Cupu My Hero

Cupu My Hero
Keberanian Erdan


__ADS_3

Di gerbang sekolah Andi dan Haris berdiri sambil mengobrol menunggu kedatangan Erdan.


"Bentar lagi masuk kelas tapi kok Erdan belum muncul juga sih"ucap Andi sedikit cemas.


"Iya nih,jangan-jangan dia malu datang ke sekolah dengan penampilan barunya"jawab Haris menerka-nerka.


"Kenapa harus malu sih kan perubahan itu wajar,lagian si Erdan gak jelek-jelek amat"sambung Andi.


Saat sedang mengobrol mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan Andi dan Haris membuatnya sedikit kaget dan tersenyum saat Erdan turun dari dalam mobil dengan celana sekolah yang tidak kebesaran lagi dan baju seragam yang tidak di masukkan ke dalam celana.


"Haii kawan selamat pagi"sapa Erdan dengan ramah tanpa malu-malu lagi seperti kemarin.


Andi dan Haris tercengang dengan perubahan sikap Erdan yang tidak seperti kemarin yang pendiam dan terkesan malu-malu.


"Waahhh,,tadi pagi loe gak salah makan sesuatu kan..??"tanya Haris penasaran dengan sikap Erdan yang ikut berubah.


"Tidak,,terima kasih karna sudah merubahku seperti ini dan atas dukungannya juga hingga aku bisa berubah fikiran dan akan menjadi pemberani dan akan menghadapi geng Leon nanti"sambung Erdan antusias namun di hatinya berkata lain dan penuh kecemasan.


Tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah Erdan benar-benar bingung harus berpenampilan seperti apa ke sekolah.


Karna di sisi lain Erdan ingin pergi ke sekolah dengan penampilan lamanya namun dia urungkan karna berfikir mau bagaimana pun menampilannya geng Leon akan tetap membullynya.


Dan masalah Leon Erdan akan memikirkannya nanti saat geng Leon menganggunya.


"Tidak masalah sekarang kan kita adalah teman"sahun Andi dan Haris bersamaan sambil merangkul Erdan membuatnya berada di tengah-tengah mereka.


Mereka bertiga pun berjalan memasuki sekolah dengan penampilan yang begitu keren dan cool.


Termaksud Erdan yang sekarang penuh dengan percaya diri dan tanpa malu-malu lagi.


"Stop"seru Andi tiba-tiba membuat langkah Erdan dan Haris berhenti mendadak.


"Ada apa..??"tanya Haris penasaran sedangkan Erdan malah deg-degan mengira kalau geng Leon berada di belakang mereka.


"Eemm,,haruskah kita juga bikin nama geng..??"tanya Andi antusias.


"Huuuuffffhhh,,kirain apa"jawab Erdan menghela nafas karna lega dugaannya salah.


"Loe kenapa..??"tanya Andi lagi.


"Gak kenapa-napa"jawab Erdan cepat.


"Boleh juga tuh,tapi apa nama gengnya"tanya Haris.


"Nanti kita fikirin"jawab Andi.


"Oke"balas Haris.


Mereka pun melanjutkan langkahnya melewati lorong dan menaiki tangga menuju kelas mereka.


Saat sampai di depan kelas masing-masing,Andi dan Haris memberi semangat kepada Erdan dan menawarinya bantuan.


"Semangat ya menghadapi geng Leon dan kalau mereka mengganggumu dan loe butuh bantuan panggil aja nama kita berdua 3 kali"sahut Haris sambil menunjuk Andi dan dirinya.


"Ehh loe kira kita jin di panggil 3 kali"sungut Andi bercanda.


"Hahahaha,,,iya kita kan jin penolong"jawab Haris sambil tertawa.


Namun tawaran mereka hanya di balas dengan senyuman oleh Erdan dan berlalu masuk ke dalam kelasnya.


Sedangkan di dalam kelas Leon sudah memperhatikan Erdan.


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Dengan masa bodoh namun sedikit gemeteran dan berkeringat dingin secara tiba-tiba,Erdan masuk kedalam kelasnya menghiraukan tatapan Leon yang penuh pertanyaan.


Begitu pun teman-teman sekelas Erdan lainnya yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya dengan perubahan Erdan kecuali Rista dan anak cewek lainnya.


Anak cewek lainnya menatap Erdan dengan perasaan suka dan terkagum-kagum.

