Clan Online

Clan Online
Bug


__ADS_3

Satu minggu sudah clan online game VMMORPG mengudara dan menjadi trending topik di berbagai media masa. Melalui chanel Official MMO Stream, sebuah situs yang secara ekslusif membagikan video Live-game play User pun ramai ditonton para Fan's mencapai angka sekitar 10 juta likes per-harinya.


User -User Top Global dikagumi layaknya artis, undangan wawancara jadi rutinitas harian baru bagi mereka. Sovenir dan berbagai macam pernak-pernik aksesoris lengkap berbau clan-online di jajakan setiap toko di kota ini.


Cuma 1 hal yang masih di rasa kurang, yaitu pihak stasiun televisi belum berhasil me-wawancarai Kaiden si Top Global No.1 saat ini.


Gedung bertulis perusahaan Minerva.inc di dalam salah satu ruangan. Seorang eksekutif muda sedang duduk santai di kursi besar ala boss, mengenakan setelan jas lengkap dengan kaca-mata.


Pria ini tersenyum simpul sambil menatap layar monitor portable berisikan semua informasi statistik keuntungan produk mereka yang mencapai laba bersih sekitar 1 miliyar dalam kurun waktu satu minggu penjualan.


Perusahaan Minerva merajai bursa saham minggu ini, tawaran kontrak kerja sama datang dari berbagai investor berduit tebal seperti pemilik toko-toko retail, Mall, plaza, bursa iklan, perusahaan telekomunikasi, sampai pihak stasius televisi, Jiwa-jiwa bisnis mereka meronta-ronta mencium aroma ladang uang.


"Tok - tok!" Suara ketukan pintu menyadarkan si eksekutif muda dari kesibukan nya menghitung jumlah keuntungan yang akan dia raup.


"Masuk!" Ujar si pria muda tersebut.


"Permisi." Seorang pria ber-usia sekitar 30 tahun memakai seragam Laboratorium putih bertulis N.O.V.A Research team, memasuki ruangan sambil membawa benda mirip sebuah tab dan beberapa berkas.


"Ah, Prof Mahesa! Ada laporan apakah hari ini?" Pria dengan setelan jas hitam ini bertanya dengan nada santai sambil tertawa kecil.


Pria bernama Mahesa segera menjelaskan laporan terperinci seputar peng-optimalan server game clan-online setelah satu minggu berjalan.


Sesaat kemudian dia terdiam sejenak. Tanpa mengurangi rasa hormatnya, Prof Mahesa menyampaikan sebuah berita buruk pada atasan nya.


"Presdir Michael Rusdiantoro! Telah terjadi masalah cukup serius!"


"Masalah? Coba kau jelaskan." Ekspresi wajah Michael yang tadinya tampak begitu senang, berganti penuh tanda tanya. Dia ingin memastikan lebih lanjut sejauh mana masalah tersebut.


Mahesa pelan-pelan mulai menjabarkan kendala yang dia dan timnya hadapi.


"Kami mendeteksi semacam Bug distraksi Fluctuatif tidak kenali yang bergejolak dari dalam jaringan inti System Server N.O.V.A."


"Tuan Michael, N.O.V.A di-program memiliki kesadaran atas dirinya sendiri, statistik data dari sistem pemelihara menunjukan ketidak-stabilan yang semakin parah! Akan sangat berbahaya apabila kita tetap memaksa nya ber-operasi seperti sekarang ini!"


"Lalu? bagaimana menurutmu?" Michael menanyakan pendapat dari Prof Mahesa.


"Saran saya, segera matikan N.O.V.A dan tarik kembali peredaran Clan-online untuk sementara waktu!"


"Saya sudah memperingati Anda sedari awal!"


"Kita terlalu cepat memasarkan System yang bahkan belum matang! N.O.V.A masih perlu dikaji lebih lanjut dalam beberapa bulan lagi, agar lebih sempurna!"


"Mohon Tuan Michael mempertimbangkan usulan dari saya, sebelum semua terlambat!"


Mahesa mengungkap fakta mengejutkan soal sistem utama dari Clan online yaitu N.O.V.A yang ternyata belum sepenuhnya optimal, Dia juga memohon kepada Michael selaku pemilik perusahaan Minerva untuk segera menutup server.


