Crazy Rich Girl

Crazy Rich Girl
CH. 3 | Menyusun Rencana


__ADS_3

The Eagles, tim kepercayaan Thimotheous yang bertugas untuk melakukan pelacakan ketika ada beberapa customer mereka yang tiba-tiba kabur dan melupakan kewajiban mereka untuk membayar uang yang sudah dijanjikan di awal kepada Jessica. Bisa dibilang, The Eagles merupakan tim pionir, para anggota yang selalu maju paling depan untuk Thimotheous.


Mereka sekarang sudah berkumpul di suatu ruangan yang sudah Jessica janjikan untuk rapat dadakan tadi. Jika kalian membayangkan ruangan dengan meja bundar besar yang dikelilingi banyak kursi, maka jawaban kalian sangatlah salah.


Mereka semua diam berdiri dengan kedua tangannya yang terlipat di belakang tubuhnya, menatap ke arah Jessica yang berdiri di atas gundukan semen yang cukup tinggi.


Markas Utara bisa dibilang sebagai Markas mereka yang paling sederhana namun paling aman karena tidak banyak orang luar bahkan anggota lain yang tahu keberadaan Markas ini. Haya anggota The Eagles, Nathaniel bodyguard pribadinya, Jaguar supir pribadinya dan tentu dirinya sendiri. Anggota Thimotheous yang lain taunya Markas Utara ini adalah tempat di mana Jessica menyimpan spare parts mobil untuk ia jual di pasar gelap dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di toko aslinya. Bukan tempat di mana The Eagles selalu bersembunyi.


"Baik, akan kumulai rapat hari ini," ujar Jessica memulai rapatnya kali ini. Dia tidak berminat untuk basa-basi dan tinggal terlalu lama karena ia masih harus mengecek beberapa pasokan parfum di Gudang Timur sebelum petang nanti.


Semuanya serempak mengunci mulut mereka, meninggalkan keheningan di ruangan itu. Jessica berdeham kecil sambil menatap satu-satu wajah dari anggotanya yang hadir. Mengangguk kecil ketika ia melihat jika semuanya hadir tanpa terkecuali.


"Oke. Aku tidak akan banyak basa-basi karena aku baru saja mendapatkan perintah langsung dari adik pemimpin Revengreed untuk mencari The Fox. Dia menghilang," ujar Jessica.


Samuel, salah satu dari tiga kaki tangan Jessica di The Eagles, mengangkat tangannya.


"Ya, ada yang ingin kau tanyakan, Sam?" tanya Jessica.


Samuel mengangguk sebelum kembali menurunkan tangannya. "Mengapa kita harus mencarinya, Madame? Bukankah tim mereka juga sangat bagus? Bahkan jauh lebih banyak daripada anggota tim kita. Mengapa untuk mencari ketuanya sendiri, mereka lebih mempercayakannya kepada kami?" tanya Samuel.

__ADS_1


Jessica juga bingung sebenarnya. Dengan anggota Revengreed yang banyak dan juga mereka memiliki banyak sekali ahli mata-mata yang andal, mengapa mereka lebih memilih meminta bantuan kepada Thimotheous yang banyak anggotanya saja mungkin hanya setengah dari mereka?


"Tugas tetaplah tugas, jadi kalian harus mencarinya dengan benar. Jika, The Fox tidak ketemu, clan kita dalam ancaman," jawab Jessica. Samuel pun mengangguk paham.


"Informasi yang aku dapatkan dari Tuan Joshua, terakhir kali The Fox terlihat adalah ketika Glocks menyerang markas mereka. Namun, setelah melakukan investigasi dengan menaruh berapa mata-mata ke dalam markas mereka, keberadaan The Fox tidak terdeteksi sama sekali di sana," jelas Jessica.


Wanita itu mengela napasnya sebelum menatap kembali anak buahnya, "Jadi, Glocks tidak menculik The Fox."


"Aku sebenarnya merasa jika The Fox memang tidak diculik oleh siapapun. Kau semua tahu bukan, dia tidak segampang itu untuk diculik oleh lawannya," sambung Jessica.


"Aku memiliki satu konklusi, Madame," ujar Ruth, salah satu kaki tangannya juga.


"Ada kemungkinan jika The Fox memang sengaja melarikan diri karena satu dan lain hal yang mengharuskannya untuk melakukan itu. Lalu, perihal Tuan Joshua yang meminta kita untuk mencari Tuan Foxie, mungkin saja itu adalah clue," jelas Ruth.


Clue? Thimotheous menjadi clue dibalik hilangnya The Fox? Mereka sudah lama tidak mengadakan pertemuan ataupun acara jamuan makan malam untuk sekedar mempererat tali persaudaraan mereka, bagaimana bisa Thimotheous menjadi petunjuk ke mana perginya The Fox.


"Clue apa yang kau maksud?" sahut Samuel, mendeluani Jessica yang juga ingin menanyakan hal tersebut.


Ruth berdeham sebelum menggaruk punggug tangannya yang sedikit gatal, menandakan jika dia juga tidak begitu yakin dengan pemikirannya ini.

__ADS_1


"Mungkin, ada sangkut pautnya dengan kita?" jawab Ruth dengan ragu.


Samuel mengerutkan keningnya, merasa kurang setuju dengan apa yang diucapkan oleh rekannya itu. "Jika memang kita terlibat, seharusnya Revengreed sudah mengibarkan bendera perang dari jauh-jauh hari bukan malah meminta bantuan kepada kita," sangkal Samuel.


Jessica jadi bingung. Kemungkinan-kemungkinan itu memang bisa menjadi apa yang sebenarnya, tapi rasanya sangkalan Samuel jauh lebih masuk akal.


"Oke, lebih baik kita menyusun strategi untuk mencari The Fox, karena mereka hanya memberikan kita waktu satu bulan." Jessica turun dari gundukan semen itu dan berjalan menuju meja yang berada di sudut ruangan. Dia mengambil selembar kertas lalu menaruhnya di atas meja dan mulai menggambar beberapa rencana yang ia miliki.


"Aku akan membagi kalian menjadi tiga tim dengan masing-masing satu ketua. Tim pertama akan dipimpin oleh Samuel, Tim kedua oleh Ruth dan yang ketiga akan dipimpin oleh Jack," ujar Jessica ketika semua anggota The Eagles sudah ikut mengelilingi meja itu.


"Tim pertama akan ditugaskan untuk mencari dibagian Barat, tim kedua di Timur dan tim ketiga ke Selatan. Sedangkan aku dan Nathaniel akan mencari di sekitaran Utara, karena ya kantor utama kita ada di Utara dan aku juga masih harus memeriksa beberapa laporan. Sampai sini apa ada yang ingin ditanyakan?" Jessica menaruh bolpoinnya dan kembali menatap mereka.


"Tidak Madame!" seru mereka bersamaan.


Mengangguk puas, Jessica mengangkat kedua ibu jarinya. "Bagus! Kalian bisa memulai pencarian mulai hari ini. Dan, pastikan untuk selalu memberikanku laporan harian tentang hasil pencarian kalian."


Bersambung ....


Tinggalkan jejak kalian dengan cara menekan tombol like dan juga komentar~

__ADS_1


__ADS_2