
Malam itu Yoon Se ri keluar dari mobil dan memasuki restoran yang diikuti oleh seorang lelaki. Mereka masuk bersamaan lalu bergandengan tangan, disitulah paparazi bertindak. Seperti biasa itu adalah skandal
cinta Yoon Se Ri untuk mempromosikan produk yang digunakannya.
Di ruang rapat kantor Yoon Se Ri, mereka membahas hasil foto yang didapat oleh wartawan
malam itu.
“Ya. Beritanya akan diterbitkan sekitar pukul 07.00. Tapi kubilang ke Despatch pegangan tangan bukan berarti pacaran. Tanya saja orang-orang dijalan, jika diperhatikan bukan pegangan tangan. Kau memegang pergelangannya. Jadi, kubilang “Merek tak pacaran”, aku menyangkalnya. Dan kami putuskan kalian teman baik yang suka berbuat iseng” Ungkap Hong Chang Sik pada Yoon Seri.
“Kau sebut itu keisengan?” ucap Yoon Seri.
“Ya. Kubilang kalian akrab dan kau biasa bermain-main. Maksudku kalian biasa bercengkerama begitu.”
Mendengar ucapan Hong Chang Sik yang adalah Karyawannya Yoon Seri tertawa, dan itu membuat Hong Chang Sik bingung.
“Benar. Kami pernah dekat, walau sudah berakhir.” Balas Yoon Se ri sambil mengipas-ngipas bagian matanya agar air mata tak terjatuh.
“Baiklah. Itu sudah terjadi tak apa-apa. Semua baik-baik saja. Tapi bisa tolong perbaiki efek kaburnya?” tanya Yoon Se Ri bertopang dagu.
“Mau kuminta mereka kaburkan wajahmu lagi?”
“Tidak bukan itu maksudku. Mereka mengaburkan antingku juga, itu akesoris yang susah kupromosikan dari seluruh koleksinya. Efek kaburnya. . . . harus bagaimana ya?”
Yoon Se Ri memperhatikan secara detail foto yang terpampang di layar.
“Bisa mereka kecilkan sedikit agar antingnya langsung terlihat. Justru foto penuh lebih baik. Dengan begitu, orang bisa lihat dompet dan sepatuku” tegas Yoon Se Ri.
__ADS_1
“Baik” Jawab Hong Chang Sik. Semua orang yang ikut rapat terlihat heran dan ada yang melamun, termasuk maneger pembelian.
“Manager pembelian, lalu apa tugasmu?” tanya Yoon Se Ri membuyarkan lamunannya dengan
jentikan jari.
“Maaf?”
“Anting, dompet, dan sepatu siapkan stok yang cukup. Pesanan akan menumpuk saat itu menjadi tren.”
“Baik” jawab manager pembeliaan dengan ekspresi sedikit takut.
XXX
Di Mall Yoon Seri berjalan diikuti oleh para pengawalnya yang cukup banyak dan itu
“Siapa dia? Kenapa ramai sekali”
“Itu dia ? wanita yang berpacaran dengan aktor Cha Sang-u?”
“Benar. Dia pikir dia selebritas? Kenapa bawa penjaga?”
“Dia bahkan tak cantik” Itulah celotehan beberapa pengujung mall yang melihat kedatangan Yoon Se Ri disertai penjaga. Yoon Se Ri terus berjalan bak seorang selebritas.
“Tampaknya aku dapat perhatian lebih dari biasanya. Kenapa kau memanggil penjaga?” tanya Yoon Seri pada
sekretarisnya, yaitu Hong Chang Sik.
__ADS_1
“Seandainya penggemar Cha Sang-u yang marah menyerangmu. . “ Jawab Hong Chang Sik.
“Penggemar yang marah??? Kenapa ? akulah yang harus marah, bukan mereka” tegas Yoon Se Ri mulai menunjukkan kemarahannya.
“Nona Yoon, tenanglah” ucap manager pembeliaan mengalihkan pembicaraan. “Sebagian perhitungan laba tahunan selesai. Harga saham juga naik” Jelasnya menunjukkan data di tablet pada bosnya, namun
Yoon Seri hanya diam tak menjawab.
Telepon Yoon Seri pun berdering, nomor tak dikenal.
“Lihatlah dirimu. Kau ini selebritas?” Ucap orang dari telepon itu.
“Ini siapa?” tanya Yoon Seri
“Kakakmu” jawab kakaknya sedikit berteriak.
“Kenapa menelepon?”
“Hei, terakhir kali atlet bisbol, atlet sepak bola, dan kali ini aktor.” Ungkap kakaknya mengejek.
“Lalu, kenapa menelpon?”
“Kau mungkin tak peduli apa yang terjadi dengan keluarga kita, karena kau sibuk mempermalukan kami tapi kau lihat berita? Ayah bebas bersyarat hari ini. kakak tak peduli kau berkunjung atau tidak saat hari libur, atau untuk upacara tapi kau harus datang hari ini.” Jelas kakaknya.
“Ini nomor kakak?” tanya Yoon Se Ri, yang sejak tadi berhenti berjalan setelah mendengar ayahnya bebas bersyarat hari ini.
“Ya. Bisakah kau simpan nomorku?” jawab kakaknya dengan santai.
__ADS_1
“Jangan ganti nomor. Merepotkan jika harus kublokir dua kali.” Ucap Yoon Seri lalu mematikan sambungan teleponnya. Yoon Seri langsung memblokir nomor kakaknya tersebut.