cintaku untuk si kembar

cintaku untuk si kembar
berkhianat..


__ADS_3

di rumah aldi


putri dan rumi di sore itu sedang menonton televisi. sedangkan aldi belum pulang dari kantor. perut putri yang sudah memasuki kandungan 7 bulan mulai merasakan tidak nyaman saat duduk..


" kmu kenapa intan? " tanya Rumi


" aku ga enak ka. mungkin efek perutku semakin besar" kata putri


" iya putri kamu terlihat lebih besar skrg hehe " kata rumi


" selamat siang pemirsa kita akan melihat bagaimana hubungan antara raffi aditya pratama pewaris tunggal perusahaan besar yang akan menikah dengan berlin anak dari pengusaha batu bara di negara N (maaf tidak disebut negaranya hehe) "


rumi dan putri kaget dan langsung saling berpandangan..


perlu di ketahui ya untuk pembaca.


berlin adalah anak angkat dari pengusaha batu bara tersebut yang telah memiliki 3 orang anak. dan berlin adalah anak terakhir. berlin merasa dia tidak akan mendapat warisan banyak karena sang ayah pasti akan membagi warisan tersebut akan lebih banyak ke anak kandungnya . jadi berlin selalu mencari lelaki kaya agar selalu memenuhi keinginannya yang sangat hobby belanja barang barang yang sangat mahal. berlin menjalin cinta dengan raffi sebelum raffi bertemu putri ..tapi hubungan berlin dan raffi kandas karena memilih laki laki kaya yang lebih dari Raffi pada saat itu berlin belum tahu kalo raffi adalah pewaris tunggal pengusaha terkaya di asia tenggara tsb.. setelag berlin tau Raffi akan jadi pewaris dia melakukan hal utk mendapatkan Raffi dan menyingkirkan putri.


" jadi dia mengkhianatiku " kata putri dalam hati..


" **saya adalah calon istri dari Raffi kami akan menikah 2 bulan lagi " kata berlin dlm wawancara di tv


" istri Raffi aditya pratama pergi dan meninggalkan Raffi untuk laki laki lain yang tengah dikandung istri Raffi. dia hamil bukan dari suaminya.." kata berlin dengan senyumnya dan tangan yang melingkar di tangan Raffi**


raffi hanya diam di tv dan tersenyum dengan mengangguk karena Raffi masih berfikir putri seperti itu tapi tidak bisa di pungkiri hatinya masih memikirkan putri.


" padahal udah aku simpen hadiah dari putri buat Raffi di tempat kejadian biar dia sadar tapi ko malah tetep percaya sm si ular berbisa kepala dua itu sih" gumam rumi dlm hati


putri yang tidak kuat menahan tangis langsung pergi ke kamarnya, tanpa pamit ke rumi.


" intannn" kata rumi berteriak..


" rumi ada apa? " tanya aldi yang baru saja pulang ke rumah.


" intan sedih karena berita itu ka" kata rumi


" istri saya tidak mau terlihat oleh orang orang mungkin karena dia memang berselingkuh dan sekarang lari dengan selingkuhanya juga anak yang dikandungnya" tutur Raffi di tv


" laki laki gilaaa.. " kata aldi dan langsung mengejar putri ke kamar lantai atas yang terdapat kamar putri..


putri telah sampai di kamar dan terdapat piano di kamarnya. karena memang dia suka bernyanyi memainkan piano jika bosan. putri langsung duduk di piano dan menyanyikan lagu


Aku percaya kamu


Tapi lagi-lagi kau bohongiku


Kau telah tipu aku


Aku menyayangimu


Tapi lagi-lagi kau sakitiku


Kau telah khianatiku


Tak pernah ku sangka kau telah berubah


Kau membagi cinta dengan dirinya

__ADS_1


Aku yang terluka, sungguh aku kecewa


Entah apa yang merasukimu


Hingga kau tega mengkhianatiku


Yang tulus mencintaimu


Salah apa diriku padamu


Hingga kau tega menyakiti aku


Kau sia-siakan cintaku


Aku menyayangimu


Tapi lagi-lagi kau sakitiku


Kau telah khianatiku


Tak pernah ku sangka kau telah berubah


Kau membagi cinta dengan dirinya


Aku yang terluka, sungguh aku kecewa


hiiks hiks


Entah apa yang merasukimu


Hingga kau tega mengkhianatiku


Yang tulus mencintaimu


Salah apa diriku padamu


Hingga kau tega menyakiti aku


Kau sia-siakan cintaku


Entah apa yang merasukimu


Hingga kau tega mengkhianatiku


Yang tulus mencintaimu


Salah apa diriku padamu


Hingga kau tega menyakiti aku


Kau sia-siakan cintaku


Entah apa yang merasukimu


Hingga kau tega mengkhianatiku


Yang tulus mencintaimu

__ADS_1


Salah apa diriku padamu


Hingga kau tega menyakiti aku


Kau sia-siakan cintaku


Kau sia-siakan cintaku


" ka Raffi kenapa tega menjadi pengkhianat. " putri menangis dengan kencang ..


rumi datang dan langsung memeluk putri. putri membalas pelukan rumi


" intann aku tau kamu terluka. tapi kamu harus kuat demi bayi kamu dan kamu akan memberi pelajaran kepada mereka yaa " kata Rumi menguatkan putri


" namaku tercemar ka dan aku terluka saat dia berkata seperti itu dia juga mengkhianati aku dan bayinya " kata putri sabari menangis


" sudahlah intan jangan menangis untuk laki laki berengsek seperti dia " kata aldi yang muncul dari kamar putri


" ka aldi" kata putri melepaskan pelukan rumi


" sejak kapan kaka disitu? " kata putri


" sejak kamu nyanyi. ternyata suara kamu bagus ya. kaka jadi punya ide baru" kata aldi .


" ide apa? " tanya rumi yang saling melihat dngan putri


" nanti aja sekarang kamu harus liat dulu kebawah yuu" kata aldi bersemangat.


" ada apa dibawah ka?" tanya putri


" hayu kebawah dulu aja" kata aldi dengan menarik pelan tangan putri dan rumi.


putri turun ke bawah bersama rumi dan aldi..


" ka ini apa ? " kata putri kaget yang melihat banyak tumpukan peralatan bayi


" ini untuk anak mu " kata aldi


" tapi ka ini berlebihan dan lagi pula aku terlalu merepotkan kaka" jwb putri..


"putri aku kehilangan istriku dan calon anak ku 3 bulan yang lalu bahkan aku blm melihatnya utk terakhir kali aku tidak punya siapa siapa lagi selain rumi. dan kamu hadir dengan calon bayimu..bisakah aku menganggapnya anakku juga tolong untuk menghapus luka kehilanganku putri " kata aldi


" dia intan kaa jangan lupa" ralat rumii


" iya intann " jwb aldi


" baiklah ka makash yaa.." kata putri


" boleh kah aku meminta permintaan " kata aldi menatap putri.


putri mengangguk.


" aku ingin di panggil ayah nanti saat bayi kamu lahir. agar aku bisa melupakan luka ku" kata aldi


" boleh ka " kata putri.


putri yang awalnya kager menjdi tersenyum. karena bagaimanapun aldi dan rumi adalah penolong dirinya saat dia hampir kehilangan nyawa batin putri

__ADS_1


__ADS_2