
Bayu kembali ke kantor dia duduk di kursi Direktur nya , dia memikirkan kata - kata Renata yang menarik Perhatian nya yaitu Lebih baik pergi daripada tetap bersama tapi hatinya untuk orang lain.
kembali dia memikirkan pernikahan nya yang tidak ada kemajuan. Terlintas dalam benak nya untuk menceraikan Kasih.
Bayu kemudian meraih jasnya dan pergi meninggalkan kantor dan kembali ke rumah nya.
"bik Kasih sudah pulang?" tanya nya kepada pembantu nya.
"belum tuan"
Bayupun naik ke lantai atas, dia segera mandi dan berganti pakaian. Tidak lama kemudian Bayu turun lagi ke bawah.
"bik kalau kasih datang bilang kalau saya keluar!"
"baik tuan!"
Dengan cepat Bayu melangkah pergi dia pergi ke Rumah sakit, tidak lupa dia singgah membeli makanan untuk Renata , dan boneka untuk Naya .
Di rumah sakit terlihat Renata sedang duduk termenung seorang diri. Bayupun segera menghampirinya
" Ren.. sapa Bayu..
"Bayu.. gumam Renata sedikit terkejut karna tidak menyangka Bayu akan datang lagi Kerumah Sakit.
"kamu ngapain ke sini?"
"ya aku mau melihat ke adaan Naya..
" Dia masih di ruang Operasi.
"oh.. begitu? ini Ren kamu pasti belum makan kata Bayu sambil menyodorkan kantong plastik yang berisi makanan yang di belinya tadi di perjalanan.
"tidak usah repot - repot , aku gak apa- apa.
"Abil lah...!! kamu butuh mkan biar kuat Jagain Naya.
"terimaksih.. Jawab Renata singkat sambil menerima bungkusan yang di sodorkan Bayu di hadapan nya.
"Ayo kita ketaman depan biar kamu bisa makan dengan tenang.
Mereka pun meninggalkan Rumah sakit dan pergi ke taman RS yang terletak di depan Gedung RS itu.
Renata pun membuka bungkusan , yang di bawa Bayu..
"Bayu.... kamu masih ingat aja makanan kesukaan ku.
"aku tidak pernah lupa Ren" kata Bayu sambil tersenyum.
"terimaksih ya...!
"kamu mau..?"
" itu aku bawakn khusus buat kamu, aku sudah makan di rumah.
"ini Boneka untuk Naya..
" Sekali lagi terimaksih banyak.. kata Renata sambil menerima boneka Dora Emon yang di berikan oleh Bayu.
"Istri kamu tidak apa - apa kamu ke sini.
" dia belum pulang waktu aku pergi ke sini., tapi dia tidak akan marah..
__ADS_1
" ya aku takut kalau kamu sering ke sini, istri kamu akan marah, apalagi kalau dia tau kalau kita dulu pernah dekat.
"percayalah sam aku Ren , dia sama sekali tidak akan marah, jadi kamu jangan cemaskan itu, pikirkan saja, ke sehatan anak mu!"
" baiklah..
"Sebentar lagi Naya selesai Opreasi, aku mau masuk dulu.. kamu sebaiknya pulang saja.
"tidak aku masih mau di sini, aku mau melihat ke adaan Naya dulu..ini juga baru jam 9 malam.
Renatapun tidak bisa berkata lagi, dia pun mengijinkan Bayu mengikuti nya.
Renata mondar mandir di depan ruang opresai , perasaan nya cemas, tidak tenang ,takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Naya Anaknya.
sambil mulut nya terus komat kamit berdoa.
Sedangkan Bayu Duduk di kursi yang terletak di depan Runag Operasi itu
"Ranata sebaiknya kamu duduk di sini, Naya pasti akan baik - baik saja.
"aku takut Bayu!"
Ruang Operasi pun terbuka, seorang dokter keluar, Renata dan Bayu segera menghampiri Dokter itu
"bagaimana ke adaan anak saya dok..kata Renata tidak sabar
"Kami sudah berusaha semampu kami, buk, pak.. dan oprasinya berjalan dengan lancar, hanya saja dia belum sadar."
"terimaksih dokter.. kira - kira berapa lama dia baru akan sadar?
"sekitar satu jam lagi. Baiklah kami akan memindahkan nya ke ruang perawatan"
"baik Dok.. " terimaksih Tuhan..!" bisik Renata
Air mata Renata mengalir deras melihat anak nya terbaring lemah seperti itu.
"kamu harus kuat ya sayang" bisik nya, Bunda sayang kamu Nay.
