
LUNCH TIME
*Alarm* 13.00pm
"Ayo!"
"Kemana?"
"Ya kemana lagi jam segini kalau bukan makan siang?"
"Duluan aja! lagian nih masih ada kopinya"
"Nggak bisa. Kamu belum makan dari pagi, tadi malam juga begadang kan?"
"Nanggung dikit lagi"
"Terserah!"
Gadis yang kini duduk sendirian itu menggelengkan kepala
"nanti kalau udah kenyang pasti baik lagi.." diikuti tertawa kecil
Ia menyandarkan kepalanya sejenak
Suasana tenang inilah yang membuatnya selalu betah berada dalam ruangan yang berisikan ribuan buku yang tersusun itu
Dia selalu berada disana saat space jam kuliah untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar bersantai sambil mendengarkan musik
Namanya adalah ELENA MARSHALL
Mahasiswi jurusan teknik arsitektur tahun kedua
Masuk dalam kategori populer karena jabatannya dalam organisasi kampus
Bukan hanya itu dia juga adalah asisten dosen dari beberapa mata kuliah
"Cantik .. tapi, dingin" adalah kalimat yang paling lekat saat membicarakan tentangnya
Gadis dengan iris mata hitam lekat dan tatapan datarnya itu punya pesonanya sendiri
__ADS_1
"Nih .. makan dulu nanti maagmu kumat EL!" Jessy menyodorkan sandwich
"Udah selesai makannya? tumben cepet banget"
"Gak jadi"
"Kenapa?" Elena langsung menoleh karena khawatir sahabatnya itu sedang tidak enak badan lagi
"Karena aku mau makan disini sama kamu" Jessy sumringah sambil memegang sandwich miliknya
"Ah dasar.. kirain kamu kenapa-napa Je"
"Heh ! jangan cuma merhatiin orang lain terus, kamu juga harus merhatiin diri sendri" Jessy memberi sentilan maut dikening Elena
"aww, iya iya ini makan ayo makan!"
"Hmm, selamat makan"
"Makasih Je"
"Ah jangan bikin melting siang² gini, gak lucu diluar panas disini malah berlinang air mata"
"Gak jadi"
JESSY JOVANKA gadis bermata coklat dengan rambut hitam panjang yang berasal dari keluarga berada itu adalah sahabat sekampus, sejurusan juga sekaligus serumah dengan Elena.
Mereka memiliki latar belakang yang hampir sama itulah yang membuat mereka sangat dekat layaknya bersaudara.
"Oiya tadi ada yang mau kenalan katanya, yang dimeja sana kemeja putih paling ujung" ucap Jessy sambil mengunyah sandwich yang penuh dimulutnya
"Gak srek!" jawaban singkat padat dan jelas yang selalu dilontarkan Elena setiap ada hal seperti itu
"Anak anj***.. liat aja belum" makian Jes yang sudah naik pitam melihat kelakuan sahabatnya
"Gak dulu sibuk banget males nambah alasan sakit kepala"
"Tergantung sih mau ngejalaninnya gimana, gak semuanya pahit banyak kok manis²nya yang bisa buat obat sakit kepala.. kamu butuh support sistem juga El, jangan nutup diri terus"
Elena terdiam dan hanya bisa tersenyum pahit
__ADS_1
"Coba aja dulu" Jessy mengedipkan mata lalu beranjak dari tempat duduknya
"Mau kemana?"
"Ya kelas lah emang gak masuk mau masuk kamu?"
"Ah ya ya ya.."
"Hmm pasti lagi mikir² yaa cieee"
"Sssstttt diam!"
.
.
.
*suara dering telfon*
"Stevan jemput ibu di kampus A!" suara dari seberang
"Ya aku kesana"
30menit kemudian (Kampus A)
"Permisi dimana Lecture Teater kampus ini?" tanya Stevan pada salah satu mahasiswi yang dilihatnya berjalan keluar pintu
"Lantai 3, liftnya darisini lurus belok kanan"
"Terimakasih.." ucap Stevan namun gadis itu sudah berlalu, tanpa sadar ia terpesona walau hanya sekilas melihatnya
STEVAN AGRA pemilik AGRA COMPANY
Tampan berkharisma, sangat percaya diri dan memiliki banyak wanita
Entah itu benar atau tidak tapi, itulah rumor yang beredar tentang pria tampan itu
"Tunggu dia bahkan tidak melihatku sama sekali?" pertanyaan itu tiba² terlintas di dalam otaknya saat ia berada didalam lift
__ADS_1