
Mata mereka bertemu ..
Hanya tatap namun mereka masing-masing tahu apa yang akan terjadi setelahnya
Lelaki itu melingkarkan tangannya pada pinggang Elena
Menarik gadis itu hingga tak ada jarak diantara keduanya
Kini tangan Elena berada tepat diatas dada bidang Stevan
Dia bisa merasakan degup jantungnya, bahkan dibawah pancuran air hangat itu ia bisa mendengar nafas Stevan yang memburu
Detik kemudian Stevan meraba tengkuk Elena dan menyatukan bibir mereka
Elena tidak menolak dan membalasnya seirama
Ciuman lembut itu berangsur menjadi intens saat tangan Stevan mulai meraba tubuh Elena
Bahasa tubuh yang begitu sensitif semakin membangkitkan kejantanan Stevan
Elena melepaskan ciumannya seakan memberi ijin pada Stevan yang sedari tadi memainkan gundukan kembar miliknya
Lelaki itu tak membuang waktu dan menyingkap bagian gaun yang menutupinya, memandangnya sesaat dipikirannya hal yang selama ini dikaguminya tepat didepan matanya tanpa tertutup apapun lalu menghisapnya perlahan tak ingin wanitanya kesakitan
Namun Elena memberinya sinyal agar lebih intens dengan mematikan keran air dan menekan lehernya ..
Kini Stevan tak lagi menahan diri
Hisapannya membuat gadis itu mengerang
.
.
__ADS_1
.
"***"
.
.
Stevan yang semakin terpacu mulai meraba bagian bawah Elena
Memberinya sentuhan dari luar yang diikuti dengan usapan lembut sebelum menyelipkan tangannya masuk ke bagian dalam underwear gadis itu
Elena yang sudah tidak kuat menahan tangan Stevan yang mulai memainkan titik terlemahnya
Namun lelaki itu sudah tidak bisa diganggu gugat
Ia menguasai Elena dalam batinnya sudah bertekad akan memilikinya malam ini
Gadis itu mulai mengeluarkan desahannya saat jari Stevan memaksa masuk namun tak bisa, akhirnya ia berhenti ..
Elena tersipu malu memalingkan wajahnya sambil menggigit jari, dalam hatinya tidak bisa memungkiri bahwa dia menginginkannya namun juga merasa takut melakukannya .. ia tenggelam dalam pikirannya lalu seketika buyar saat Stevan menarik turun gaunnya untuk dilepaskan
Dengan lembut lelaki itu menuntun tangan Elena memegang miliknya yang sudah tegang sejak tadi, gadis itu awalnya menolak batinnya semakin takut melihat ukuran milik Stevan dan kembali memalingkan wajahnya karena malu namun akhirnya menurut
Lelaki itu tidak cukup hanya dengan tangan Elena yang memainkannya, ia kemudian meminta Elena berlutut dan memasukkannya kedalam mulut gadis itu
Elena yang tadi menggelengkan kepala kini mulai mengikuti permainan Stevan menghisap milik lelakinya dengan intens
Lelaki itu menikmatinya terdengar dari erangannya
Elena melepaskan hisapannya setelah Stevan membuatnya tersedak karena memaksakan miliknya masuk
Lelaki itu menyuruh Elena berdiri juga kembali memainkan milik gadisnya
__ADS_1
Ia perlahan turun dan mulai menjilatinya
Gadis itu membiarkannya dan juga menikmatinya
Setelah merasa cukup Stevan berhenti
Ia menggendong Elena keluar dari kamar mandi dan meletakkannya diatas kasur
"Biarkan aku melakukannya ya?" Stevan masih berusaha mengendalikan dirinya dan bertanya terlebih dahulu
Elena mengangguk dengan tatapan pasrah
batinnya "kenapa dia bertanya? apa jika aku bilang tidak dia akan berhenti?"
"Aku tidak akan berhenti meski kau memintanya" Kali ini Stevan yang seakan bisa membaca pikiran
Elena terdiam
Stevan memperbaiki posisi dan mulai melakukannya
Gadis itu memejamkan matanya
Meski sedikit kesulitan akhirnya Stevan dapat menyatukan tubuh mereka
Erangan kesakitan dari Elena terdengar sangat jelas
"pelan-pelan" pinta gadis itu
"Aku tidak akan percaya kau sudah memiliki seorang anak jika tidak melihat bekas jahitan pada perutmu" ucap Stevan dengan nafas tersengal-sengal
.
.
__ADS_1
.
.