
"Ehhh,,,kenapa loe pulang-pulang dari toilet ngedumel gitu,kesambet hantu toilet loe"tegur Haris yang melihat Andi marah-marah gak jelas.
"Itu tadi di toilet ketemu sama cewek bar-bar"jawab Andi berkacak pinggang di hadapan Haris dan Erdan.
Dan Andi mengalihkan pandangannya menyusuri ruangan cafe mencari cewek yang menabraknya tadi.
"Cewek bar-bar"tanya Haris mengerutkan dahinya bingung dan penasaran.
"Iya cewek bar-bar,masa dia nabrak gue tapi gak mau minta maaf malah marah-marah dan nyolot"sungut Andi.
"Haahhh,,tuh sana orangnya si cewek bar-bar"jawab Andi yang menemukan Alula sambil menunjuk ke arahnya.
Seketika Haris dan Erdan menoleh ke arah tempat duduk Alula dan Rista yang di tunjuk oleh Andi.
"Alula"gumam Erdan karna dia kenal dengan Alula.
Andi dan Haris pun balik menoleh ke arah Erdan.
"Loe kenal dia"tanya Andi yang sudah duduk di tempatnya.
Erdan hanya mengangguk menjawab pertanyaan Andi.
"Kok bisa loe kenal dia"tanya Andi penasaran.
"Kenal dimana"tanya Haris yang ikut penasaran.
"Di sekolah"jawab Erdan singkat.
"Tapi kok gue gak liat dia hari ini di sekolah"sahut Andi.
"Mungkin hari ini dia bolos kali"tebak Haris.
"Nggak,tadi dia ada kok di sekolahan"jawab Erdan.
"Dimana,,??kok gue gak liat,,??"tanya Andi dan Haris bersamaan.
"Di kantin"jawab Erdan singkat lagi,membuat Andi dan Haris semakin penasaran.
Andi dan Haris semakin mendekat kearah Erdan dan bertanya soal Alula.
"Dia kelas berapa"tanya Haris antusias.
(Biasalah Haris paling cepat kalau soal cewekπ)
"Kelas 2B dan sahabatnya satu kelas dengan aku"jawab Erdan yang membuat Andi dan Haris mengulangi ucapannya.
"Kelas 2B,,itukan kelas kita"ucap mereka bersamaan.
Dan Erdan hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan mereka.
Karna masih penasaran Haris menoleh ke arah Alula lagi dan menanyakan siapa cewek yang ada di hadapan Alula.
__ADS_1
"Terus cewek yang satunya lagi siapa"tanyanya.
Erdan ikut menoleh tapi dia tidak bisa menebak siapa cewek yang sedang bersama Alula karna cewek itu membelakangi mereka.
"Gak tau"jawab Erdan sambil mengedikkan bahunya.
Sedangkan Andi dan Haris masih penasaran dengan teman Alula.
(Dasar cowok-cowok keppo tapi masa mereka lupa sih kan sudah pernah liat mereka pas di perpustakaan umum waktu ituπ)
Andi terus memperhatikan Alula dan tiba-tiba dia teringat sesuatu dan berseru.
"Haahh,,cewek di perpustakaan"serunya karna mengingat siapa Alula.
"Cewek perpustakaan apa,,?"tanya Haris yang mengulang ucapan Andi.
"Siapa,,?"tanya Haris lagi.
"Cewek itu tuh,cewek yang waktu itu kita liat di perpustakaan dan cewek satunya lagi adalah cewek yang waktu itu loe tawarin ke gue"ucap Andi.
Erdan yang melihat tingkah Andi dan Haris hanya terdiam dan penasaran tentang apa yang teman barunya bicarakan.
"Hahaha,,jodoh emang gak kemana ya,kalau sudah jodoh pasti selalu di pertemukan"ucap Haris sambil tertawa.
"Hallah,,cuman kebetulan"jawab Andi.
"Udah ahh,,ngapain juga bahas mereka gak penting"sungutnya cuek tidak percaya bisa ketemu dengan Alula si cewek bar-bar baginya.
