
"YA TUHAN!! apa itu??!!!" lena
"Stttt... lena jangan berisik" kata jane sambil berbisik
"Edmund pastikan kau merekam ini" Edward
"Oke👌" Edmund
"Ayo kita periksa" Edward
" Teman2 sebaiknya kita pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu" jane
"Dengar, kita sudah sampai sejauh ini jika kita kembali ini semua akan jadi sia-sia" edward
"Apa maksudmu jauh?? Kita bahkan baru mulai "lena
"Diam lah lena! Aku sedang berusaha membuatnya tenang" Edward
*SRETTTTTT*
"suara apa itu??!!?!" lena
"Edmund apa kau melihatnya??" Edward
"aku tidak yakin Edward, aku hanya melihat sesuatu seperti bayangan hitam" Edmund
"Lihat.. bayangan hitam~" Edward
"Edward, berhenti bercanda" lane
"Dia tidak bercanda lena, aku juga melihatnya" jane
"Oke, Mungkin sebaiknya kita menyalakan lampu" Edward
"Aku akan mencari saklarnya" Edmund
"Hati2 Edmund" lena
"aku akan menyalakan senter" edward
Edward mengarahkan senter ke langit-langit untuk memastikan adanya lampu
"Edmund tunggu! Tidak ada lampu di sini" edward
"....." edmund
" seseorang telah menghancurkan lampunya" jane
"Edward, apa yang harus kita lakukan sekarang??" Edmund
__ADS_1
"Baiklah sebaiknya kita menghentikan ini semua" jane
"Edward aku rasa jane benar, sebaiknya kita pergi sekarang" Edmund
"Yah baiklah, aku juga tidak ingin merasa bersalah karena membuat kalian mati ketakutan" Edward
"Berhenti bercanda Edward!!" lena
"Haha.. oke oke" Edward
"Baiklah ayo pergi" Edmund
*BRUAKKKKKK*
*AARRRHHHHHH*
"AAAA!!!"
"LARIIII!!!!!!" Edmund
"Teman2 lewat sini!!" edward
"Jane cepatt!!!!" lena
merekapun dengan panik berlari dan masuk kedalam sebuah ruangan seperti kamar tanpa jendela atau semacamnya.
"Aku sudah bilang sebaiknya kita hentikan saja ini semua. Seharusnya kalian mendengarkan ku" jane
"Tidak edmund, tidak ada sinyal di sini" lena
"Sial, kau benar lena. tidak ada sinyal disini " edmund
"aa-a.. kepalaku.." jane
"jane! jane! sadarlah jane! apa yang terjadi?!" lena
"Tidak ada gunanya menyesal. dan edward bantu lena membawa jane. Lebih baik kita mencari cara untuk keluar dari sini" Edmund
"Edmund benar. Hey! Edward, apa yang kau lakukan?? cepat bantu aku membawa jane!" lena
"Diamlah lena, aku sedang berfikir" Edward
"EDWARD!!" edmund
"ya, baiklah aku datang" Edward
*BRUAKKKKK!!!*
*KRTTTTTTTTT*
__ADS_1
Monster itu pun perlahan datang dan menggoreskan cakarnya ke dinding untuk menakuti mereka
"stttttt..... "Edmund
"Kita harus mencari jalan keluar" Edward
Edward dan Edmund pun mulai mencari jalan keluar
*TAP....TAP...TAP...*
"teman2, cepatt!! Dia ada di depan pintu!" lena
"Edward!, Lihat ini!" Edmund
sambil membawa jane yang sedang pingsan. merekapun segera mencari jalan keluar. dan akhiranya Edmund menemukan sebuah jalan rahasia yang ada di bawah lemari tua yang ada di dalam rumah itu.
"Aku tidak yakin" Edmund
"Tapi ini satu-satunya jalan" lena
"Baiklah, Edward! Lena!! Lewat sini" Edmund
Mereka bergegas masuk ke dalam ruangan bawah tanah tersebut dan dengan cepat Edmund menyemprotkan cairan penghilang jejak dan menutup pintu tersebut.
"lena, Edmund, nyalakan senternya" edward
"sebentar aku akan ambilkan senter lagi di dalam tas ku" Edmund
"ini senternya, Kalian lihat, apa yang aku katakan benar bukan?? Ada pintu rahasia" Edmund
"Diam lah Edmund sekarang bukan waktunya untuk pamer" lena
"Teman-teman...." edmund
"Sial" Edward
"Ada tiga jalan, kemana kita akan pergi??" lena
"Ayo kita pilih jalan yang lurus saja" Edward
Setelah beberapa saat berjalan
"Lihat! Ada pintu" lena
"Sial ini terkunci" Edmund
"Sebaiknya kita kembali dan mencari kunci" lena
"Baiklah, ayo cepat" Edward
__ADS_1
"Lewat kanan" Edmund