Cupu My Hero

Cupu My Hero
Golden High Scool


__ADS_3

Geng Leon memakan makanannya sampai tundas dan menyisakan bungkus dan sampah mereka di atas meja.


"Ehh loe sini"sahut Dimas membuat Erdan dan cewek yang di suruh beli makanan tadi menoleh bersamaan.


Cewek itu berdiri dan hendak menghampiri mereka namun dia di suruh untuk pergi keluar kelas oleh Dimas dan mengarahkan telunjuknya ke arah Erdan.


Tanpa suara Erdan menunjuk dirinya sendiri memastikan bahwa yang di panggil adalah dirinya.


"Ya ellolah siapa lagi,masa hantu"teriak Dimas sambil membentak sehingga suaranya memenuhi ruang kelas.


Erdan pun beranjak dari kursinya menghampiri geng Leon.


"Nih bersihin sampah gue"perintah Leon setelah menyapu sampah-sampahnya dari atas meja menggunakan tangannya hingga membuat sampah-sampah tersebut berserakan di lantai.


(Maaf ya gais di sini sifat Erdan masih jadi penakut dan penurut di tambah dia masih cupu dan culun😂)


Erdan pun berjongkok dan memunguti sampah-sampah tersebut dan membawanya ke tempat sampah.


"Eh mau kemana loe"teriak Leon yang melihat Erdan berjalan ke arah toilet dan kantin.


"Mau ke toilet"jawab Erdan datar sambil membalikkan badannya ke arah Leon yang berada di depan pintu kelas.


"Ya sudah sana pergi,huusst..dasar b***h"ucap Leon sambil mengayun-ayunkan tangannya mengusir Erdan dari hadapannya.


Erdan pun berjalan sambil tertunduk menuju ke toilet.


Beberapa menit kemudian Erdan keluar dari toilet dan pergi ke arah kantin setelah melihat petunjuk yang tertulis di dinding sekolah.


Erdan ke kantin untuk membeli minuman karna sejak tadi tenggorokannya serasa kering.


Baru sehari masuk sekolah Erdan sudah di sambut dengan perlakuan yang menurutnya tidak pantas.


Karna di dalam kelasnya ada sekelompok geng yang memperlakukan murid cewek sebagai budaknya.


Geng Leon terkenal dengan geng pembuat onar yang suka merokok dan juga suka menindas orang yang menurutnya lemah yang tak bisa melawan perintahnya.


Dan guru pun sudah jengah dengan tingkah dan kelakuan Leon yang pembangkang.


Para guru tak berani mengeluarkan Leon dan gengnya dari sekolah karna orang tua mereka lah yang dulu membiayai pembangunan sekolah dan mendanai semua kebutuhan sekolahnya saat ini.


🤗🤗🤗


Di dalam kantin Erdan duduk sambil menikmati minuman yang tadi dia beli sebelum duduk di kursi paling pojok menjauh dari keramain sambil matanya menyusuri seluruh isi kantin yang terlihat seperti restoran dan di sebelah kantin ada supermarket mini.


Erdan tak berbaur dan mencari teman karna merasa malu dan minder dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat duduknya Erdan mendengarkan perbincangan 2 orang cewek yang sedang duduk berdampingan.


"Rista tadi loe udah nyelesaiin tugas loe belum,sebelum ke sini"tanya Alula kepada sahabatnya.


Alula adalah sahabat Rista sejak mereka masuk TK dan selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi.


Namun saat memasuki SMA mereka di pisahkan oleh kelas yang berbeda tapi tetap dengan sekolah yang sama.


Rista berada di kelas 2A sedangkan Alula berada di kelas 2B.


Alula tau kalau di kelas Rista sering di ganggu dan di jadikan budak oleh geng Leon.


"Udah,malah mereka sendiri yang menyuruhku keluar dari kelas"jawab Rista sambil tersenyum dan sudah tau arah pembicaraan Alula.


"Tumben mereka ngusir kamu dari kelas setelah jam istrirahat biasanya gak pernah sebelum kamu di kerjain dulu sama mereka"tanya Alula penasaran.