"Renata aku pulang dulu ya.. Besok aku ke sini lagi"
Renata hanya bisa mengangguk "terimaksih Bayu"
" iya Renata"
Bayupun meninggalkan Rumah sakit itu dan segera pulang.
* * * * *
Ketika Bayu sampai di rumah , di lihat nya Kasih sudah tertidur pulas sekali, Bayu mendekati tempat tidur dan Duduk tepat di samping Kasih yang terlelap.
"Kasih kenapa kalau kamu tidak ada di rumah pas aku pulang kerja seperti hari ini, rasanya ada yang kurang, apa aku sudah jatuh cinta sama kamu?
"walaupun setiap kita bicara kamu selalu ketus dan cuex, tapi aku sudah terbiasa dengan semua itu.
Di pandangi nya wajah istrinya itu dalam - dalam ,terlihat Bayu tersenyum, tangan nya ingin memegang pipi kasih, tapi kasih tiba - tiba menggeliat, dengan spontan Bayupun menarik tangan nya. Membatalkan niat nya untuk megelus pipi mulus Kasih.
Diapun segera membaringkan tubuhnya di samping kasih.
Ketika Kasih terbangun dia mendapati dirinya sedang memeluk Bayu, dengan cepat dia menarik tangan nya. "aku apaan sih ko bisa tangan ku memeluk nya " bisik nya dia pun segera beranjak dari tempat tidur .
Kasih kemudian turun ke dapur melihat Bik tina yang sedang sibuk membuat sarapan.
__ADS_1
" bik tolong buatkan coklat panas.."
"Baik bu"
Kasih duduk sambil mengolesi rotinya dengan selai stroberry dan berlahan lahan dia memakan nya dan minum coklat panas yang barusan di buatkan bik tina.
Bayu terlihat sudah rapi , berjalan menghampiri meja makan dan duduk di hadapan Kasih.
" Permisi tuan ,ini kopinya"
"terimakasih bik"
" hari minggu ini kamu mau kemana? pagi - pagi udh rapi,
Tumben banget ,kasih mau nyapa batin Bayu mimpi apa dia semalam?"
"emm.. aku mau jengguk anak teman di rumah sakit?"
"oh..
"kamu mau ikut?
" gak ah malas..aku mau ketemuan sama Amara.
"kalau gitu aku berangkat dulu ya.."
Kasih hanya memgangguk..dan dia kembali kekamarnya, kasih duduk di tempat tidurnya sambil berpikir, memikirkan hubungan nya bersama Bayu
"apa aku menyerah saja dengan berusaha menerima kenyataan kalau dia sekarang suami ku" bisik Kasih
"lagian kalau di pikir - pikir dia tampan juga dan baik , selama ini dia tidak pernah sekali pun bicara kasar, dan berbuat tidak sopan teehadap ku.
"iya sebaik nya aku memberikan kesempatan untuk diriku, untuk bersikap baik terhadap Bayu, aku capek menyimpan rasa dendam dan amarah Batin Kasih.
"Baiklah sebaiknya sekarang aku mandi dan Menemui sahabat ku Amara gumam nya.
* * * * *
"Amara.. aku memutuskan untuk belajar membuka hati untuk Bayu, kata Kasih ketika dia bertemu dengan Amara di sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong.
"nah...gitu dong... ini baru namanya berita Bagus..
"iya Mar..aku capek bersikap kasar, ketus, cuex sama dia.
"bener tu..gak ada untung nya kamu menyimpan dendam, Capek sendiri kan. Lagian kan semuanya bukan salah Bayu seutuhnya juga"
"iya Mar aku terlalu egois sama dia.."
" menurut aku ya Dafa meninggal karna kecelakaan itu ya karna karma udah menghianati kamu,itu hukuman yang setimpal sih menurut aku bener gak?"
" Kamu tau kan Mar.. aku sayang banget sama Dafa, walupun sudah sering kali dia selingkuh.
" Apa... dia udah sering selingkuhin kamu?
"iya Amara.. aku marah, aku kesal tapi aku juga gak bis kalau kehilangan dia.
" Tuhan tau yang terbaik buat kamu , makanya dia mengirim Bayu buat kamu. Bayu itu ganteng, tajir melintir, udah gitu baik lagi gak macam2 orang nya. Coba kalau kamu masih bersama Dafa , kamu pasti sering di sakitin sama dia.
Kasih terdiam mendengar celoteh sahabat nya itu, semuanya benar apa yang di bilang Amara tetang Dafa dan Bayu.
Setelah Lama mereka di situ, dua sahabat itupun beranjak pergi.
__ADS_1
Bersambung...