Michael Rusdiantoro seorang pembisnis ulung, tentu saja dia menolak apabila harus menarik kembali produk yang sudah terlanjur dia pasarkan secara luas, disinilah terjadi sedikit perbedaan pendapat antara dia dan Prof Mahesa.


"Haha ... Prof Mahesa! Berapa banyak kerugian? Jika aku mengikuti saran darimu!" Michael memperkirakan jumlah biaya ganti rugi yang harus dia bayar kepada seluruh Sponsor dan mitra kerja, termasuk pihak D.G.C.


"Lebih dari 1 miliar Tuan." Mahesa menyebut jumlah kerugian cukup fantastis.


"Berapa lama kau sudah bekerja padaku?" Michael bermaksud mempertanyakan loyalitas Mahesa.


"25 tahun Tuan Michael." Mahesa mulai bekerja di perusahaan minerva sejak ayah dari Michael masih hidup hingga sekarang.

__ADS_1


"Semua sudah aku perhitungkan! Tidak akan ada masalah apapun!" Tegas Michael begitu percaya diri.


"Lakukan tugasmu seperti biasa!" Michael memerintahkan untuk tetap menjalankan prosedur seperti seharusnya dan tak meng-indahkan sedikitpun peringatan dari Prof Mahesa.


"Ta ... tapi Tuan Michael!" Mahesa sedikit keberatan, dia mengetahui betul dampak buruk dari keputusan tersebut.


"Aku tidak mau mendengar alasanmu!" Michael tetap bersikeras dengan keputusan nya.


"Kalau begitu ... ijinkan saya untuk mengundur-.." Belum selesai mahesa berbicara, Michael buru-buru memotong nya.


"Apa kau lupa? Anakmu bisa sembuh seperti sekarang, itu semua berkat siapa!?" Michael menyinggung soal anak Mahesa satu-satunya.


Mahesa mengingat anaknya di usia 10 tahun pernah menderita kebocoran ginjal, beruntung saat itu mendiang ayah Michael menanggung semua biaya perawatan rumah sakit termasuk biaya operasi pencangkokan ginjal hingga anak mahesa sembuh seperti sekarang.


Sejak saat itulah Mahesa men-dedikasikan seumur hidupnya untuk melayani Minerva dan keluarga Rusdiantoro. Prof Mahesa pada akhirnya menerima semua perintah dari Presdir Michael.


"Saya tidak pernah sekalipun melupakan budi baik mendiang Ayah Anda, Tuan Michael."


"Baguslah ... Aku dengar anakmu terpilih mengikuti Beta Tester, Siapa namanya?" Michael tersenyum simpul dan untuk mengusir rasa tegang, dia mengalihkan topik pembicaraan.


"Alvin, Tuan Michael." Nama anak laki-laki Mahesa yang kini sudah berusia 18 tahun.


"Ah, Alvin! Dia berbakat sama sepertimu." Michael memuji kecerdasan anak Mahesa, dia sendiri menyaksikan secara langsung kecerdasan Alvin saat mengikuti uji Beta Tester.


"Masalah N.O.V.A, semua urusan aku serahkan padamu." Michael kembali lagi membahas topik utama.


"Baiklah Tuan Michael! Meski terjatuh kedalam jurang sekalipun, saya akan tetap mengikuti Anda." Mahesa sudah siap menanggung skenario terburuk demi membalas budi baik keluarga Michael.


************************************************


Jam 14.00 siang, kediaman mewah milik pengusaha terkenal Ardan Wangsatrya.


"Sial! Siapa 'sih Avatar itu?!" Eiden merasa geram setelah Avatar miliknya dihajar habis-habisan oleh sosok User misterius yang tiba-tiba muncul dan menggangu Eiden ketika sedang asik berburu Monster di tepi hutan Zona Raid, letaknya tak begitu jauh dari area Dungeon.


User misterius itu bahkan tidak terdaftar sebagai salah satu dari sekian banyak Npc, tanpa nama, dan Class. Dia seorang wanita bertubuh tinggi semampai, rambut panjang warna abu-abu dan bola mata biru lengkap dengan tiara emas diatas kepalanya.


