukan Rere yang bicara melain kumala.


kumala hanya bilang kalau Yuli hanya disuruh ke klinik dan Yuli pun memberitahu dan menserlok kliniknya.


Aku semakin cemas dan khawatir kenapa Rere sampai dibawa diklinik...dan kenapa juga dadaku terasa sakit padahal aku sehat-sehat saja.


Kamu kenapa dek..? Semoga kamu gak kenapa-kenapa.


Dan aku tidak terputus asa untuk mencoba kembali menelpon Rere.


Tak lama panggilan terjawab....senang rasanya bisa mendengar suara Rere.


Namun aku merasa ada yang aneh dengan suara Rere , dia seperti menahan rasa sakit.


Apa yang ku tanyakan ke Rere tidak sesuai jawaban yang aku harapkan.


tiba-tiba kudengar suaranya mengeluhkan rasa sakit dan rintihan.


Aku tambah panik..akhirnya aku menyebut nama yang pasti ada selalu jika Rere ada masalah.


Aku mengancam mereka dengan kata-kata dan aku yakin mereka pasti takut dan gak akan mungkin membiarkan Rere menanggung semua sanksi.


aku akui mereka satu kelompok itu sangat kompak dan tak pernah ada saling menjatuhkan , mereka setia kawan.


Buktinya saja mereka satu kelompok handphonenya tak ada yang aktif hanya Rere saja yang aktif.


Akhirnya kumala yang bicara padaku dan menjelaskan kronologi kejadiannya.


Apa...? ucapku sangat keras ketika kumala bicara kalau Rere tertancap pisau dilengan kanannya bagian belakang .


Dan Rere tak sadarkan diri karena begitu banyak darah yang keluar.


YA ALLAH lindungilah Rere... kuatkan dia .


Kaki terasa lemas mendengarnya.. aku menangis beberapa saat , aku syok mendengarnya.


Aku buru-buru pulang kerumah untuk bicara dengan kedua orangtuaku... aku tidak tenang dengan semua ini.


Aku merasa bersalah tidak bisa melindunginya.


Aku melajukan mobilku dengan cepat , aku ingin segara sampai rumah.


Akan aku ceritakan semuanya dengan Umi dan Abiku.Aku hanya ingin cepat-cepat kelampung ingin mengetahui keadaan Rere secara langsung.


...Assalamualaikum Umi.., ummi...ummi dimana...


aku berlari mencari keberadaan nya...


Sampai aku mendengar suara ummi yang ada dibelakang rumah sedang menyirami tanaman.


Aku langsung memeluknya....


Kamu kenapa nak ? Ada apa ?

__ADS_1


ummi yang terlihat heran dengan sikapmu.


Aku mengajak ummi untuk duduk...menggenggam kedua tangan ummiku.


Ummi aku ingin pulang ke kota Lampung sekarang !!


Apa adikmu ada masalah disana ?


Tidak Mi , Mala baik-baik saja .


Terus kenapa kamu mau pulang ke Lampung sekarang nak ?


Apa kamu sudah ngomong dengan Abymu?


Aku belum bicara sama Abi , Ummi...tapi aku nanti akan bicara sama Abi.


Gadis yang pernah aku ceritakan ... sekarang dia sedang dirawat mi .


Boleh Yach Mi aku berangkat , Aku sudah pesan tiket dengan penerbangan jam delapan.


Siapa yang mau pergi ?...


tiba-tiba Abi sudah ada dibelakang kami...akupun menceritakan semua kejadiannya.


Aku berharap Abi mengizinkanku berangkat malam ini.


Lama aku menunggu Abi bicara...


Bolehkan yach Bi..Aku janji akan tetap berkonsentrasi dalam pembelajaran ku ini.


Jika aku tetap disini , aku tidak bisa konsentrasi dan fokus BI.


Baiklah Abi izinkan Tapi dengan syarat ...


Liburan nanti bawa dia , kemari kenal dia kepada Abi dan juga ummi.


Insyaallah ... semoga diberikan kemudahan.


Aamiin ya robbal ALAMIN...ucap kedua orangtuaku.


Aku mulai berkemas dan menyiapkan semua keperluan selama disana.


Semoga tidak terjadi apa-apa...


Jam tujuh malam aku berangkat menuju bandara...berharap jam penerbangan bisa maju.


Agar aku bisa cepat sampai Lampung.


Adzan isya berkumandang... aku melaksanakan sholat isya di mushola yang ada dibandara.


Tak berapa lama aku mendengar informasi pesawat tujuan Lampung.


Aku masuk kedalam pesawat dan menunggu pesawat take out.


Setelah beberapa jam akhirnya pesawat pun mendarat... buru-buru aku keluar dari bandara.


Pak ngebut Yach...ucapku pada sopir .


Andainya kamu tau perasaanku...betapa tersiksa aku memendam perasaan ini .


Apakah aku seorang lelaki yang galak...aku cuek dan dingin karena aku ingin menjaga hatiku untukmu dek.


