Cintai Aku Kasih

Cintai Aku Kasih
Sepuluh


__ADS_3

Jam sebelas malam Bayu baru pulang dengan berlahan - lahan dan hati - hati dia membuka pintu kamarnya.


Kamar nya Kosong tidak ada siapa2 di sana, Bayupun terkejut karna biasanya jam segini Kasih sudah tidur, dengan cepat bayu keluar dan memangil - mangil Bik Tina.


"Bik..bibik..!"


"iya tuan, saya sudah panaskan makanan nya kalau tuan mau makan


"saya gak mau makan bik.. saya mau menanyakan Kasih, kemana dia?


"oh.. tadi dia pamit kalau malam ini dia menginap dia di Boutiquenya Tuan dia mau lembur katanya..


"kasih..pasti dia sudah salah paham"


"oh ya udah bik..terimakasih ya..!


"iya tuan


Bayupun kembali kekamarnya dan mengambil ponsel nya dan segera menelpon Kasih.


"hallo...Kasih...?"


"ngapain nelpon?


"aku khwatir sama kamu."


"sejak kapan kamu perduli sama aku?


"kasih..aku tau kamu pasti marah sama aku?


"aku bukan cuma marah sama kamu tapi aku benci sama kamu, kamu sudah tau kan dari dulu..!"


"Kasih aku jemput sekarang ya..!


"gak usaah..aku gak mau pulang..!


"tunggu di sana aku segera datang..


setelah ngomong seperti itu Bayu langsung mematikan telpon nya dan langsung meraih kunci mobil nya dan segera pergi menuju Boutique Milik Kasih.


Kasih geram memandangi ponsel nya yang masih di tangan nya.


* * * * *


Kasih Buka pintunya..!" terdengar dari luar suara memanggil, dengan malas kasih membuka pintu Boutiquenya


"ngapain sih kamu kesini?"


"ayo kita pulang!"


"gak mau?"


"Ayolah jangan kayak anak kecil gini?


" apa... kamu bilang aku kayak anak kecil? Kasih memandangi wajah bayu dengan geram


"kalau bukan anak kecil kenapa pakai ngambek seperti ini?


"aku gak ngambek, aku sengaja mau tidur di sini!"


"gak usah bohong, aku udah tau semuanya


"tau apa?"


" udhlah ayo kita pulang..!"

__ADS_1


"aku bilang gak ya gak..!"


"aku bilang kita pulang titik. dengan cepat Bayu menggendong Kasih


"apaan sih lepas..gak..teriak kasih , tapi lengan Bayu terlalu kuat sehingga kasih pasrah .


Bayu memasuk Kasihke dalam mobil dan mengunci mobil nya sehingga Kasih tidak bisa keluar, Bayu segera mengunci Boutique kasih dan Masuk ke mobil.


"kamu kenapa sih Bay?


"udah deh..kamu nurut aja"


"enak aja , emang nya siapa kamu?


"kamu lupa aku suami kamu!"


"suami pura - pura" jawab kasih cepat"


Bayu terdiam sesaat mendengar ucapan Kasih.. di liriknya sebentar kemudian Bayu pun langsung menjalan kan mobilnya.


Sampai di Rumah kasih berjaln dengan cepat menuju kamar nya


"Kasih tunggu.. kita perlu bicara kata Bayu sambil berlari sambil menaiki anak tangga rumahnya menuju lantai dua di mana kamar mereka berada.


"kasih sepertinya kamu sudah salah paham sama aku!"


"maksud kamu apa aku gak ngertil


"sudah lah gak usah pura - pura kamu, aku sama Renata itu cuma sebatas teman biasa gak lebih"


"oh namanya Renata ya.." jawab kasih ketus


"iya dia teman aku waktu SMA aku cuma bantu dia aja Kamu gak usah cemburu


"siapa yang cemburu.. Aneh kamu..


"perasaan kamu aja kali..."


"udhlah..ngaku aja.. aku.. sebenarnya... belum sempat Bayu meneruskan kalimatnya


tiba - tiba suara ponsel bayu berdering di lihatnya layar ponselnya "Renata Memanggil"


Sebelum mengangkat telpon nya Bayu melihat ke arah Kasih sebentar , kasih juga memandangi wajah Bayu dengan muka masih terlihat kesal.


"iya Renata ada apa?


"Bayu tolong aku hik.. hik.. terdengar suara Renata menangis..