__ADS_1


Dan Rista benar-benar terperangah melihat perubahan dan ketampanan Erdan yang terlihat dewasa.


Seketika membuat jantung Rista berdetak kencang dan tak beraturan.


"Ada apa denganku,sadar Rista loe gak mungkin suka sama Erdan karna dia merubah penampilannya"gumam Rista sambil mengalihkan pandangannya dan mengumpat dirinya.


Rista pura-pura sibuk dengan bukunya yang berada di atas meja saat Erdan tak sengaja menatapnya sekilas.


"Waaahh,,anak culun keren juga dengan penampilan yang seperti itu"batin Leon tanpa sadar memuji Erdan.


"Kita lihat nanti apakah sikapmu yang pendiam dan tak bisa apa-apa juga akan berubah mengikuti penampilanmu"gumam Leon sambil tersenyum miring mengejek Erdan.


Tak lama kemudian guru pun datang menghentikan kehebohan para cewek-cewek yang tak henti-hentinya memuji Erdan.


Bahkan gurunya pun sempat sedikit kaget dengan penampilan Erdan yang berubah.


"Baiklah anak-anak kita mulai pelajaran hari ini yaitu pelajaran matematika"ucap guru mereka.


"Ibu mau kalian memperhatikan contoh yang ibu berikan dan habis itu kerjakan tugas kalian di halaman 37"sambung gurunya lagi.


Mereka semua pun menuruti perintah guru mereka kecuali Leon dan gengnya yang masa bodoh.


😎😎😎


Di dalam toilet Erdan sedang membuang air kecil dan dia tak sadar kalau geng Leon tadi mengikutinya ke toilet.


Geng Leon ingin mengerjai Erdan karna melihat penampilan barunya.


Sebenarnya Leon tak masalah dengan penampilan baru Erdan hanya saja dia suka mengerjai Erdan.


Leon berdiri bersender di depan pintu utama toilet sambil memasukkan kedua tangannya dalam saku sambil memberi perintah kepada gengnya.


Dimas dan 2 teman lainnya sedang menyiapkan air di ember untuk menyimbur Erdan saat dia keluar dari dalam toilet.


"Cepat siap-siap simbur dia"bisik Dimas kepada kedua temannya karna mendengar Erdan sedang membuka pintu toilet.


"Byyuuurrrr"suara air yang tepat mengenai wajah Erdan dan membasahi seluruh badannya dari depan.


"Hahahahaha"suara tawa geng Leon bersamaan.


"Mampus kan loe"ucap Leon sambil tertawa terbahak-bahak.


Erdan pun tau siapa yang sedang mengerjainya,Erdan merasa sangat marah dan tidak terima bahwa selama dia masuk sekolah selalu di bully oleh geng Leon.


Kali ini Erdan memberanikan diri untuk melawan geng Leon,dia pun mengambil ember tadi dan langsung melemparkannya ke arah Leon dengan refleks yang tepat mengenai kepalanya.


Dimas dan 2 temannya pun berhenti tertawa dan tercengang melihat keberanian Erdan yang berani dengan Leon.


Dengan basah kuyup dan tangan yang bergetar mengepal kuat Erdan mendekati Leon yang melotot marah.


Saat Erdan sudah berada di hadapan Leon dia pun keluar dari toilet melewati Leon yang tercengang karna mengira Erdan akan menghajar dan melawannya namun dugaannya salah.


(Pasti Erdan mau kabur karna belum berani melawan LeonπŸ˜‚πŸ˜‚)


(Sabar yaa ada saatnya nanti Erdan akan berani dan geng Leon tidak berani menggaggu mereka lagiπŸ˜‰)


Saat sudah sampai di luar toilet Erdan segera berlar menghindari geng Leon yang siapa tau saja akan mengejarnya.


"Hahahahahaha"tawa Dimas dan 2 temannya lagi yang melihat Erdan sudah kabur padahal tadi sudah membuat mereka merasa tegang mengira Erdan akan menghajar Leon karna melihat tangannya yang mengepal.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


"Hhuuufff,,untung aja mereka gak ngejar"gumam Erdan yang terengah-engah karna lari dari Leon saat di toilet tadi.


"Darimana keberanianku,kenapa aku bisa melempar ember itu ke kepala Leon"gumam Erdan lagi saat mengingat kejadian tadi.


