Coffee Tea Story

Coffee Tea Story
01


__ADS_3

"Kenapa anak itu pake acara sakit perut disaat seperti ini, benar² menyusahkan" gerutu Elena sambil memakai almamater dan bersiap menggantikan MC yang bermasalah itu


.


.


"Bukankah itu gadis yang tadi?" kekaguman Stevan terpancar jelas dimatanya


"apa aku harus menyapanya nanti?" tanyanya dalam hati


"sepertinya dia bukan gadis yang bisa kumiliki" helaannya mewakili jawaban itu sendiri


.


.


"Hay.." Sapa Stevan saat berada didalam lift bersama dengan Elena, padahal ia hanya ingin turun lebih dahulu karena ibunya masih bertukar cerita dengan rekan²nya, namun inikah rasanya didukung semesta? bahkan gadis itu tadi masih berada diatas panggung saat dirinya beranjak keluar


"Iya hay.."gadis itu membalasnya sopan


"Boleh aku tahu siapa namamu?" Stevan langsung pada intinya


"Elena"


"Kuliah jurusan apa disini?"


"Teknik arsitektur"


"Seorang gadis kuliah teknik menurutku hebat"


"Kenapa?"


"Karena aku juga lulusan teknik, jadi aku tahu itu tidak mudah"


Elena mengangguk mengerti


"Em sudah selesai? disana tadi?"


"hanya membantu disaat terakhir"


basa-basi Stevan


*TING*


Secepat kilat rasanya lift sudah sampai dibawah

__ADS_1


.


Elena yang sudah merasa dirinya aneh didepan Stevan ingin segera berlalu dari pandangan lelaki itu namun,


"tunggu apa kita bisa saling bertukar kontak?"


"oh .. baiklah" Jawaban itu serasa keluar otomatis tanpa ijin dari Elena


........


"aku akan menghubungimu nanti Elena"


Gadis itu serasa membeku mendengar lelaki itu menyebut namanya, ia memegang pipinya yang serasa panas karena merona merah, guratan senyum tipis terlihat samar disudut bibirnya


"oh ya.. aku duluan" jawabnya lalu berlalu


.


"Apakah dia tidak bisa tersenyum padaku, seperti diatas panggung tadi? Hmm.. benar² tidak mudah" Stevan menghela nafas sambil tersenyum


Elena POV


"Haissss.. kenapa aku bisa seperti itu? Lalu aku harus bagaimana kalau dia menghubungiku?"


"Ada apa?" tanya Jessy yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik aneh Elena


"A-anu.. tidak ada apa-apa"


"Hmm pasti ada apa-apa.. katakan!"


"Sudah dibilang tidak ada apa-apa"


*TING*


Notif message


"Hai Elena"


Kedua gadis itu sama² terbelalak melihat isi pesan itu


Detik kemudian Jessy memberi tatapan penuh tanya


Elena yang merasakan aura mencekam langsung mengambil langkah seribu tanpa aba-aba menuju kamar dan menguncinya dari dalam


"Aiiiisss" helaannya sambil menggelengkan kepala

__ADS_1


...


Send Message


"Bagaimana aku harus memanggilmu?"


Sambil menunggu balasan Elena kembali melihat username kontak itu lalu mencari tahu tentangnya di media sosial


"Stevan Agra"


...


"Hmm" Ia mengangkat alisnya saat melihat profil dan beberapa tag mengenai lelaki itu


Dalam hatinya "Dia terlalu hebat untukku"


"Ahh apa yang aku pikirkan? Ini hanya sebatas berkenalan, tidak mungkin laki² seperti dia akan serius" kalimat pesimis itu diakhiri senyum pahit


*TING*


Read..


"Namaku Stevan orang² juga memanggilku seperti itu"


...


Send Message


"Baiklah Stev"


.


.


Gadis itu berbaring terlentang menghadap langit² kamarnya yang gelap, hampir tidak ada cela cahaya sedikitpun kecuali biasan remang lampu teras dari balik gorden jendelanya


Hanya diam, pikirannya berkecamuk


Bayang masa lalu yang kelam selalu menghantui saat matanya terpejam ..


Itulah alasan mengapa dirinya sangat sering menahan kantuk meski sudah sangat lelah, lalu membiarkan dirinya tertidur dengan sendirinya


Tidak ada yang tahu apa yang ada disana (masa lalu) selain dirinya ...


"Apa aku masih pantas untuk ini semua?"

__ADS_1


__ADS_2