Coffee Tea Story

Coffee Tea Story
04


__ADS_3

Mata mereka bertemu ..


Hanya tatap namun mereka masing-masing tahu apa yang akan terjadi setelahnya


Lelaki itu melingkarkan tangannya pada pinggang Elena


Menarik gadis itu hingga tak ada jarak diantara keduanya


Kini tangan Elena berada tepat diatas dada bidang Stevan


Dia bisa merasakan degup jantungnya, bahkan dibawah pancuran air hangat itu ia bisa mendengar nafas Stevan yang memburu


Detik kemudian Stevan meraba tengkuk Elena dan menyatukan bibir mereka


Elena tidak menolak dan membalasnya seirama


Ciuman lembut itu berangsur menjadi intens saat tangan Stevan mulai meraba tubuh Elena


Bahasa tubuh yang begitu sensitif semakin membangkitkan kejantanan Stevan


Elena melepaskan ciumannya seakan memberi ijin pada Stevan yang sedari tadi memainkan gundukan kembar miliknya


Lelaki itu tak membuang waktu dan menyingkap bagian gaun yang menutupinya, memandangnya sesaat dipikirannya hal yang selama ini dikaguminya tepat didepan matanya tanpa tertutup apapun lalu menghisapnya perlahan tak ingin wanitanya kesakitan


Namun Elena memberinya sinyal agar lebih intens dengan mematikan keran air dan menekan lehernya ..


Kini Stevan tak lagi menahan diri


Hisapannya membuat gadis itu mengerang


.


.

__ADS_1


.


"***"


.


.


Stevan yang semakin terpacu mulai meraba bagian bawah Elena


Memberinya sentuhan dari luar yang diikuti dengan usapan lembut sebelum menyelipkan tangannya masuk ke bagian dalam underwear gadis itu


Elena yang sudah tidak kuat menahan tangan Stevan yang mulai memainkan titik terlemahnya


Namun lelaki itu sudah tidak bisa diganggu gugat


Ia menguasai Elena dalam batinnya sudah bertekad akan memilikinya malam ini


Gadis itu mulai mengeluarkan desahannya saat jari Stevan memaksa masuk namun tak bisa, akhirnya ia berhenti ..


Elena tersipu malu memalingkan wajahnya sambil menggigit jari, dalam hatinya tidak bisa memungkiri bahwa dia menginginkannya namun juga merasa takut melakukannya .. ia tenggelam dalam pikirannya lalu seketika buyar saat Stevan menarik turun gaunnya untuk dilepaskan


Dengan lembut lelaki itu menuntun tangan Elena memegang miliknya yang sudah tegang sejak tadi, gadis itu awalnya menolak batinnya semakin takut melihat ukuran milik Stevan dan kembali memalingkan wajahnya karena malu namun akhirnya menurut


Lelaki itu tidak cukup hanya dengan tangan Elena yang memainkannya, ia kemudian meminta Elena berlutut dan memasukkannya kedalam mulut gadis itu


Elena yang tadi menggelengkan kepala kini mulai mengikuti permainan Stevan menghisap milik lelakinya dengan intens


Lelaki itu menikmatinya terdengar dari erangannya


Elena melepaskan hisapannya setelah Stevan membuatnya tersedak karena memaksakan miliknya masuk


Lelaki itu menyuruh Elena berdiri juga kembali memainkan milik gadisnya

__ADS_1


Ia perlahan turun dan mulai menjilatinya


Gadis itu membiarkannya dan juga menikmatinya


Setelah merasa cukup Stevan berhenti


Ia menggendong Elena keluar dari kamar mandi dan meletakkannya diatas kasur


"Biarkan aku melakukannya ya?" Stevan masih berusaha mengendalikan dirinya dan bertanya terlebih dahulu


Elena mengangguk dengan tatapan pasrah


batinnya "kenapa dia bertanya? apa jika aku bilang tidak dia akan berhenti?"


"Aku tidak akan berhenti meski kau memintanya" Kali ini Stevan yang seakan bisa membaca pikiran


Elena terdiam


Stevan memperbaiki posisi dan mulai melakukannya


Gadis itu memejamkan matanya


Meski sedikit kesulitan akhirnya Stevan dapat menyatukan tubuh mereka


Erangan kesakitan dari Elena terdengar sangat jelas


"pelan-pelan" pinta gadis itu


"Aku tidak akan percaya kau sudah memiliki seorang anak jika tidak melihat bekas jahitan pada perutmu" ucap Stevan dengan nafas tersengal-sengal


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2