Mengingat itu Erdan pun tersenyum karna merasa sedikit demi sedikit sudah berani dengan Leon.


Saat ini Erdan sedang berada di depan sebuah ruangan yang berada di ujung lorong sekolahnya.

__ADS_1


Erdan membuka pintu ruangan itu dan menuju ke lokernya untuk mengambil baju seragam cadangan yang dia simpan di sana.


Ya di dalam ruangan itu adalah tempat loker murid-murid sekolah berada dan di setiap loker sudah ada nama pemilik dan nama kelas masing-masing.


Dan di dalam ruangan itu di lengkapi dengan ruangan ganti dan juga kamar mandi.


Erdan mengambil baju seragamnya dan segera menggantinya.


Setelah Erdan mengganti seragam dia pun kembali ke kelasnya karna sebentar lagi istirahat akan usai.


😊😊😊


Di lorong sekolah seperti biasa Rista dan Alula dari kantin dan berjalan menuju kelas mereka karna sebentar lagi masuk kelas.


"Alula loe tau gak kalau Erdan hari ini tuh penampilannya beda banget sama yang kemarin"ucap Rista memberitahu Alula soal perubahan penampilan Erdan.


"Kenapa dengan penampilannya"tanya Alula sedikit cuek menanggapi ucapan sahabatnya.


"Pokoknya hari ini tuh dia ganteng banget dan dia juga sudah gak pakai kacamata bulatnya lagi,jadi dia terlihat dewasa"ucap Rista lagi memuji dan membayangkan wajah Erdan.


"Masa sih"jawab Alula.


"Iya beneran,kalau loe gak percaya liat aja nanti pas nyampe di kelasku"celoteh Rista antusias.


Alula hanya mengangguk-angguk mendengar celotehan Rista.


"Oh ya,,,Andi dan Haris kemana kok gak keliatan batang hidung mereka hari ini"tanya Rista.


"Entahlah,,gue pun gak tau mereka kemana soalnya pas istirahat tadi mereka keluar deluan dari kelas"jawab Alula yang tidak penasaran karna tidak melihat Andi dan Haris.


Sejak kejadian di cafe kemarin malam Alula tiba-tiba cuek dengan Andi dan sedikit membencinya.


Sebenarnya Alula bukan tipe cewek yang pendendam dan juga pembenci tapi entah kenapa dia tiba-tiba tidak suka dengan Andi.


Mereka pun akhirnya sampai di depan kelas masing-masing.


"Loe gak mau liat penampilan baru Erdan"tawar Rista kepada Alula.


"Enggak deh,,lain kali aja"sahutnya.


"Loe kenapa sih kok dari tadi muram aja,lagi PMS ya"tanya Rista karna melihat Alula tak seceria biasanya.


"Entahlah gue lagi bad mood"ucap Alula sambil berlalu masuk kedalam kelasnya meninggalkan Rista yang penasaran dengan sikap sahabatnya hari ini.


"Ada apa dengannya ya,apa dia lagi ada masalah sama keluarganya"batin Rista cemas memikirkan sahabatnya.


Rista pun duduk di kursinya dan menatap ke arah Erdan yang sedang membaca buku sambil menunggu kedatangan guru mereka.


"Kenapa baru sekarang sih aku sadarnya kalau ternyata kamu tuh ganteng banget"gumam Rista sambil menenggelamkan kepalanya di atas meja di atas lipatan tangannya.


Guru pun datang dan memanggil-manggil nama Rista tapi dia tidak mendengarnya karna sedang asik melamun sambil menatap Erdan.


"Woii,,bangun di panggil guru tuh"seru Leon yang menendang kursi Rista dari belakang dan membuatnya kalang kabut.


"I,,i,,iya..A,,a,,ada..A,,a,,apa bu"ucap Rista tergagap saat sudah sadar namanya di panggil oleh gurunya.


"Rista,,apakah kamu sedang sakit"tanya bu Cloe gurunya.


"Tidak bu"jawab Rista cepat dan tersenyum.


"Oohh,,oke mari kita mulai pelajaran kedua har ini.


Mereka pun memulai pelajaran kedua mereka hingga bel pertanda pulang berbunyi.


😊😊😊


Next..


Maaf ya gak bisa Up setiap hari karna sibuk di dunia nyataπŸ™πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa Like dan ComentπŸ€—πŸ€—


Terima kasihπŸ™πŸ™


__ADS_2