Crazy Rich Girl

Crazy Rich Girl
CH. 2 | Hilangnya The Fox


__ADS_3

"Sebenarnya aku tidak masalah jika kau tidak ingin membantu kami. Tapi, kakekku pernah berkata jika Ayahmu dulu menjanjikan sesuatu kepada kami agar clan kita bisa menjadi teman dan tidak terus berperang dingin," lanjutnya dengan salah satu sudut bibirnya yang tertarik ke atas.


"Ck! Baiklah, apa yang kau inginkan?" balas Jessica akhirnya.


"Aku ingin kau mencari kakakku," ujar Joshua.


Jessica mengerutkan keningnya. Kakaknya? Orang yang dia maksud adalah The Fox sang pemimpin Revengreed? Mengapa ia harus mencarinya? Apa dia menghilang?


"The Fox maksudmu?" tanya Jessica mencoba memastikan bahwa tebakannya benar.


"Siapa lagi, kakakku hanya dia."


"Mungkin dia sedang berada di Markas kalian, atau mungkin mengecek pasokan senjata di Gudang Selatan?" jawab Jessica sedikit acuh. Ayolah, untuk apa ia mencari pemimpin Revengreed itu? Dia pasti hanya sedang berada di habitatnya—maksudnya di Markas atau Mansion megah miliknya.


Joshua mendengus kesal. Ia menatap Jessica dengan nyalang sebelum mencondongkan tubuhnya ke arah wanita itu. "Jika dia ada di sana, untuk apa aku meminta bantuanmu untuk mencarinya?"

__ADS_1


Jessica mengangguk kecil. Dia terlihat berpikir sejenak dengan kedua jarinya yang mengapit dagu tirusnya.


"Lalu, bagaimana dia bisa menghilang? Aku perlu mengetahui hal itu untuk menjadi petunjuk kemana kami harus mencarinya," timpal Jessica.


Ini merupakan pilihan yang cukup sulit. Jessica sebenarnya tidak ingin berurusan kembali dengan Revengreed, karena berdasarkan informasi yang ia dapat dari Kakek dan Ayahnya, Revengreed adalah musuh terkuat mereka dan tentunya banyak sekali clan yang tidak menyukai keberadaan Revengreed yang selalu menduduki puncak paling atas di underground. Jessica tentu tidak ingin jika ia harus kembali kehilangan anggotanya hanya karena clan dia terlibat dengan masalah internal mereka. Banyak sekali anggota Thimotheous yang sudah menjadi korban kekejaman Revengreed juga musuh darinya ketika kedua clan ini masih belum akur. Namun, jika Jessica tidak menyetujui permintaan Joshua untuk membantunya mencari The Fox, maka dia akan membawa anggotanya ke dalam masalah.


Revengreed pasti akan kembali mengibarkan bendera permusuhan terhadap clannya, dan itu bukan pilihan yang bagus jika sampai benar kejadian.


"Dia menghilang ketika Markas kami sedang diserang oleh anggota Glocks. Tapi, kami telah mengirimkan mata-mata ke Markas mereka dan tidak menemukan satupun informasi tentang keberadaan Kakakku itu," jelas Joshua.


Akhinya Jessica mengangguk setelah berkutat cukup lama dengan pikirannya. "Fine, aku akan mengerahkan timku untuk menyusuri kota London dan mencari The Fox."


Jessica memicing ke arah pria itu, merasa sedikit aneh dengan sikapnya. Setenang itu kah dia memberitahu hal yang bisa saja menjadi tirik kelemahan clan mereka sekarang? Bahkan, Jessica tidak bertanya sedikitpun mengenai hal itu dan dia langsung membeberkannya begitu saja.


Pantas jika Ayah mereka lebih mempercayakan kepemimpinan clan mereka kepada The Fox. Ternyata, bukan hanya karena dia anak pertama tetapi adiknya memang masih sangat ceroboh.

__ADS_1


Ayolah, walaupun Thimotheous bukan musuh, Joshua harus belajar untuk menutup mulut terlebih dulu sebelum masalah internal itu selesai. Jika tidak, dia bisa saja memberitahukan info tersebut ke orang yang salah, yang malah akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menghancurkan mereka. Terlebih, pemimpin mereka sekarang menghilang. Bukankah ini akan menjadi celah yang sangat bagus untuk mengalahkan mereka ketika jantung dari Revengreed tidak ada?


"Aku harap kau bisa tutup mulut mengenai masalah ini kedepannya, atau Kakakmu mungkin akan menjahitnya karena perkataanmu barusan bisa saja menjadi senjata makan tuan." Jessica bangkit dari kursinya, ia berjalan menuju pria dengan jas merah itu lalu menepuk bahu kokoh miliknya.


"Kau harus lebih hati-hati lagi lain kali, beruntung hanya aku yang mendengar berita ini." Jessica melangkah menuju pintu ruangan kerjanya lalu membukanya dan memberikan gestur kepada mereka untuk segera meninggalkan ruangannya.


Joshua menyeringai tipis sebelum mengajak kedua anak buahnya untuk segera pergi.


"Mereka benar, kalian cocok," ujar Joshua ketika tubuhnya melewati Jessica.


Wanita itu mengerutkan keningnya, namun urung untuk menanyakan maksud dari ucapan pria itu tadi. Dia hanya mengedikkan bahunya acuh sebelum memanggil Nathaniel yang sudah standby di depan pintunya.


"Nath, tolong beri tahu The Eagles aku akan mengadakan rapat dadakan di Markas utara. Oh, dan aku harap semua anggota hadir hari ini," ujar Jessica.


"Roger that, Madame," balas Nathaniel.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa tinggalkan like nya sebagai jejak


__ADS_2