Mereka pun memakan makanan pesanan mereka sambil sesekali Andi mencuri-curi pandang melirik ke arah Alula dan Rista.
πππ
"Rista loe tau gak tadi pas gue keluar dari toilet gue nabrak Andi tau"sahut Alula sambil menikmati roti bakar olesan mantan yang di pesan oleh Rista.
"Haaaahh,,kok bisa sih gimana ceritanya,berarti mereka ada di cafe ini dong"tanya Rista sedikit kaget.
Rista pun menoleh ke kiri dan kanan mencari keberadaan Andi tapi tidak menemukan keberadaannya.
"Dia udah pergi Rista,barusan aja gue liat dia keluar cafe sama Haris dan temannya 1 lagi"ucap Alula tidak mengenali Erdan karna penampilan barunya.
"Ooohhhh"jawab Rista sambil ber Oh ria.
"Rotinya enak banget ya,kapan-kapan kalau loe ulang tahun atau gue yang ulang tahun kita rayainnya di sini aja"ucap Alula.
"Boleh tuh"jawab Rista setuju.
"Ehh,,udah jam berapa nih,jangan terlalu malam pulangnya aku belum ngerjain PR soalnya"ucap Rista.
(Rista gak pernah bilang gue karna menurutnya gak enak di dengar kalau dia yang ngomong gitu jadi,Rista selalu bilang akuπ)
"Baru jam 7"jawab Alula sambil melihat jam tangannya.
__ADS_1
"Ohh,,30 menit lagi kita pulang"sahut Rista sambil menghabiskan minumannya.
"Oke"jawab Alula sambil mengangkat tangannya membuat bentuk oke.
Mereka pun mengobrol dan saling tertawa sehingga akhirnya mereka putuskan untuk pulang karna jam sudah pukul 07:30.
Rista dan Alula pun keluar dari cafe dan melajukan mobilnya untuk mengantar Rista pulang.
Sesampainya di apartemen,Alula langsung pamit pulang setelah mengantar Rista.
"Dadahπ,sampai ketemu besok di sekolah ya"teriak Rista sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Alula yang sudah melaju pergi.
πππ
Di dalam kamar Erdan masih setia berdiri di depan cermin,menatap diri dan penampilannya yang baru dan berubah menjadi tampan.
(Ya meski pun sebenarnya Erdan sudah tampan sejak awal hanya saja belum di permakπ)
Wajahnya terlihat gagah dan sangat tampan kala tak menggunakan kacamata bulatnya lagi.
Di tambah potongan rambutnya yang pendek dan berdiri,kiri dan kanannya di bikin tipis.
"Bagaimana besok aku menghadapi geng Leon,mereka pasti akan membullyku jika melihat perubahanku"batinnya tiba-tiba yang mengingat Leon sambil masih berdiri di depan cermin dengan cemas.
Masih dalam keadaan cemas Erdan mengabil baju ganti lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
15 menit kemudian Erdan keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti bajunya.
Dengan handuk yang masih berada si lehernya Erdan menghampiri kasurnya dan duduk di atasnya.
Erdan masih memikirkan bagaimana esok jika dia ke sekolah dan bertemu dengan geng Leon dan dengan penampilan barunya.
"Haruskah besok aku pergi dengan penampilan yang baru ini ataukah aku harus tetap berpenampilan seperti kemarin agar geng Leon hanya membullyku seperti biasa"gumamnya mencari ide.
"Haaahhh,,pusinglah,,"teriak Erdan frustasi.
"Kenapa sih aku menjadi lelaki yang lemah dan gak bisa apa-apa jika di bully atau di sakiti"racau Erdan marah dengan dirinya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan"tanyanya.
"Baiklah,,besok aku akan melihat apa yang akan terjadi pada diriku jika bertemu dengan geng Leon"gumamnya.
Karna Erdan merasa lelah dan capek dia pun tertidur dengan tengkurap dan handuk masih berada di lehernya.
πππ
Jangan lupa Like dan Coment ya gais..
Dan jangan lupa juga kasi Vote kalau kalian suka dengan novelku..
Terima kasihππ
__ADS_1