
Perkenalan Pemain Crush Landing On You
Hyun Bin sebagai Kapten Ri Jeong Hyeok
Son Ye Jin sebagai Yoon Se Ri
Seo Ji-Hye sebagai Seo Dan yang merupakan tunangan Kapten Ri
Kim Jung Hyun sebagai Goo Seung Jun
Pemain yang menjadi Anak Buah Kapten Ri, (Tentara Divisi Lima)
Lee Shin Young sebagai Park Kwang Beom
Yang Kyung Won sebagai Pyo Chi Su (tentara nyinyir)
Yoo Su Bin sebagai Kim Joo Muk
Tang Joon Sang sebagai Geum Eun Dong (Tentara termuda)
Di tengah malam tersebut juga, Yoon Seri tersangkut di atas pohon di wilayah Korea Utara. Dia diperhatikan oleh burung hantu yang seperti kebingungan melihatnya. Yoon Seri tergantung dengan parasut paralayangnya. Sedangkan di Korea Selatan, pegawai Yoon Seri sangat mengkhawatirkan bosnya. Polisi dan badan pencari semua berada disana.
“kau tak boleh masuk” halang salah satu polisi ketika Chang Sik ingin menerobos masuk ke tempat evakuasi.
“Kumohon, bosku seorang wanita.” Ucapnya memohon, Chang Sik terlihat sangat khawatir sekali.
“Astaga, permisi. Tunggu!” dengan cepat Chang Sik menghampiri korban yang diangkat menggunakan tandu tersebut, namun itu bukanlah Yoon Se Ri. Chang Sik menangis histeris.
“Kumohon, tenanglah.” Ucap polisi tersebut berusaha menenangkan.
Lalu Chang Sik melihat wartawan yang juga ikut dalam paralayang itu diangkut dengan tandu, Chang Sik segera berlari menghampirinya.
“Permisi! Hei. Bos ada dimana?” tanyanya.
“Entahlah.” Jawab wartawan itu menahan sakit.
“Kau merekam apa pun? Mana kameranya?” tanya Chang Sik berusaha mencari bosnya.
“Di situasi ini? Tak bisa.” ucap wartawan itu.
“Lantas apa kerjamu?” Chang Sik berteriak karena kesal.
“Aku hampir mati.” Teriaknya.
“Sudahlah, tapi mana Nona Yoon?”
tanyanya sambil menangis.
“Kutuntut kalian nanti.” Teriak wartawan itu lagi yang sudah dimasukkan ke dalam mobil ambulan.
“Apa maksudmu?” teriak Chang Sik.
“Tunggu. Astaga, ini gila. Sunggu tak profesional. Sudah kubilang, kirim laporan saja. Kenapa dia tiba-tiba ingin lakukan sendiri? Ini gila. Dia mau terbang atau semacamnya. Kau terbang sejauh apa Nona Yoon?” Ucapnya frustasi dan terisak.
XXXX
Pagi itu, Yoon Se Ri tersadar, dia melihat sekitar dengan dirinya masih menggantung di atas pohon dan ia kebingungan
“Apa aku pingsan? Astaga aku dimana?” Dia memperhatikan sekitar, dan itu membuatnya merintih kesakitan.
Jelas saja tertiup angin begitu jauhnya dan tersangkut di atas pohon. Itu menyakitkan.
“tempat apa ini? Ini Seri. Jawab aku, Pak Hong. Halo... halo.. apa-apaan ini” Yoon Seri berusaha menghubungi
pegawainya dengan Walkie Talkie yang masih ada dengannya.
“Aku dimana? Aku ada di taman Nasional? Astaga ya ampun, tinggi sekali” Seri terkejut ketika melihat ke
bawah, dia tidak sadar bahwa dirinya tersangkut di atas pohon yang tinggi.
“Hallo ada orang? Hallo... Tolong ada orang?” Seri berteriak meminta pertolongan.
Dan sekitar situ Kapten Ri dan satu anak buahnya yaitu Park Kwang Beom sedang patroli. Kapten Ri mendengar teriakan itu.
“Kau dengar sesuatu?” tanya Kapten Ri pada anak buahnya sambil mengamati sekitar.
__ADS_1
“Maaf? Aku tak dengar, Pak.” Jawab anak buahnya.
“Suara wanita. Tampaknya dia menangis.”
“Hentikan. Kau menakutiku.” Ucap anak buah Kapten Ri yang mulai ketakutan.
“Ini burung hantu. Jawablah, Merpati.” Suara Walkie talkie tersebut mengagetkan mereka berdua.
“Ini Merpati. Ada apa?” Jawab Park Kwang Beom.
“Kalian harus segera kemari. Tornado merusak semua barikade dan pagar.” Jelas orang yang berbicara di walkie talkie itu.
“Baik.” Jawab anak buah Kapten Ri.
“Kapten Ri.” Panggilnya.
