
Dirumah sakit!!
" banyak pertanyaan yang harus aku berikan kepada mereka" ucap putri sebari berjalan kencang di rumah sakit. dia bertanya kepada salah satu perawat
" mba. saya mau tanya ruangan pak raffa / Raffi aditya pratama dimana ya? " tanya putri
" lantai 3 viv 3 . ruangan itu banyak penjaga nya mba silahkan izin disana" jawab perawat. putri hanya menganggukan kepala dan segera ke tempat yang perawat itu katakan. Terlihat di depan ruangan seseorang yang putri kenal. Putri menghampiri nya dari belakang..
" hai kau " teriak putri. yang membuat pengawal dan raffi terkejut. dan membulatkan mata mereka.
" Putri" dalam hati raffi. putri menghampiri raffi.
" kenapa kaget? jangan lupa anda yang beritahu saya ttg rmh skt ini. saya mau bertanya anda Raffa atau Raffi? " teriak putri yang membuat raffi kaget.
" maksud kamu apa? " sabari memegang tangan putri. putri menepiskan pegangab raffi.
" kamu raffi bkn raffa. karena aku tidak melihat cincin ka raffa ditanganmu" dengan memegang tangan raffi.
" kenapa kamu bohong sama aku? apaa salahku? aku selalu merasa jauh dengan ka raffa padahal kamu ada didekatku. ternyata ini " ucap putri dengan tangis yang mengalir di pipinya.
" iya ok ok gue bkn Raffa. gue Raffi puas lo!! jawab Raffi menjdikan dirinya diri sebnernya .
putri sudah tidak kaget lagi karena dia tau.
" lalu dimana ka Raffaku? " kata putri
raffi diam tidak menjawab. putri memegang wajah raffi dan berkata " Dimana ka Raffa gue ? dmnaaa? tanya putri
tiba tiba dokter keluar dari ruangan raffa. dan memanggil keluarga Raffa.
" gimana kaka saya dok" kata Raffi
__ADS_1
" ka raffa sadar dok? " lanjur putri dengan tangisan.
" pak raffi mba. pak Raffa sadar hanya keadaannya lemah harusnya kami sekarang melakukan tindak operasi kembali. tapi" kata dokter
" tapi apa dok? jawab" kata putri
" kita tidak bisa melakukan tindakan operasi karena kondisi Pak Raffa yang sangat lemah. kita tidak mau ambil resiko. kita hanya menunggu keajaiban Tuhan. Maaf pak mba" kata dokter sabari meninggalkan Raffi dan putri.
Raffi dan putri masuk ke ruangan Raffa. Raffa yang telah sadar bahagia melihat Putri ada didekatnya.
Raffa : " kenapa kamu disini sayang? " dengan senyuman
Putri. : " kaka jangan banyak bicara. kaka lagi sakit"
Raffa : " km sudah tau semuanya de? "
putri mengangguk dan memeluk Raffa dengan tangisan terisak isak.
Raffa : " Raffi putri boleh kah aku meminta sesuatu jika aku pergi? "
Raffi : " kaka. kaka kenapa bilang gitu. kaka akan sembuh. jangan berkata seperti itu. siapa yang akan menasehatiku jika kk tidak adaa lagi? "
putri : " kaka aku menyayangimu ka" dengan tangis yang belum berhenti
Raffa : " kalian mau berjanji padaku? "
Raffi :" apa itu ka?
Raffa : " kamu harus menikah dengan putri dan hidup bahagia dengan penuh cinta " senyum Raffa.
Putri : " kaka mana mungkin aku akan menikah dengan dia. aku tidak mencintainya. aku mencintai kaka " dengan memeluk tangan Raffa yang tidak dilepas putri
__ADS_1
Raffa : " sayang awalnya km juga ga sayang sm kk. tp dengan beriring nya waktu kamu mencintai kk kan? lakukan lah hal yang sama kepada Raffi. dan kamu Raffi bahagiakan putri jangan buat dia meneteskan air mata. aku akan sangat bahagia jika kalian bersama. tolong jaga putri Raffi. aku menyayangi kalian. aku mau kalian bersatu selamanyaaaa"
tangan Raffi menjadi lemas matanya tertutup dan terdengar suara tut tut tut tut garis lurus di alat rumah sakit. dan membuat Raffi juga Putri berteriak memanggil nama Raffa dan menangis bersama.
" ka raffa jangn tinggalin Raffi kaaaaaaa"
" Kaka jangan tinggalin ade ka, ade sayang sm kaka. ka bangunn" putri menangis histeris hingga terjatuh pingsan
brugg!!!!
Raffi yang kaget segera mengendong putri dengan meminta tolong perawat untuk membawa putri keruangan perawatan untuk di cek kesehatannya.
Raffi yang benar benar frustasi.
dia teriak teriak sekencang kencangnya.
para penjaga yang menjaga rumah sakit saat Raffa sakit menghubungi Aditya Pratama dan memberi kabar buruk kepada tuan besarnya.
Raffi yang sulit berfikir lupa memberi kabar meninggal Raffa kepada ayahnya.
diruangan lain
putri sudah tersadar. dan kembali menangis. lalu Raffi datang..
" maaf kan aku. aku berbohong tapi tolong jangan menangis.akupun bersedih kaka pergi secepat ini" ucap Raffi sabari memeluk Putri. putri tidak sadar akan pelukan Raffi. ia hanya butuh ketenangan ..
keesokan harinya Raffa di makam kan karena Raffa meninggal saat malam hari. jadi sulit untuk menguburnya. setelah di kubur. dan di beri doa.
putri terus berdiri di Batu nisan Raffa.
" kamu pasti bisa Putri. kita bersama sama mencoba mengikhlaskan ka Raffa " kata Raffi kepada putri dengan memeluk putri.
__ADS_1