
FLASHBACK ON
Deru ombak yang berpadu dengan semilir angin, seakan membelai lembut tubuh gadis yang sedang duduk memeluk lututnya dipinggir dermaga yang sudah tak lagi dioperasikan ..
"Kenapa hidup ini tidak adil untukku?"
"Apa aku lahir hanya untuk jadi lelucon?"
Dia berbicara pada Tuhannya
Tatapan kosongnya menatap lekat laut yang kelihatan sangat tenang
Keputusasaan mengajaknya beristirahat
Gadis berumur 17tahun itu berdiri mengusap air matanya
Menarik nafas dalam-dalam
Kakinya sudah siap melepaskan beban tubuhnya
Ia memejamkan matanya
Memutuskan menerima kenyataan sebelum mengakhirinya
"Sebelumnya aku minta maaf, aku tidak bisa jadi ibu yang baik untukmu" ia mengelus lembut perutnya
Lalu melingkarkan kedua tangannya dipinggang seakan memeluk janin kecil itu
Byurrr (suara air laut)
.
.
FLASHBACK OFF
.
.
"Halo mamiii .. apa mami belum pulang?"
__ADS_1
"Belum sayang tapi, sebentar lagi tunggu ya"
"Baik mami bye"
"Bye nak" Elena menutupnya dengan senyum hangat
Percakapan singkat itu memberinya semangat baru
Pelecehan yang dialaminya, benar² memberi luka batin yang begitu dalam bahkan nyaris merenggut hidupnya.
Menjadi orangtua tunggal dalam keadaan seperti itu tentu saja bukan hal yang mudah
Namun, inilah dia sekarang SEORANG IBU SEKALIGUS AYAH UNTUK PUTRANYA
Dibalik cerita pilunya, ia bersyukur diberi anugerah yang memberinya alasan untuk hidup sekali lagi.
.
.
.
3 BULAN KEMUDIAN
"Aku senang kamu menyukainya" Stevan menjawabnya sambil tersenyum
"Sudah lama aku tidak melihat laut dengan jarak sedekat ini" ia memandang kakinya yang dibelai ombak pantai
"Kita bisa datang lagi kapan², juga bersama GEORGIE(putra Elena)"
Elena memandang lekat lelaki didepannya sejenak
Hatinya berkata 'Bolehkah aku meminta Tuhan? Aku ingin dia'
Namun detik kemudian ia ragu lagi 'apa aku pantas untuknya?' dan akhirnya menghela nafas
"Ada apa?" Stevan merasa itu helaan berat
Elena hanya menggelengkan kepala lalu berbalik menundukkan kepala mencari kerang² kecil yang unik menurutnya
Stevan berdiri memperhatikannya beberapa saat, dalam hatinya 'Tuhan aku ingin dia tapi, apa aku bisa menjaganya?'
__ADS_1
.
.
"Elenaaa.." teriak Stevan yang sudah jauh tertinggal
Gadis itu hanya menoleh dan melambaikan tangan
"Hmm ada apa?" tanya gadis itu saat Stevan sudah berada di belakangnya
"Apa kenapa?" Stevan balik bertanya
Elena yang sudah bingung mengerutkan dahinya
"Kita sudah saling mengenal satu sama lain selama ini, apa kau tidak ingin kita bersama?"
Elena tahu arah pembicaraan ini tapi, dia memilih diam karena dia tahu betul siapa dirinya jika disandingkan dengan Stevan
"Elena jadilah pasanganku?" lelaki itu memintanya
"Hmm?" Gadis itu menatap tak percaya
" .. bersamaku?"
"Tapi, aku tidak pantas untukmu, aku.."
"Aku tidak sebaik itu sampai kamu bilang tidak pantas Elena, mulai sekarang kita akan lalui semua sama², yaa?" Stevan mengembangkan kedua tangannya memberi gadis itu isyarat MASUKLAH DALAM PELUKANKU JIKA BERSEDIA
Elena yang tanpa berpikir panjang lagi berjalan kedalam pelukan Stevan
Dirinya sadar hatinya kembali merasakan hangatnya perasaan kasih
Setelah 3 tahun menutup diri dan membenci dirinya sendiri
Langit jingga yang semakin menggelap memberi tanda bahwa malam akan segera mengambil alih tempatnya ..
Sepasang kekasih itu saling memberi senyuman satu sama lain sebelum bergandengan meninggalkan bibir pantai
'Ah jadi aku dan dia benar-benar sudah bersama?' pertanyaan itu berulang kali ia tanyakan dalam benaknya, sembari menutup mata menikmati rendaman air hangat dalam bathtub mandinya
.
__ADS_1
.
.