
...Jika kesatria putih tidak bahagia... Maka, biarlah kesatria hitam yang menggantikannya....
Awan mendung yang suram menutupi bintang-bintang di cakrawala pada malam itu, disusul raungan guntur yang dengannya langit tak henti-henti menangis, menumpahkan air yang menghujani dunia.
Di balik kaca jendela sebuah kamar besar yang gelap, nampak seorang remajaㅡkedua matanya sembabㅡduduk diam di kursinya, menelisik layar hologram yang ter-proyeksi dari laptop di hadapannya.
Ia memutar ulang sebuah video singkat yang menampilkan sesosok remaja yang tengah berbaring lemah di atas ranjang tidur, remaja di dalam video itu wajahnya sangat mirip dengannya, tetapi usianya jauh lebih muda darinya.
"Kak Ariel, sampai saat dimana aku tidak bisa membuka kedua mataku lagi, ku ingin kakak tahu bahwa aku amat sangat menyayangimu."
"Apapun yang nantinya terjadi padaku, ku mohon kakak jangan menyalahkan apalagi sampai membenci ayah dan ibu, 'ya kak."
"Aku benar-benar ber-terimakasih pada Tuhan karena punya kakak yang sangat baik dan perduli pada adik beban juga penyakitan sepertiku."
"Oh iya... Apa kakak tahu Clan-online? Aku salah satu peserta beta-testernya 'loh"
"Dan apa kakak tahu? Aku satu-satunya peserta yang berhasil mencapai Puncak tertinggi dari yggdrasil, kak!"
"Bukankah aku hebat? Hehehe..."
"Ku dengar, sebentar lagi Clan-online bakalan rilis resmi, aku jadi semakin penasaran."
"Hmm... Tapi, mungkin saja aku tidak akan sempa-..."
"Ahh... Bicara apa aku ini."
"Heheh... Maaf-maaf, ku tahu kalau kakak tidak suka membahas video game."
__ADS_1
"Tapi kak... Avatar yang ku buat dan ku pakai berpetualang disana, itu ter-inspirasi darimu 'loh."
"Kesatria putih... dia itu kuat, dia juga pemberani dan baik hati, tampan juga sangat cerdas. Sama sepertimu 'kak, kesatria yang pernah aku temui di dunia nyata."
"Hmm... Ini mungkin memang permintaanku yang paling egois, tapi ku harap.... Suatu hari nanti, kakak mau menggantikanku memainkan avatar yang aku buat di clan-online."
"Kesatria jiran putih Ariel, yang terkuat dan tidak pernah kalah."
****
Di bagian akhir dari video singkat itu, remaja lemah yang di tubuhnya penuh alat bantu medis seperti selang-selang oksigen dan pendeteksi denyut jantung, ia tersenyum lebarㅡseperti lepas dari beban berat yang selama ini dia pikul.
Video singkat berdurasi kurang lebih 3 menitan itu adalah video sekaligus pesan terakhir yang ia buat untuk kakaknya, sebelum ia meninggal beberapa hari lalu.
remaja yang baru saja selesai menonton video singkat kiriman dari adiknya itu bergumam pelan sambil menyeka setitik air yang menggenang di sudut matanya.
Layar proyeksi dihadapnnya berhenti memutarkan video tadi dan mati dengan sendirinya, kembali lagi ke suasanan kamar yang gelap.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Perang suci Ragnarok hampir mendekati akhir.
25 kesatria terkuat di midgard Aliansi tujuh sumpah, sekarang hanya tinggal menyisakan 7 orang saja yang masih bertahan hidup.
Air muka kesemuanya nampak sangat kacau, letih. Baju dan segala macam perlengkapan senjata yang menemani mereka selama perjalanan pun sudah mulai tampak usang.
Ditambah, perbekalan yang mereka bawa juga mulai menipis. Namun, semua kesulitan itu sama sekali tidak mengendurkan semangat kebebasan dalam hati masing-masing.
__ADS_1
Di barisan paling depan, berdiri seorang kesatria yang mengenakan jubah hitam, ia menarik sebilah pedang yang juga berwarna hitam kelam, keluar dari sarungnya, kemudian menghunuskannya ke arah depan sambil berteriak kepada 6 kesatria di belakangnya.
"Para survivor! Tiket kebebasan kita tepat berada di depan mata!"
"Apa ada diantara kalian yang ingin menyerah dan kembali!?"
Ke-enam kesatria di belakangnya hanya diam membisu, tetapi siapa saja yang memiliki mata tajam akan tau kalau tak satu pun dari mereka yang merasa gentar, apalagi menyerah.
"Jika ada, sekaranglah waktunya!"
"Karena yang tersisa saat ini akan terus maju, meski artinya hanya kematian yang menunggu!"
"Kita berbeda dari kesatria-kesatria pengecut yang lari meninggalkan medan perang!"
"Aku tau kalian semua sudah muak terjebak dalam dunia game sialan ini."
"Jadi ku tanya, maukah kalian berjuang bersamaku sekali lagi dan mungkin untuk yang terakhir kalinya?"
Kesatria jubah hitam mencoba membangkitkan semangat para kesatria tersisa yang sekaligus sahabat seperjuangannya, ia dengan lantang meneriakan sebuah seruan.
"Clan Wolfheim!"
Yang langsung di jawab serempak oleh para kesatria berlogo serigala lainnya, sambil mengangkat senjata mereka.
"No retreat! No Surrender!"
(Takkan mundur! Takkan menyerah)
__ADS_1