
"Untukmu ..
aku menunggu"
Tulisan pada note kecil yang terselip dalam box gaun itu sukses membuat Elena merona
Momen beberapa saat yang lalu masih sangat hangat dalam benaknya dan kini lelaki itu mengirim undangan dan gaun untuk makan malam
'apa dia berencana membunuhku?' benak gadis itu benar² tidak bisa ditebak tapi senyum disudut bibirnya terukir jelas
Di koridor hotel depan kamar Elena, lelaki dengan kemeja hitam kasual itu sudah berdiri sejak 10menit lalu selagi menunggu ia mengangkat telfonnya
"apa semua sudah siap?" tanpa basa-basi lalu segera menutupnya kembali, sepertinya jawaban dari seberang sana sesuai dengan apa yang dia inginkan
"Apa aku cocok mengenakannya?" Elena berbicara sendiri sembari keluar dari kamarnya
"Ya, sangat cantik"
Jantung gadis itu hampir berpindah dari tempatnya saat ia sadar yang menyahutinya adalah Stevan
Seketika dirinya menjadi kikuk
"Dia bisa terlihat menggemaskan dan menawan di waktu yang sama" batin Stevan sambil tersenyum tipis
"sudah siap?" tanyanya tak ingin membuang waktu lagi sambil mengulurkan tangannya
Elena yang masih tersipu malu berusaha keras menenangkan dirinya dan memegang tangan Stevan.. Berikutnya koridor adalah saksi bagaimana mereka berjalan bersama
.
.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan malam, mereka berjalan² di tepi pantai.. tidak seperti sore tadi kini udara tidak bersahabat namun mereka berdua masih disana, berjalan bergandengan tanpa suara
Hanya hembus angin dan deru ombak yang terdengar bersautan
Tak luput gemuruh diatas awan mendung yang memberi tanda hujan segera datang
Tapi mereka tak bergeming seakan menunggunya
.
"Stev, terimakasih" Elena memecah keheningan
"Kau berterimakasih lagi .. "
"Terakhir kali aku berada didekat laut adalah saat aku berusaha bunuh diri" Elena menyela Stevan
Stevan terdiam dalam hatinya ia merasa terpukul
"Tidak .. kau tidak menyakitiku dengan membawaku kesini" Elena menjawab seakan bisa membaca pikirannya
"Aku justru berterimakasih akhirnya aku bisa melepas hal itu hari ini, karena itu sekali lagi .. terimakasih Stevan" Elena mengatakannya sambil menatap Stevan lalu memalingkan pandangannya ke arah laut saat air matanya mulai menetes
Lelaki itu menarik gadisnya masuk dalam pelukan
"Menangislah !" suaranya terdengar dominan
Elena yang tak lagi bisa menahan sesaknya menangis sejadi-jadinya
Setelah tangis gadis itu mereda Stevan mengangkat pelan kepala gadis itu dari pelukannya
"Mulai sekarang, menangislah padaku .. jika tidak ingin menceritakan semuanya, tidak masalah aku akan menghargainya tapi ingat aku ada disini untukmu, kita sudah bersama, kau bisa membaginya denganku Elena"
__ADS_1
Hatinya terasa sakit melihat gadis itu terisak karena derita yang ditanggungnya sendiri selama ini
.
Tetesan air hujan mulai menghitung turun
.
.
Lelaki itu segera merangkul Elena dan beranjak dari sana, namun hujan benar² datang layaknya mengusir mereka alhasil sejoli itu basah kuyup
*Di depan kamar Elena
"Ah, hujan ini konyol" Stevan kesal momen penting itu hilang
Elena menatapnya lembut dan berkata "Aku akan mandi" lalu masuk tanpa mengunci pintu
Tanpa kata ia mengikutinya dan menutup pintu
Menyusul gadisnya ke dalam kamar mandi
Melihat Elena berdiri didepan cermin, ia berjalan mendekatinya dan membantunya melepas kaitan pada gaun basah yang sejak tadi memperlihatkan lekuk tubuhnya
Ruangan itu sunyi, hanya deras hujan yang samar² terdengar ..
Sebelum Elena tersudut karena berusaha menghindari tatapan Stevan dan memutar keran air yang kini membasahi mereka berdua
.
.
__ADS_1
.