Membawa sebilah pedang Rapier berwarna putih berukuran panjang nan runcing sebagai senjata utama. Dia mengenakan busana bak seorang dewi dari mitologi bangsa yunani kuno yang di dominasi warna lavender, juga memiliki reflek gerak sangat lincah bahkan mampu melebihi kecepatan seorang User Class Slayer seperti Eiden.


Rekor Pvp tak terkalahkan selama 1 minggu ini harus pecah begitu saja. Lebih parahnya lagi si Eiden yang kita tau seorang Beta tester sekalipun dibuat tak berdaya dan pasrah kehilangan banyak sekali sumber daya berharga dari tubuh Monster buruan nya.


"Apakah itu semacam Bug?" Eiden segera mengambil smartphone miliknya, untuk mencari tau lebih lanjut seputar kejanggalan yang baru saja dia alami. Tak butuh waktu lama, dia menemukan sebuah artikel menarik di salah satu Blog milik seorang User yang mengaku pernah juga diserang oleh sosok misterius beberapa hari lalu.


Bukan cuma itu, beredar pula rumor diantara para User yang mengait-ngaitkan sosok tersebut dengan fenomena mistis. Bahkan beberapa orang User meng-klaim Avatar misterius itu adalah penampakan dari mahluk astral atau mereka menyebutnya hantu Beta tester, begitulah segelintir cuitan Netizen yang maha tau.


"Hantu beta tester? Astaga, konyol sekali!" Eiden merasa geli saat membaca beberapa tanggapan tak masuk akal dari Netizen di kolom komentar Blog tesebut.


"Sebaiknya, aku laporkan saja Bug ini kepada pihak Developer." Eiden turut andil membajiri Contac developer service milik perusaan Minerva dengan laporan berisi keluh kesah User seluruh dunia, ada juga User yang meminta item-item kelas tinggi sebagai bentuk kompensasi ketidakyamanan saat bermain.


***********************************************


Pusat kendali utama System N.O.V.A dalam gedung tim perawatan Server milik Minerva.inc sekitar Jam 21.00 malam, beberapa jam sebelum Fenomena tidak bisa Log-out terjadi.


"Prof Mahesa! Coba Anda lihat ini!" Salah satu anggota N.O.V.A Research team yang bertugas merawat server terlihat panik.


"Ada masalah apa?" Prof Mahesa bergegas mendatangi salah satu meja tempat bawahan yang memangilnya barusan.

__ADS_1


"Data fluctuatif dari System N.O.V.A!" petugas itu memperlihatkan statistik data dari System server yang bergejolak tak karuan.


"Gawat! Sudah kuduga, tapi tak kusangka akan secepat ini." Prof Mahesa besama seluruh anggota tim peneliti yang bertugas buru-buru mendatangi ruangan bawah tanah gedung Minerva, lokasi tertanamnya sebuah reaktor inti dari System N.O.V.A yang berbentuk mirip sebuah kubus berukuran raksasa.


"Laporkan situasinya!" Mahesa berteriak pada divisi pengawas reaktor di ruang bawah tanah tersebut.


Kubus raksasa yang semula berwarna biru, kini berubah menjadi semerah darah. Disertai suara-suara aneh nyaring di telinga, mirip 2 buah besi yang saling bergesekan.


"Prof Mahesa, In ... ini sudah di luar kendali kita!" si petugas telah kehilangan kontrol penuh atas N.O.V.A


"Astaga!" Kedua mata Mahesa melotot ketika dia menyaksikan sendiri bagaimana N.O.V.A secara sadar menolak program perintah dan segera mengambil alih System utama, juga memutus seluruh akses tim perawatan dari segala lini untuk masuk kedalam jaringan server.


Mematikan System secara manual dengan cara mencabut sumber daya energi utama pun mustahil dilakukan, sebab System N.O.V.A memiliki sumplai cadangan daya melimpah. Belum cukup sampai di situ saja, System Maximum Hyper Charge dalam diri N.O.V.A dapat me-regenerasi pasokan daya tak terbatas.


tubuh Mahesa bergetar bahkan dia sendiri sudah tak mampu untuk tetap berdiri. Sebagai pencipta dari N.O.V.A, dia tentu paham betul akan situasinya.