"iya ada apa Bayu cemas mendengar Renata terisak isak..


"Naya bay..Naya..


"ada apa dengan Naya... ?" Bayu khwatir sekali kedengaran nya


"Naya sesak nafas..


"ok..tunggu ya..jangan panik aku segera kesana.." tanpa berpamitan dengan Kasih Bayu segera meraih jaket nya dan kunci mobil dia segera berlari turun ke bawah menuju Mobilnya.


Sementara Kasih semakin kesal melihat Bayu pergi tanpa memperdulikan dirinya.


"tukan katanya bukan siapa - siapa, ah.. sudahlah..Batin Kasih sedih.. dengan berlinang air mata kasih membaringkan dirinya di tempat tidur .


* * * *


"Renata... Renata.. Panggil Bayu sambil menerobos masuk ke dalam rumah

__ADS_1


"Bayu.. tolong... ! teriak Renata sambil berurai air mata.


Dengan cepat Bayu mengendong tubuh Naya yang terbaring lemah.. dan membaringkan nya di dalam mobil , dengan cepat Renata mengunci pintu rumah nya dan segera masuk mobil dengan lembut Renata mengangkat kepala Naya dan mbaringkan nya ke pangkuan nya.


"Ayo bay cepat.."


"iya Ren ..!"


Mobil Bayu melaju dengan cepat di gelapnya malam.


Tidak lama merekapun sampai di Rumah sakit dengan cepat Bayu mengendong Naya setengah berlari Bayu membawa Naya masuk , Renata mengikuti Bayu dari belakang sambil berteriak memanggil Dokter.


"Dokter... tolong anak saya.. teriak nya.. Dokterpun menghampiri mereka


" ada apa ini?


"anak saya dok. tiba - tiba sesak nafas.."


"baiklah cepat bawa ke UGD! " perintah Dokter itu


"Merekapun berjalan dengan cepat menuju ruang UGD Rumah sakit itu.


Dengan hati - hati Bayu membaringkan Naya di Ranjang Ruang UGD, dengan cepat seorang dokter memeriksa Naya dan beberapa perawat dan suster membantu dokter memasang alat - alat Ke tubuh kecil Naya.


"maaf bisa tunggu di luar" kata dokter


" baik dok.. Bayu membawa Renata ke luar dari ruangan UGD.


"sudah lah jangan Menangis Hibur Bayu sambil memegang kedua pundak Renata


"Hik..hik..hik... suara tangis Renata pecah di dekap nya Bayu , Bayupun membiarkan Renata menumpahkan kesedihan nya dalam pelukannya.


"Naya pasti Baik- baik saja Ren.."


"aku takut..


"tidak usah takut..sudah ada dokter yang menangani Naya.. Serahkan semuanya sama Yang di atas.


Berlahan - lahan Renata mengangkat kepalanya dan menjauh dari pelukan Bayu. " maaf katanya kemudiam


"tidak apa - apa Ren , aku mengerti


"maaf Bayu.. aku sudah merepotkan mu malam- malam seperti ini


"sudah lah Ren..kamu jangan sungkan, aku senang bisa bantu kamu.


"terimaksih Bay.. kalau tidak ada kamu, aku tidak tau lagi harus minta tolong siapa lagi, makin ke sini papa nya Naya semakin tidak perduli,


"Sudah lah Ren.. kamu mendingan duduk, tenangkan pikiran kamu, semuanya pasti akan baik - baik saja Naya anak yang kuat."


Dengan Lemah Renata menghampiri kursi yang ada di depan ruang UGD dan diapun menghenyakan dirinya di kursi itu, dengan kedua tangan nya Renata menyeka air matanya nya terus mengalir dari sudut matanya.


Bayu mendekati Renata dan memberikan sapu tangan nya pada Renata.


"Ambilah.. perintah nya!"


Dengan muka memelas Renata memandangi Laki - laki yang berdiri di hadapan nya


Karna lama Bayupun meraih tangan Renata dan menaruh saputangan nya ke tangan Renata.


"terimakasih Bayu...!"


Renata kemudian menghapus air matanya yang membanjiri pipinya dengan saputangan yang di berikan Bayu padanya.


Renata tertunduk lemah sambil mulutnya komat kamit berdoa menunggu dokter keluar dari ruang UGD. Dengan Harapan kabar baik yang akan dia terima

__ADS_1


Bersambung...q


__ADS_2