
4 tahun telah berlalu, kini Albert telah berusia 8 tahun, dan di usianya yang masih sangat-sangat muda, ia telah menjalani banyak latihan-latihan militer Angkatan Darat, bahkan pada usia 5 tahun, Albert pernah membantu tentara Angkatan Darat berperang dengan tugas sebagai penyambung radio yang putus ke markas dan pernah menyelamatkan banyak nyawa karena telah memberitahu kepada senior-seniornya bahwa terdapat banyak mata-mata musuh. Tentu atas jasanya, di usia 7 tahun, ia telah diangkat menjadi Mayor Jendral dan keberadaannya sangat dihormati oleh seluruh penduduk di negara tersebut.
Suatu hari, Albert mendatangi Andre yang sedang duduk di pinggir pantai.
Albert: "Andre! Kamu sedang apa?"
Andre: "Albert, ya?"
Andre: "Aku hanya melihat lautan saja!"
Albert: "Begitukah?"
Andre: "Ya!"
Andre: "Duduklah disini!"
Albert: "Baiklah!"
Albert pun duduk di samping Andre dan mereka berdua pun ngobrol.
Andre: "Albert!"
Albert: "Apa Andre?"
Andre: "Enak sekali ya jadi dirimu!"
Andre: "Berpangkat Mayor Jendral di usia yang masih sangat muda!"
Andre: "Bahkan keberadaanmu dihormati oleh seluruh penduduk di negara ini!"
Andre: "Sementara aku?"
Andre: "Pangkatku masih saja berada di Sersan Mayor!"
Andre: "Dan aku tidak dihormati oleh orang-orang seperti kamu!"
Mendengar keluhan sahabatnya itu, Albert pun menyemangati Andre yang sedang bersedih.
Albert: "Tidak!"
Albert: "Kamu salah, Andre!"
Albert: "Meski kamu masih berada di pangkat Sersan Mayor, jasamu sebagai marinir sudah cukup besar bagi negeri ini!"
Albert: "Ingatlah! Sewaktu ada kapal asing yang ingin menangkap ikan di perairan kita, kamulah yang pertama kali melaporkan itu kepada atasanmu!"
Albert: "Kalau saja kamu tidak melaporkannya, mungkin ikan di negara kita telah habis dicuri mereka!"
Kemudian Albert memegang kedua pundak Andre dengan kedua tangannya dan menasihatinya.
Albert: "Andre! Lihat aku, dengarkan, dan ingatlah ini!"
Albert: "Meski orang-orang tidak mengenal dirimu!"
Albert: "Aku mengenalmu dengan sangat baik!"
Albert: "Meski kamu tidak dihormati oleh orang-orang seperti mereka menghormatiku!"
Albert: "Maka sahabatmu lah yang akan menghormati jasamu itu!"
Albert: "Maka dari itu, janganlah bersedih Andre!"
Albert: "Aku yakin, suatu hari nanti, kamu akan dihormati oleh orang-orang seperti aku dihormati oleh mereka!"
Mendengar nasihat sahabatnya itu membuat Andre kembali bersemangat.
Andre: "Albert! Ayo kita pulang!"
Andre: "Ibu pasti sedang masakin makanan kesukaan kita!"
Albert: "Hmm! Ayo!"
Mereka berdua pun pulang kerumah dan tidak sabar untuk memakan makanan kesukaan mereka, singkat cerita, merekapun akhirnya sampai di rumah dan melihat ibunya sedang memasakkan makanan untuk makan siang ini. setelah beberapa menit, masakan pun jadi dan mereka bersiap untuk makan siang bersama.
(sumber: https://img.kurio.network/tpcEePO4w\_kersjzEnEvQxX0Ytk\=/320x320/filters:quality(80)/https://kurio-img.kurioapps.com/21/04/05/20666ec6-2559-4b5d-8ce2-4f5e8aa180d0.jpe)
Luna: "Andre! Tolong panggil ayah kamu, ya!"
Andre: "Baik, Bu!"
Albert: "Albert ikut ya, bu!"
Luna: "Iya, silakan!"
Andre: "Ayo Albert!"
Albert: "Hmm!"
Mereka berdua pun keluar rumah bersama dan mencari Halsey ke tempat berdinasnya. Sesampainya disana, mereka pun mencari Halsey berada dan menanyakan kepada orang-orang disana mengenai keberadaannya, orang-orang yang mengenal siapa Albert pun langsung hormat kepadanya dan memberitahukan keberadaan Halsey.
Singkat cerita, mereka berdua pun menemukan Halsey yang berada di ruangan kantornya, mereka pun langsung menghampiri Halsey.
__ADS_1
A&A: "Ayah!"
Halsey: "Loh?!"
Halsey: "Albert! Andre! Kenapa kalian kemari?"
Andre: "Ayah! Ibu sudah memasakkan makanan untuk makan siang kita!"
Andre: "Jadi, ayo kita makan siang bersama, yah!"
Halsey: "Benarkah?"
Halsey: "Baiklah, ayo kita makan siang bersama!"