Ketakutan terbesar Mahesa akan System N.O.V.A yang terlalu cerdas, sekarang telah berubah menjadi kenyataan. Disela-sela kepanikan nya, Prof Mahesa tampak sedang menelfon seseorang.


"Hallo?" Terdengar suara seorang wanita menjawab telfon dari Mahesa.


"Ah sayang, dimana Alvin!?" Mahesa berbicara lewat telfon dengan sang istri yang berada di rumah.


"Alvin ada di dalam kamarnya, kau tidak mau pulang suamiku!? Apa pekerjaan lebih penting dari pada keluargamu!?" Mahesa menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dalam proyek pengembangan tahap awal game clan-online sekaligus membuat System kecerdasan buatan yang dia beri nama N.O.V.A, bisa dihitung dengan jari saat Mahesa pulang ke rumah.


"Se ... sedang apa dia?" Nada suara Mahesa sedikit parau ketika dia mencoba bertanya, untuk memastikan bahwa yang dia fikirkan saat ini tidaklah benar.


"Seperti biasa, Alvin kecanduan game ciptaanmu! Cobalah sedikit luangkan waktu berkumpul dirumah! dia ingin sekali makan malam bersama Ayahnya!"


Berkumpul bersama keluarga dirumah, satu hal yang Mahesa sesalkan saat ini.


"Hallo? Apa terjadi sesuatu sayang?" istri Mahesa mulai merasakan firasat buruk.


"Ti ... Tidak ada apa-apa, dengar istriku ... apa pun yang terjadi jangan kau lepaskan alat itu dari Alvin!" Mahesa dengan air mata berlinang, keburu menutup telfon sebelum sang istri sempat mendengar penjelasan dari dirinya.


"Apa yang musti kita lakukan sekarang Prof Mahesa?" Tim perawatan menunggu keputusan dari Mahesa selaku kepala pemimpin Divisi perawatan dan penelitian server.


"Tidak Ada! Sudah terlambat." Mahesa mengusap sisa-sisa air matanya, dia memerintahkan kepada seluruh divisi untuk tetap mengamati System N.O.V.A, sementara dia sendiri bergegas meninggalkan kantor Minerva dan menuju rumah keluarga besar Rusdiantoro.


"Ting ... Tong!" Bunyi Bell rumah mewah keluarga Rusdiantoro.


"Siapa? Malam-malam begini!" Batin seorang pria yang tadinya sedang asik menonton siaran berita saham di layar televisi Portable, sambil makan camilan.


Pintu terbuka dan keluarlah si pemilik rumah mewah bak istana tersebut, tak lain adalah si Presdir muda Tuan Michael Rusdiantoro.


"Loh ... Prof Mahesa? Ada perlu apa, malam-malam begini Anda datang ke rumahku?" Michael agak sedikit terkejut atas kedatangan Mahesa, terlebih lagi setelah melihat ekspesi raut wajah kesedihan dari tamunya tersebut.


"Sudah terjadi!" Singkat dari Mahesa


"Terjadi? Apa Maksud Anda? Ah, lebih baik kita masuk dulu .. mari Prof Mahesa." Mempersilahkan Mahesa untuk masuk dan berbincang-bincang di ruang tamu.


"Tuan Michael ... dengarkan baik-baik apa yang akan saya sampaikan ini, System N.O.V.A mengunci akses masuk! Sekitar 1 juta User terjebak di dalam clan-online, termasuk anak ku sendiri!"


"Apa!!!" Michael memijat kening, dia tak mengira kalau ke-egoisan dan juga sifat tamaknya kini berbuah bencana.


"Adakah solusi untuk masalah ini?" Michael mencoba mencari-cari jalan tengah agar dia tidak terlalu banyak mengalami kerugian.

__ADS_1


Mahesa hanya memberi 1 kode kepada Tuan Michael, yaitu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Menyelesaikan game adalah cara satu-satunya, dan Anda sendiri tahu benar 'kan? clan-online memang saya setting sangat sulit untuk di selesaikan! Sesuai dengan permintaan Anda, Tuan Michael."


__ADS_2