“kau saja, aku mau menyisir area ini” Sahut Kapten Ri yang masih mengamati dari mana suara itu berasal. Anak buahnya menjawab iya dan lalu pergi. Sementara Kapten Ri mulai menyisir hutan dengan waspada sambil memegang pistolnya. Dan akhirnya dia menemukan Yoon Seri yang menggantung, namun dia mengarahkan pistol tersebut ke Yoon Seri. Yoon Seri menyadari kehadiran Kapten Ri.
“Di sini. Ada orang di sini! Kau seorang tentara.” Ucap Yoon Seri sambil melambaikan kedua tanggannya. Kapten Ri pun melangkah perlahan.
“Apakah pasukan tentara di dekat sini ditugaskan mencariku?” tanyanya dengan ekpresi senang. Namun, dia terdiam dan memperhatikan lambang-lambang yang melekat di baju tentara Kapten Ri.
“Kata sandi.” Ucap Kapten Ri.
“Apa? Apa itu?” tanya Seri. Kapten Ri melangkat mendekat.
“Jangan mendekat. Bicaralah dari sana. Bicaralah dari sana” Ucapnya karena ketakutan.
“Turunlah” perintah Kapten Ri.
“Andai aku bisa, tapi disini tinggi sekali. Aku tak punya tenaga lagi.” Jawabnya. Kapten Ri menarik pelatuknya, dan itu membuat Seri kaget.
“Astaga, aku akan turun. Ku lepas sabuknya.” Sambil melepas sabuk paralayangnya dan
melompat. Namun Yoon Seri malah jatuh ke pelukan Kapten Ri. Kapten Ri merintih
menahan tubun Yoon Seri. Lalu dia dengan reflek menurunkan Seri.
“Pekerjaan dan namamu?” tanya Kapten Ri.
“Aku bekerja untuk perusahaan mode. Kurasa kau tak akan tahu namanya. Dan aku tak nyaman memberitahumu namaku karena kita baru bertemu. Dan... kau membuat keputusan sulit. Selamat datang di Republik Korea.” Jelas Seri.
“Republik Korea?” tanya Kapten Ri bingung.
“Apa namanya? Pembelot. Kau pembelot dari Korea Utara, kan? Mmm mungkin bukan. Komunis bersenjata. Mata-mata? Ataukah kau pasukan elite Korea Utara yang ditugaskan untuk menjalankan misi khusus? Apapun itu, jangan khawatir. Aku tak akan melaporkanmu. Aku tak mengurus urusan orang lain. Aku sibuk dengan urusanku. Aku pergi dahulu.” Seri berbalik badan ingin berusaha pergi.
'‘Berhenti.” Perintah Kapten Ri.
“Dengar, bisakah kau biarkan aku pulang?”
“Alamatmu?”
“Seoul, Gangnam-gu, Cheong... aku tak bisa beri detailnya.” Jelas Yoon Seri.
“Jauh sekali.”
“Aku akan cari jalan. Terima kasih.”
“Pasti ada salah paham. Bukan aku yang ke Selatan. Kau yang ke Utara.” Jelas Kapten Ri dan itu membuat Seri terkejut.
“Utara? Korea Utara? Hah.. astaga jangan bercanda. Bagaimana mungkin.... yang benar. Ayolah jangan bercanda.” Seri tidak percaya, Dia berharap itu hanya gurauan.
“Kita berada di zona demiliterisasi, paralel ke 38. Garis batas uatar.” Jelas Kapten Ri lagi.
“Zona demiliterisasi? Tempat rekaman film Joint Security Area? Berarti ini tak sepenuhnya Korea Utara.”
“Ini wilayah Republik Rakyat Demokratis Korea. Warga Korea Selatan tidak dikenal memasuki wilayah. Kau harus jalani...”
“Tunggu. Aku tak masuk tanpa izin. Lihat. Aku sedang paralayang. Pada awalnya cuaca cerah, tiba-tiba memburuk, tornado datang, itu bahkan tak ada di ramalam cuaca. Traktor dan **** semuanya beterbangan dan pusaran menyeret kami. Aku terbawa angin juga. Lalu aku pingsan. Tiba-tiba aku disini. Maksudku ini kecelakaan,
bukan sengaja.” Jelas Seri.
“Baik.”
“Terima kasih. Kau paham.” Seri tersenyum, dia mengira Kapten Ri akan paham.
“Jelaskan seperti itu saat kau diperiksa.”
“Apa? Kenapa harus diperiksa?”
“Menurut hukum republik ini, penyusup harus diikat dan diperiksa.”
“Diikat? Kau akan mengikatku?”
“Kau terbang kemari dengan parasut. Kami tak bisa meloloskanmu begitu saja.”
“Lantas bagaimana jika mereka memfitnahku sebagai mata-mata atau agen rahasia cantik, lalu menyiksaku, dan mengirimku ke Tambang Batu Bara Aoji? Bagaimana?” tanya Seri mulai ketakutan.
“Itu tak akan terjadi.”
“Kau yakin?”
__ADS_1
“Aku tak bisa jamin.”
“Bagaimana bisa kupercaya? Kau sendiri akan percaya?”
