
hari demi hari telah di lewati Raffi mengalami kegundahan yang sangat dalam penyesalannya membuatnya tidak fokus menjalani harinya..
" kenapa gue ga bs lepas dari istri si aldi itu. gue yakinn dia putri tapi ko klo liat langsng itu kayak bukan putri . itu intan . jelas semua orang panggil dia intan " kata Raffi..
drrrrrtttttt drttttt!!!!!
" pak saya sudah menemukan bukti bahwa istri pak aldi sudah meninggal " katanya di sebrang sana.
" apa??" teriak Raffi..
" i..iyaa.. i..yaaa pak. ternyata istri pak aldi yang bernama intan telah meninggal. ".
" lalu skrg yang tinggal bersamanya siapa? "
" saya belum bs pastikan dia siapa pak. tapi yang tertera di bukti saya ibu intan telah meninggal dalam keadaan mengandung."
" tapi makamnya ituu .."
" knapa makamnya hah? " tanya raff berteriak
" makam nya ibu intan sepertinya makam mantan istri bapak "
" apa ? " raffi kaget
langsng mematikan tlpnnya
" skrg aku mengerti semua ini" gumam raffi dlm hati
di kantor !!
" mass ? " tanya intan ke aldi
" iya sayang kenapa? "
__ADS_1
" akhir akhir ini aku merasakan ga enak hati gitu mas. entah kenapa aku takut jika Raffi tau aku yang sebenarnya..
" tidak akan sayang tenang saja. sekalipun Raffi tau kamu mantan istrinya dan anakanaknya masih hidup mas gakan biarkan dia merebut semua yang telah kita bangun " kata aldi dengan landang
intan hanya mengangguk..
tidak disadari oleh intan dan aldi sedari tadi Raffi berdiri di dpn ruangan aldi dengan pintu yang blm sepenuhnya tertutup.
deg deg!!!
" jadi dia putri dan anak anaknya. adalah anakuu, aku akan mengambil hakku kembalii " gumam raffi dan mengepalkan tangan nya . Raffi kembali ke kantor nya sendiri . awalnya dia ingin bertanya kepada aldi dengan baik baik tapi saat mendengar pembicaraan mereka Raffi merasa emosi yang tidak tertahan..
" berlinnnn perempuan itu. dia harus bertanggung jawab atas penderitaanku, putri dan anak anakku " gumam Raffi dalam hati.
kruk krukk
" perutku lapar, aku sebaiknya pergi ke resto untuk makan dulu akan kupikirkan cara lain utk mendpatkan anak anakku" kata Raffi
di resto raffi tidak sengaja bertemu Raffa dan juga Rissa
" loh kalian disini juga " sapa hangat Raffi kepada Raffa dan Rissa yang telah dia tau anak anaknya
" rasanya ingin memeluk kalian tapi ini bukan waktu yang tepat" gumam Raffi dlm hati
" mau makan om masa mau maen tinju " sahut Raffa jutek.
" eh kaka ko bilang gitu sih sm om Raffi temen papa om raffi itu coba lebih dewasaa dari kita. maafin ka Raffa ya om " kata Rissa sabari mencium tangan Raffi
" iya gapapa ko Rissa " kata Raffi
" ngampain mnta maaf ke dia Rissa, kaka ga suka sm laki laki yang suka caper caper ke bunda " sahut Raffa jengkel.
" kakak" teriak kecil Rissa dengan mencubit Raffa.
__ADS_1
" yaudh gapapa ko. kalian mau makan disini mau bareng sm om? gimana klo om trakrit kalian " kata Raffi.
" ga perlu om uang kita yang di kasih ayah cukup malah lebih buat kita makan jajan " kata Raffa ketus
" aduh kaka ini kenapa sih? iya om ayo. rissa mau ko ka raffa juga mau ko iya kan kaaaa " kata rissa sabari menginjak kaki Raffa
" iya deh iya buat Rissa demi Rissa aja kaka mau " kata Raffa ketus sabari menyilangkan tangan di dada.
" Raffa mirip denganku dulu saat bersama ka Raffa, " gumam Raffi dalam hati
" yaudah ayo kita makan " kata Raffa
mereka duduk makan di resto
" kalian mau makan apa? "
" aku mau mie ramen korea pake udang pake telor aja om " kata rissa
" minum nya air putih dan juss jeruk " lanjut rissa lagi
" Raffa ? " tanya Raffi
" mau sama kayak Rissa ? " tanya Raffi lagi
" iya samain aja om, tapi jangan pake udang ya. kan ka Raffa alergi" kata Rissa
" alergi udang ? "
" wah kita sama ya " kata Raffi
" oh iya ? baru kali ini aku sama kayak orang lain om. " kata Raffa datar.
" jutek dinginnya Raffa sama sekali denganku dulu. andai disini ada putri kami akan menjdi keluarga bahagia " kata Raffi dalam hati sambil tersenyum kepada Raffa dan Rissa ..
__ADS_1