A&A: "Hmm!"
Halsey pun izin untuk pulang terlebih dahulu untuk makan siang bersama anak dan istrinya, di perjalanan, mereka bertiga saling mengobrol kecil-kecilan hingga tidak terasa, mereka telah sampai di depan rumah. Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah tersebut dan kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh Luna.
Mereka pun makan siang bersama dengan suasana yang sangat harmonis. Singkat cerita, mereka pun selesai makan, berhubung hari sudah malam, Albert dan Andre pun disuruh tidur oleh Halsey dan Luna, mereka berdua pun menuju ke kamar.
(Catatan: Mereka tidur 1 kamar tetapi beda kasur!)
Saat ini, mereka berdua sedang bersiap untuk tidur, Andre melihat Albert yang selalu melihat keluar jendela sebelum tidur.
Andre: "Melihat ke arah luar jendela lagi, kah?"
Albert: "Ya! Begitulah!"
Tiba-tiba saja, ketika Albert melihat ke arah luar jendela, ia melihat 6 buah benda terbang aneh mendekati negara mereka, Albert yang melihat itu sontak segera pergi meninggalkan Andre sendirian di kamar membuat Andre bingung dengan sikap Albert, ia pun mengikuti Albert dari belakang.
Andre: "Albert! Albert! Tunggu aku!"
Tetapi, Albert tidak mendengarkan panggilan sahabatnya tersebut, hingga akhirnya Albert sampai di depan kamar Halsey dan Luna.
TOK TOK TOK
Albert: "Ayah! Ayah! Apa ayah ada di dalam?!"
Tak lama kemudian, Halsey membuka pintu dan menanyakan apa yang terjadi.
Halsey: "Ada apa, Albert?"
Halsey: "Kamu nampak tergesa-gesa?"
Albert: "Ayah! Tadi aku melihat seperti ada benda asing memasuki tanah negara kita!"
Albert: "Jumlahnya ada 6!"
Albert: "Benda itu warnanya hitam bergaris merah!"
Mengetahui itu, Halsey pun segera melaporkan ini ke markas, namun sesaat sebelum ia menghubungi markas, tiba-tiba saja.
DUUAAARRRR
Terdengar ledakan yang cukup besar dari luar rumah, ledakan itu membuat semua kaget mendengarnya.
Luna: "Sayang! Suara ledakan apa itu?!"
Halsey: "Aku tidak tahu!"
Dan di saat itu pula, terdengar suara sirine peringatan, menandakan terjadi sebuah penyerangan dan peringatan kepada para penduduk untuk segera mengevakuasi diri.
Albert: "Kenapa ada suara tersebut?!"
Halsey: "Tidak ada waktu lagi, semuanya!"
Halsey: "Kita akan pergi dari sini, sekarang juga!"
Luna, Albert dan Andre: "Baik!"
Merekapun segera pergi dari sana secepat mungkin, ketika mereka keluar rumah, terlihat keadaan sudah sangat mengenaskan, pohon, kendaraan, rumah-rumah, jalanan, semuanya hancur dan terbakar akibat serangan tersebut, bahkan kapal-kapal yang berjaga pun juga ikut terbakar dan tenggelam ke dasar laut.
Mereka pun segera bergegas mencari tempat berlindung, ledakan tiap ledakan terjadi di dekat mereka, beruntung mereka tidak terkena sekalipun ledakan dari benda asing tersebut. Di tengah pelarian mereka, Halsey melihat ada orang yang meminta pertolongan, tanpa pikir panjang ia pun langsung berusaha menolong orang itu, tapi tiba-tiba.
DUAARRRR
Albert: "Ayah!"
Ledakan dari benda tersebut ternyata mengenai Marsekal Halsey dan seketika tubuh Halsey terpecah menjadi berkeping-keping. Albert dan Andre yang melihatnya pun menjadi sangat syok dengan apa yang terjadi di depan kedua matanya.
Andre: "Ayah!"
Luna: "Andre! Albert! Jangan kesana!"
Albert: "Tapi Bu!"
Tiba-tiba saja mereka bertiga sadar bahwa tepat diatas mereka terdapat bom yang siap menghancurkan diri mereka, Luna dengan naluri ibunya pun langsung mendorong Albert dan Andre menjauh darinya membuat Albert dan Andre sangat terkejut.
Albert dan Andre: "Ibu!"
DUAARRRR
Bom tersebut pun meledak dan menghancurkan tubuh Luna Jessica, Sang Ibu kandung dari Andre Nimitz dan Ibu angkat dari Albert Greene. Syok melihat ayah dan ibunya mati di depannya membuat Albert dan Andre tak bisa bergerak sedikitpun akibat trauma yang baru dialaminya.
__ADS_1
Albert melihat ke arah laut, banyak sekali api berkobaran disana, kapal-kapal yang menjaga laut terbakar dan tenggelam, di kejauhan, ia melihat sebuah kapal induk di kawal oleh 3 kapal perang yang memiliki ciri yang sama dengan pesawat asing yang terbang menghancurkan negaranya, di saat itu, Albert pun pingsan di tengah kobaran api tersebut.