Den sudah sampai...ucap sopirku


kulirik jam ditangan..ternyata sudah jam 23.35 menit.


kenapa hatiku jadi deg-degan Yach...


kumantapkan kakiku masuk kedalam...kuyakinkan hatiku.


Pak...pulang aja , nanti aku telpon kalau aku butuh..." bicaraku pada sopir " .


Baiklah Den.... saya pulang dulu. telpon saya kalau Aden butuh.


Kulihat Rully dan Alex berada diluar klinik...


Aku melangkahkan kaki masuk ke klinik.


Kulihat mereka nampak terkejut dengan kedatangan ku...mereka langsung berdiri dan


menyapaku.


mereka menyapaku dengan suara yang terbata-bata..


mereka tampak bingung dan gugup.


Namun kubuat sesantai mungkin menyapa mereka.


kutepuk pundak mereka.... Terimakasih sudah menjaga Rere.


Tetap seperti ini...menjadi teman yang saling peduli dan saling melindungi.


Antar kakak keruangan Rere...


Rully dan Alex mengantarkan ku keruangan dimana Rere dirawat.


ini ada buah-buahan buat kalian..." aku menyerahkan kantong kresek yang berisi buah-buahan.


Terimakasih kak " ucap mereka ".


Ini kak tempatnya...didalam ada Yuli sama kumala.


aku tersenyum menanggapi ucapan Alex

__ADS_1


Aku membuka pintu dengan perlahan ...Yuli dan kumala menengok bersamaan.


aku memberikan kode agar mereka tak berisik.


Bisa kalian tinggalin kakak disini..ucapku kepada mereka.


mereka pun hanya menganggukkan kepala.


Sekarang aku duduk disamping ranjang...kulihat tangan yang dibalut perban.


kupandangi wajahnya yang terlihat pucat.


Kamu cantik dek..memakai hijab seperti ini.


" gumamku dalam hati " .


Yul , tolong ambilkan aku minum...kok jam segini aku lapar Yach.


"ucap Rere yang tak menyadari keberadaan ku "


akupun hanya menyerahkan minum yang dia minta tanpa aku bicara.


Rere pun menerima gelas yang aku sodorkan dan langsung meminumnya.


Gimana keadaan mu , sudah baikan ?


Aku bertanya setelah Rere minum.


K..k..kak said ??..


ku lihat Rere yang begitu terkejut dengan keberadaan ku..


Aku hanya menjawab dengan menganggukan kepalakku dan tersenyum.


Kok kakak ada disini !


memang kenapa jika kakak ada disini ? kamu tidak suka !!?


Bu..kan..Begitu kak.., aku hanya..


Rere nampak gugup untuk berkata-kata.


aku hanya terkejut melihat kakak ada disini.


"ucapnya kembali " .


Jangan seperti ini lagi ya dek...jantung kakak rasanya mau pocot mendengar kabarmu.


Kakak tanya apa ,kamu jawabnya apa...


maa..aaf kak " rere hanya menunduk kan kepalanya.


...Katanya kamu mau menanggung semua sanksi teman-teman mu ,ehm ....


...kakak heran deh sama kamu...masalah sebesar itu kamu tidak ngomong kesalah satu senior disana , kamu kan juga bisa minta bantuan sama mereka....


Iya kak maaf aku tau aku salah. " ucap Rere kembali " .


Bagaimana sekarang keadaan lenganmu , apa masih terasa nyeri atau sakit ?


Masih nyeri kak ..." ucap Rere ".


nanti pagi kamu cek up kerumah sakit...untuk mengetahui kondisi lenganmu.


Tapi gak rawat inap kan kak...Rere takut sama Rumah Sakit kak , trauma.


kakak kan bilang kalau kamu itu cuma cek up..?


gak harus dirawat inap.


Mau Yach...kalau gak mau kakak akan kasih hukuman .


Iih kok gitu sih kak pake acara ngancem segala.


ujung-ujungnya ngancem juga.


ucap Rere yang cemberut.


Semua demi kebaikan mu ,dek...kalau gak digituin kamu gak mau nurut.


Katanya lapar , mau makan buah !!


kakak bawa buah , kakak kupasin Yach .


aku mengupas buah pir...lalu aku menyuapi nya.


Rere terlihat malu-malu menerima suapan buah yang aku berikan.


akhirnya beberapa buah yang ku kupas habis dimakan .


Walaupun Rere sempat mengeluh karena sudah kenyang.


Kak aku mau tidur...


Yach tidur aja kalau sudah ngantuk " ucapku santai".


Tapi kak...ucap Rere yang terlihat kaku.


Tenang dek ,kakak sudah jinak kok tidak akan gigit kamu.


kakak akan nungguin kamu disini.


Tidur lah biar besok bisa cek up di Rumah Sakit.

__ADS_1


MASIH BERLANJUT YACH


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA


__ADS_2