Cupu My Hero

Cupu My Hero
Pembalasan Leon


__ADS_3

Saat waktu istirahat tiba...


Semua murid yang berada di dalam kelas berebutan untuk keluar menuju kantin.


Namun tidak dengan Erdan dan geng Leon.


Sebenarnya tadi saat masih ramai Erdan ingin keluar deluan dari kelas untuk menghindari Leon karna Erdan sudah tau apa yang akan di lakukan Leon padanya,saat pelajaran tadi Leon selalu mempelototinya dengan wajah marah.


Namun,langkahnya tertahan saat Leon memanggilnya dengan berteriak dan menyuruhnya untuk kembali duduk di bangkunya.


Sedangkan Rista yang biasanya tak berani keluar kelas pada jam istirahat jika belum di suruh kini dia sudah pergi ke kantin untuk membeli makanan setelah di suruh oleh Dimas.


"Gaiss,seret dia dan bawa ke atap sekolah di markas kita"ucap Leon memberi perintah pada teman-temannya.


Teman-teman Leon pun dengan senang hati membawa dan menyeret Erdan menaiki tangga menuju ke markas mereka di atas atap sekolah.


Setelah sampai di markas geng Leon,


Erdan langsung dihadiahi satu tonjokan dari Leon yang mendarat di bagian perutnya.


Membuat Erdan langsung memegangi perutnya dan terduduk di lantai.


Namun teman-teman Leon menariknya untuk berdiri lagi.


"Apa maksudmu menuliskan kata-kata menghina di bukuku,hah"tanya Leon dengan nada marah.


"Gue nyuruh loe untuk mengerjakan tugasku bukan untuk menyuruhmu membuat kata-kata hinaan untukku"geram Leon sambil memberikan satu tonjokan lagi di perut Erdan.


Kali ini Erdan tidak jatuh ke lantai karna Dimas dan 2 teman lainnya memegangi lengan Erdan agar tetap berdiri.


"Apakah loe mencoba untuk menantangku atau membalas perlakuanku kepadamu kemarin"tanya Leon dengan nada mengejek.


"Kalau loe berani ayo hajar aku sekarang,pukul gue di bagian mana pun yang loe suka"tantang Leon sambil memajukan badannya ke Erdan menyuruhnya untuk menghajarnya.


Namu Erdan hanya diam membisu sambil menunduk tak berani menatap Leon.


"Kenapa hanya diam,bukannya tadi di kelas loe berani untuk menertawakanku"tanya Leon dengan tangan yang sudah mengepal kuat.

__ADS_1


Karna semakin kesal dengan Erdan,


Leon pun langsung melayangkan tinjunya ke wajah Erdan dan tinjunya pas mengenai bibir Erdan membuat bibirnya berdarah dan memar.


Dan Leon menghajar Erdan lagi bagian perutnya berkali-kali membuat kacamatanya lepas dan terjatuh ke lantai.


Saat kacamatanya sudah tergeletak di lantai salah satu teman Leon sengaja menginjaknya sampai hancur.


(Erdan pakai kacamata bukan karna penglihatannya rabun atau minus ya,tapi hanya untuk melengkapi penampilannya. Jadi, kalau pas gak pakai kacamata Erdan masih bisa melihatπŸ˜‚)


Rista yang tiba-tiba datang langsung berteriak kepada Leon untuk menghentikan aksinya menghajar Erdan.


Tadi Rista ke kelas namun tidak melihat keberadaan geng Leon dan akhirnya Rista naik ke atap sekolah untuk mencari geng Leon di markasnya.


Karna merasa sudah cukup puas menghajar Erdan,


Leon pun menghentikan aksinya saat Rista berteriak.


Sejahat-jahatnya Leon dan senakal-nakalnya dia,Leon dan gengnya belum pernah menyiksa Rista yang sekarang adalah budaknya selain hanya membully dengan cara memaksa dan menyuruhnya melakukan ke inginan mereka.


Karna selama ini juga Rista belum pernah sama sekali membantah perintahnya.


Rista pun membantu Erdan untuk berdiri sambil memapah sebelah lengannya.


Leon dan teman-temannya hanya berdiri sambil berlipat tangan melihat Rista yang sedang membantu Erdan untuk berdiri.


Namun saat Erdan sudah berdiri Leon menghajarnya sekali lagi di bagian perutnya.


Dan setelah itu Leon dan gengnya pun pergi meninggalkan mereka.


Tak lupa teman Leon mengambil makanan yang di bawa Rista tadi yang di jatuhkan di lantai saat ingin membantu Erdan.


Setelah geng Leon benar-benar pergi,Rista memapah tubuh Erdan dan membantunya menuju ke ruang UKS untuk mengobati luka-luka Erdan.


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Di ruang UKS Rista membantu Erdan membersihkan lukanya dengan alkohol dan mengolesinya dengan obat luka.

__ADS_1


"Sssshhhh"rintih Erdan karna merasa perih.


"Sorry"ucap Rista memelankan usapannya di bibir Erdan.


"Tidak apa-apa"balas Erdan.


"Apakah ada yang sakit atau memar di bagian lain"tanya Rista sambil ingin mengangkat baju seragam Erdan karna mengingat tadi Leon menghajar bagian perutnya berkali-kali.


"Tidak apa-apa nanti biar aku aja yang mengobatinnya sendiri saat sudah di rumah"ucap Erdan menolak pertolongan Rista untuk mengecek luka di balik seragamnya.


"Terima kasih karna tadi sudah datang dan menolongku"sahut Erdan serius.


"Tak apa,tadi aku cuma kebetulan aja ada di sana karna sedang mencari Leon dan gengnya,lain kali kamu bisa membalasnya saat aku butuh"jawab Rista sambil tersenyum.


Rista pun sudah selesai mengobati Erdan dan mereka pun kembali ke dalam kelas karna sebenarnya bel tanda selesai istirahat sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu.


Saat sampai di kelas pelajaran kedua pun sudah di mulai.


Rista dan Erdan pun masuk setelah mengetuk pintu.


Guru yang melihatnya baru datang pun bertanya.


"Dari mana kalian"tanyanya.


"Dari ruang UKS bu"jawab Rista dan Erdan jujur.


Guru yang melihat luka Erdan pun percaya kalau mereka dari ruang UKS dan guru pun langsung menyuruh mereka untuk duduk dan memulai pelajaran mereka.


Dari kejauhan di bangku belakang Leon dan gengnya tersenyum puas melihat luka di wajah Erdan.


😊😊😊


Next..


Dan jangan lupa tinggalin jejak kalian untuk mbak Author setelah membaca novel dan episode ini.


Caranya Like dan Koment episode ini,ookkeeyyπŸ˜‰πŸ‘Œ

__ADS_1


Terima kasih karna sudah mampirπŸ™πŸ™


__ADS_2