Di alam bawah sadar Albert, Albert terbangun dan mendengar suara misterius.
???: "Albert! Bangkitlah!"
???: "Menjauh!"
???: "Waspadalah! Musuh meluncurkan armada terkuatnya!"
Setelah mendengar suara misterius tersebut, tiba-tiba Albert merasakan sakit kepala yang sangat hebat.
Albert: "Aduh! Sakit sekali kepalaku!"
Di saat itu, Albert melihat sekilas gambaran pertempuran besar yang memakan banyak korban, dimana dirinya dan saudara-saudarinya di atas kapal induk besar dibantu banyak kapal perang saling bekerja sama untuk memenangkan pertempuran tersebut, namun, semua itu seolah sia-sia, para teman seperjuangan Albert telah gugur dalam pertempuran tersebut bahkan saudara-saudarinya juga ikut gugur dalam pertempuran besar tersebut.
???: "Albert! Maafkan kakak karena kita telah kalah!"
???: "Kakak! Maafkan Miller, karena hanya menjadi beban saja!"
???: "Albert! Berakhir sudah! Kita kali ini kalah telak melawan mereka!"
???: "Aku sudah tidak kuat!"
???: "Jadi sebelum kami mati, kami ingin memberikan kapal-kapal kami kepadamu!"
???: "Terimalah kapal-kapal ini, Albert!"
???: "Maafkan kami! Kita akan berpisah sekarang!"
Seluruh prajurit yang berjuang pun telah gugur meninggalkan Albert sendirian, tak kuat melihat kawan seperjuangannya mati di depan matanya, Albert pun menjadi marah besar, ia pun bangkit dan meluncurkan semua pesawat tempur yang masih ia miliki dan milik kawan seperjuangan serta saudara-saudarinya.
Albert (masa lalu): "HIIAAAKKKKHHHH"
Albert (masa lalu): "Matilah kamu, Raja Siren, Tempest!"
Tempest (Raja Siren): "Heh... memangnya hanya dengan ini kamu pikir bisa mengalahkanku?"
Sebuah Laser berwarna merah kehitaman menembaki pesawat-pesawat milik Albert dan setelahnya laser itu mengarah ke Albert.
Albert (masa lalu): "AAKKKHHHH!"
Tempest (Raja Siren): "Selamat tinggal, USS Enterprise CVN-80!"
DUAARRRR
Kapal induk milik Albert pun meledak dan tenggelam ke dasar laut. Albert sendiri pun telah gugur menyusul kawan-kawannya dan saudara-saudarinya.
Albert pun kembali sadar ke dunia bawah sadarnya, setelah melihat itu, ia kini telah mengingat semuanya, bahwa dulunya ia adalah manusia kapal yang mampu mengendalikan kapal induk, ia kini telah mendapatkan jati dirinya.
Albert: "Dimanakah kapal ku?"
Ia pun mulai mencari kapal induknya, setelah beberapa lama kemudian, ia akhirnya berhasil menemukannya, kapal sejati miliknya.
Albert: "Ketemu!"
Albert: "USS Enterprise CVN-80!"
Dan disamping kapal CVN-80 terdapat 3 kapal induk lainnya.
Albert: "Serta USS Gerald R. Ford CVN-78 milik Kak Gerald, USS John F. Kennedy CVN-79 milik Kak John, dan USS Doris Miller CVN-81 milik Miller!"
Albert: "Untuk saat ini, aku akan memakai kapal milikku!"
Albert: "Enterprise CVN-80!"
Albert: "Pesawat tempur yang tersedia, Lockheeed Martin F-22 Raptor, Lockheed Martin F-35C Lighting II milik Kak Gerald dan Kak John, dan F/A-XX (Dari Game M*dern War5hip)!"
Albert: "Pesawat Pengebom yang tersedia, ada 19 B-21 Raider!"
Albert: "Drone yang tersedia, XQ-58 Valkyrie!"
Albert: "AA (Anti Air) yang tersedia, Sea RAM dan RIM-7 Sea Sparrow!"
Albert: "Bagus! Sudah lengkap semuanya!"
Albert: "Saatnya kembali ke sana!"
Albert: "Andre! Tunggulah aku!"
Albert pun bersiap untuk kembali ke dunia nyata, namun ada satu masalah yang dialaminya.
Albert: "Tunggu! Gimana cara supaya aku bisa kembali ke sana?"
Albert pun menjadi panik dan mencari segala cara untuk kembali ke dunia nyata, dan tiba-tiba saja, tubuh ia bercahaya yang sangat terang menyilaukan mata, dan ketika itu, dia telah kembali ke dunia nyata.
Albert: "Aku telah kembali!"
Albert: "Baiklah!"
Albert pun segera membayangkan kapal miliknya dan secara tiba-tiba, kapal miliknya muncul di atas permukaan laut.
__ADS_1
USS Enterprise CVN-80
Sumber: https://images.app.goo.gl/TheFwBMSRWwTZwLA9