
entah mengapa aku tidak ingat apa pun. Setelah keluar dari rumah sakit, ayah dan ibuku juga tidak bicara banyak.Pagi itu aku mulai masuk sekolah seperti biasanya. Dan seorang wanita dengan senyum lebarnya menunggu di depan rumahku untuk pergi sekolah bersama. Aku sungguh tidak mengenalnya saat itu.
lalu dia menyapaku dan mengajakku bicara.
"Hai! Jane, Aku lena, yah.. aku dengar kau mengalami amnesia. Jadi mungkin aku akan mulai memperkenalkan namaku dan.. Bagaimana keadaanmu?" lena
"...." jane
"Oh baiklah tidak ada jawaban" lena
"Oke ayo berangkat" lena
"Emm... btw, aku senang kita bisa pergi sekolah bersama-sama lagi" lena
wanita itu terus saja berbicara kepadaku walaupun aku tidak menghiraukanya.
Aku hanya diam dan mendengarkan apa yang dia bicarakan.
Setelah sampai di sekolah dia mengnalkan ku kepada dua anak laki-laki, mereka kembar dan agak cerewet. mereka menatap ku dengan tatapan sinis.
"Oh iya apa kau masih ingat dengan mereka? Edward dan Edmund " lena
"Tidak" jane
"Yah baiklah lupakan. mereka tidak penting sama sekali " lena
"wow, apa ini? apa kau sudah sehat jane? aku dengar kau mengalami kecelakaan yang sangat parah" Edward
"ya, kepalanya terbentur dan membuatnya jadi amnesia" lena
"haha...benarkah? jane, apa kau masih mengenal kami?" Edward.
" dia tidak mengenali kalian berdua" lena
__ADS_1
"kau ini kenapa? aku bertanya kepada jane bukan pada mu" Edward
"ya aku tau. tapi dia sedang tidak ingin bicara. apalagi dengan orang sepertimu edward" Edward
"apa!? memangnya aku kenapa??" Edward
"sudahlah edward ayo kita kekelas" Edmund
"ya baiklah, kita tinggalkan saja anak polos ini dengan induk harimau" Edward
"apa!!! maksudmu aku???" lena
edward dan Edmund pergi meninggalkan mereka.
"Hey!!!" lena
"sudahlah lena, kau sangat berisik" jane
" apa? kau juga? seharusnya kau membelaku jane. kita ini teman" lena
"ayolah, nanti pasti ingat" lena
setelah jam pelajaran pertama berakhir.
"lena..." jane
"hmm?? ada apa? " lena
"apa kau tau apa yang sebenarnya terjadi padaku??" jane
" kau mengalami kecelakaan mobil yang sangat parah dengan kakak perempuan mu" lena
" kakak perempuan??" jane
__ADS_1
" yup, tapi.... " lena
"tapi apa?? apa yang terjadi?? " jane
" emm... aku tidak yakin ingin memberitahu mu soal kakak perempuan mu" lena
" ada apa apa yang terjadi pada kakak perempuan ku?? dimana dia?? kenapa ayah dan ibuku tidak pernah memberitahu ku atau mebicarakan kakak perempuan ku padaku?? " jane
"eee.... itu.." lena
"Hey! Kalian! Apa pulang sekolah nanti kalian sibuk?" Edward
"hey, edward! Edmund! " lena
"Emmm... tidak, kami tidak sibuk sama sekali" lena
"Baiklah, jika kalian mau, kalian bisa ikut dengan kami" Edward
"ikut dengan kalian?? Kemana? jika kalian berani macam-macam aku tidak akan mengampuni kalian " lena
"cih.. yang benar saja. memangnya apa yang menarik darimu? " edward.
" hey!! berhentilah mengejekku Edward!! " lena
" haha.. aku tidak mengejekmu lena. itu faktanya" Edward
"tidak!! fakta sebenarnya adalah banyak sekali pria yang mengajak ku kencan karena terpesona oleh kecantikan dan ke sexyan ku " lena
" benarkah?? lalu dimana pria BoDoH yang mengejar-ngejar dirimu? apa mereka sudah sadar akan keburukan mu" edward
" hey!!ayolah itu sangat kasar!! " lena
" sudahlah, kalian berdua ingin ikut atau tidak" edmund
__ADS_1
" memangnya kemana kalian akan pergi??" lena
"Temui saja kami di depan sekolah nanti. Nanti akan kami beri tau. Kecuali kau takut" Edward