Creepypasta

Creepypasta
Sekarang Kamu Tahu #13


__ADS_3

...Happy Reading...


...----------------...


Seperti biasa saya bangun dengan tangan yang lebam-lebam, rasanya tulang-tulang saya remuk semua, dari ujung kepala sampai ke ujung kaki seperti rasa digiling dengan drum besar, rasanya sakit sekali, dan juga ada beberapa luka di tangan dan di kaki saya. Dan ini sudah biasa bagi saya.


Terbangun dari tidur merupakan hal yang paling menakutkan bagi saya, karna apa? Karna saya tidak pernah tau kejadian apa yang telah saya lalui, hal apa yang sudah terjadi sebelumnya. Seperti ini, saya terbangun dengan kondisi tubuh yang lebam-lebam dan beberapa luka goresan di tangan saya.


Saya seakan lupa siapa diri saya, saya tidak peduli lagi dengan sakit yang saya rasakan karna saat itu hati saya hanya dipenuhi dengan kemarahan, pikiran saya dikuasai oleh dendam kepada siapa saja yang menyakiti saya.


Tetapi saya hanya bisa diam, tidak ada yang bias saya lakukan, saya terlalu lemah untuk diri saya sendiri, menguasai diri sendiri saja saya tidak sanggup.


“kamu minum dulu ya” kakak saya menyodorkan segelas air putih, tetapi saya menolaknya.


“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti tadi?”


“entahlah, saya tidak tau dan saya tidak mau membahas ini lagi, saya mau istirahat, kakak bisa keluar sekarang”.


Keluarga saya sangat heran dengan kelakuan saya saat itu. Sikap saya berubah menjadi sangat tertutup, tidak ada suatu kejadian pun yang saya ceritakan kepada mereka, bahkan untuk membahas apa yang terjadi dengan saya disekolah saya tidak mau.


Saya memang sudah berubah, saya tidak lagi seperti dulu yang selalu ceria dan suka bercerita dengan keluarga, sekarang saya menjadi aneh, pendiam, suram dan selalu menyendiri. Dan inilah hidup saya yang baru.


Tidak ada satupun notifikasi pesan dari teman-teman dikelas saya, hanya sekedar untuk menanyakan kondisi saya pun tidak ada, ah.. apa yang sedang saya pikirkan, untuk apa saya berharap seperti itu.


“kamu mau ke sekolah? Emangnya kamu udah baikan?"


“saya udah nggak apa-apa kok bu”.


“kalau tetap mau sekolah, kamu diantar aja ya sama kakak kamu”


“nggak usah bu, saya sendiri aja, saya berangkat dulu”

__ADS_1


“kamu nggak sarapan dulu? Tadi malam kamu juga nggak mau makan”


“saya nggak lapar bu” saya langsung bergegas meninggalkan rumah, dan Nampak wajah ibu saya dipenuhi kekhawatiran dengan kondisi saya.


Setibanya disekolah, ternyata saya terlambat beberapa menit, saya mengetuk pintu dan meminta izin masuk kepada guru yang sedang mengajar, dan saya masih ingat waktu itu adalah jam pelajaran kimia dengan walikelas saya.


“maaf buk, saya terlambat”


“kamu itu niat sekolah atau nggak sih? Tiap hari kamu telat terus”


“maaf buk, tadi saya bangun kesiangan saya kurang enak badan buk”


“yaudah duduk sana, besok jangan telat lagi” saya langsung menuju tempat duduk saya di bangku paling belakang.


“haii.. kamu kenapa?” “saya baik-baik saja, Anjani. Tolong jangan ganggu saya dulu”


“baiklah.. dan berhati-hatilah”


Satu per satu teman saya sudah diatur tempat duduknya, hanya tinggal saya sendiri yang masih duduk diposisi lama, meskipun sebelumnya beberapa teman saya sudah ditawarkan untuk sebangku dengan saya tetapi mereka menolak.


“Resi kamu duduk sendiri aja ya di belakang”


“iya buk”


Kemudian semua siswa keluar karna sudah masuk jam istirahat, hanya saya sendiri dikelas.


“tidaak ada yang mau menjadi temanmu ya?”


“Anjani.. sejak kapan kamu disini?”


“dari tadi, saya melihat semuanya, kamu tidak usah sedih”

__ADS_1


“nggak kok, saya nggak sedih, kan kamu teman saya” tanpa saya sadari air mata meleleh di pipi saya, sebenarnya hati saya kecewa, apa salah saya hingga saya dikucilkan begini.


“res.. kok masih di kelas? Kamu nggak makan?" Riko, buat apa dia kesini


“nggak bang, saya sudah sarapan tadi pagi”


“lalu kenapa kamu sedih begini?”


“nggak bang, bias aja”


“kamu jangan bohong, abang tau kamu banyak masalah, kalua kamu mau cerita abang siap dengar cerita kamu’,


“nggak ada apa-apa kok bang, lagian nggak enak dilihat sama yang lain kita berdua di kelas beginii, abang keluar aja ya”.


Dan benar saja, tidak lama setelah itu saya melihat teman-teman saya menuju kearah kelas. Keadaan terus bertambah parah.


***************************************


Bersambung ...


Makasih banyak dah baca sampe sejauh ini yaaa.😭😭 (author terharu)


**Maaf ni yaa update nya lama. Soalnya jadwal lagi padet ditambah lagi ujian saiya ini😭


Dan ditengah malam yang sunyi ini me berusaha meluangkan waktu untuk mengetik ini cerita.


Bayangin tengah malem sendirian, ngetik cerita horror* buehhh mantep tenan🗿*


***Masih mending kalo gada JUMSCARE. Lah kalo tiba-tiba nongol😑🖕🏻 gatau kek mana jadi nya🙂


Okey lahh sekian gitu aja, intinya matur suwon wes mboco cerita kulo😂

__ADS_1


Bye bye bestiiiii🏇🏇🏇🏇***


__ADS_2