"Mungkin karna mereka dapat mangsa baru kali"jawab Rista sambil melahap makanannya.


"Budak baru,maksudnya apa"tanya Alula yang masih belum paham dan penasaran.


Saat Rista hendak menjelaskan tiba-tiba lonceng berbunyi tanda istrirahat pertama sudah selesai.


"Bel udah bunyi tuh ayo buruan kita kembali ke kelas,aku kasi taunya nanti aja kalau ada waktu"jawab Rista sambil berdiri membuat Alula yang bertanya semakin penasaran.


😎😎😎


Kriiiiiiiinnggggg..


Bunyi bel pertanda pelajaran di sekolah telah usai dan waktunya untuk pulang.


Erlan berdiri di pintu gerbang sekolah sambil menunggu jemputannya.


"Hey anak baru ngapain loe berdiri di situ kayak patung pancoran yang kekeringan"panggil Leon yang menghampiri Erdan bersama gengnya.


Karna ucapan Leon teman-temannya pun tertawa terbahak-byahak di depan Erdan.


"Nih buku gue dan punya teman-teman gue"ucap Leon menyerahkan setumpuk buku ke tangan Erdan.


"Kerjakan tugas kami dan serahkan besok pagi,kalau sampai besok pagi belom selesai loe kerjain,loe tau sendiri akibatnya"ancam Leon sambil menyentil dahi Erdan dan mendorongnya ke belakang membuat buku yang di tangannya jatuh berserakan.


Leon dan gengnya pun pergi meninggalkan Erdan yang sedang memungut buku-buku geng Leon.


Lagi-lagi Erdan melakukan perintah Leon tanpa menolak dan membantah.


Tak lama kemudian mobil jemputannya pun datang.

__ADS_1


Pak Dirman supir yang di bayar oleh papa Erden untuk mengantar jemputnya ke sekolah menanyakan keadaan Erdan di sekolah barunya.


"Bagaimana hari pertama masuk sekolahnya den"tanya pak Dirman.


"Biasa aja"jawab Erdan datar dan sibuk dengan Hp nya.


(Nada dering Hp Erdan berbunyi)


Seakan papanya tau kalau anaknya sudah pulang dari sekolah dia pun menelfon Erdan.


Erdan pun segera mengangkat panggilan dari papanya.


"Hallo pa"ucap Erdan.


"Hallo my boys,bagaimana hari pertamu nak"tanya papa Erdan.


"Biasa aja pa"jawab Erdan memberikan jawaban yang sama dengan pertanyaan pak Dirman tadi.


"Apakah kamu sudah mendapat teman baru"tanya papa Erdan lagi.


"Boro-boro dapat teman yang ada aku di bully dan di suruh-suruh kayak budak"batin Erdan dalam hati sebelum menjawab pertanyaan papanya.


"Belum pa"jawab Erdan.


"Carilah teman biar kamu tak kesepian dan ada yang nemenin kamu saat sendiri di apartemen dan satu lagi rubah penampilanmu da jangan lemah,papa akan dukung kamu dari jauh"nasehat papa Erdan.


"Ngomong-ngomong soal apartemen papa sudah membelikannya buat kamu tinggali di sana dan barang-barangmu yang dari hotel juga sudah di pindahkan ke apartemenmu"ucap papa Erdan.


"Dan papa sudah menyiapkan semua kebutuhanmu di sana juga,papa sudah membayar 2 pembantu yang akan ikut tinggal di apartemen dan 1 supir yaitu pak Dirman"ucap papa Erdan memberitahu anaknya.


"Dan satu lagi kalau kamu membutuhkan sesuatu yang lain tolong hubungi papa"sambungnya lagi.


"Baik pa,terima kasih"ucap Erdan mematikan panggilan papanya setelah papanya berpamitan.


Mobil yang menjemput Erdan pun melaju membawanya pulang ke apartemen baru miliknya.


😉😉😉


Next..


Dan jangan lupa tinggalin jejak kalian untuk mbak Author setelah membaca novel dan episode ini.


Caranya Like dan Koment episode ini,ookkeeyy😉👌


Terima kasih karna sudah mampir🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2