“Kau percaya atau tidak bukan urusanku.”
“Ayolah.. jangan lepas tanggung jawab begitu. Tak akan butuh waktu lama jika aku lari. Izinkan aku pergi. Ku mohon... aku jago berlari. Aku akan langsung pergi. Aku tak akan menyakitimu.” Ucap Yoon Seri perlahan mulai berjalan mundur, dia ingin melarikan diri.
“Berhenti.” Perintah Kapten Ri. Namun Seri tak memperdulikan, dia langsung berlari.
“Jika kau pura-pura tak tahu, kau menyelamatkan seseorang.” Teriak Yoon Seri yang berlari ke arah aliran
sungai kecil.
“Tunggu. Di sana ladang ranjau” teriak Kapten Ri memperingatkan.
“Ranjau? Dimana? “ tanya Seri reflek berhenti bergerak.
“Ada banyak ranjau di sana. Terbawa hujan deras dan tidak terlihat. Aku pengawa wilayah itu. Kau pikir bisa
keluar tanpa bantuanku?” Ucap Katen Ri sambil berjalan mendekat Seri.
“Aku paham, bisakah kau tetap di sana?” ucap Seri. Kenapa dia harus mendekat, gumam Seri.
“Jikatak patuh dan bergerak. Kau bisa kehilangan...” Ucapan Kapten Ri terhenti, ternyata dia sendiri yang menginjak salah satu ranjau itu. Dia diam dan tak bergerak. Seri melihatnya..
“Ada apa ?” tanya Seri.
“Aku tak apa-apa.”
“Kau tampak begitu...”
“Aku tak apa-apa.” Jawab Kapten Ri sombong, seolah-olah dia baik-baik saja.
“Kurasa kau menginjak ranjau.”
“Tidak”
“Tidak? Kau Yakin? Kau yakin tak butuh bantuanku? Cobalah berbalik. Kau tak bisa bergerak.” Ucap Seri,
Kapten Ri mengambil walkie talkienya lalu menghubungi anak buahnya. “Ini Elang Gunung. Ini Elang Gunung...” Namun dia terpeleset dan menjatuhkan walkie talkienya ke aliran sungai yang dangkal dan tersangkut di bebatuan.
“Ini Merpati. Jawab, Elang Gunung.” Suara anak buahnya terdengar dari walkie talkie tersebut. Seri langsung mengambilnya.
“Terima Kasih.”
“Jangan berterima kasih. Aku tak akan memberikannya.” Jawab Seri.
“Jangan lupa, aku punya pistol.”
“jangan lupa jika kau menembakku, kau kehilangan orang yang bisa membantumu. Omong-omong, aku tak tahu banyak soal daerah itu. Apakah ahlinya juga suka menginjak ranjau? Jika terus berdiri begitu, kakimu bisa kebas. “ Ejek Seri.
“Aku tak apa-apa.”
“Baiklah. Kau terus bilang tak apa-apa. Jadi, aku pergi saja. Aku punya banyak urusan. Sampa jumpa.” Ucap Seri lalu berbalik.
“Tunggu. Setidaknya tinggalkan itu.” Ucap Kapten Ri. Seri lalu meletakkan walkie talkie tersebut ke posisi awal bukan malam memberinya ke Kapten Ri.
“Ini akan mengalir ke arahmu. Aku butuh waktu untuk kabur juga. Kau paham, kan? Aku juga dalam masalah besar, aku tak punya waktu mengkhawatirkan orang lain. Dah. “ucap Seri lalu mulai mau beranjak pergi.
“Jangan tembak aku dari belakang. Itu licik.” Ucapnya lagi.
“Kau lihat kotak persegi di depanmu?”
“Ya” jawab Seri dan melihat kotak itu.
“Itu ranjau PMD.”
“Kenapa ada banyak ranjau disini? “
“tetaplah di dekat tepi sungai.” Perintah kapten Ri. Namun Seri tak mempedulikannya. Seri tetap melangkah perlahan.
“Perhatikan langkahmu.”
“Aku mau jujut karena kita tak akan bertemu lagi. Wajahmu tipe kesukaanku. Jika negara kita bersatu, mari kita bertemu lagi.” Goda Yoon Seri sambil tersenyum.
“Beraninya kau bercanda di situasi segenting ini?” ucap Kapten Ri.
“Omong-omong, kemana arah Selatan?”
“Terus ikuti jalan, kau akan bertemu percabangan. Lalu, ambil yang kanan.”
“Bisakah aku mempercayaimu?”
“Jangan tanya, putuskan sendiri. Aku sudah menjawab.”
Seri langsung berbalik, dan terdengar suara anak buah Kapten Ri memanggil kaptennya.
“Kapten Ri, segalanya baik-baik saja? Kau dimana?” teriakan itu terdengar dan membuat Seri gelabakan.
“Aku disini” teriak Kapten Ri. Seri langsung melarikan diri. Seri berlari dengan sangat cepat.
__ADS_1