CVN-80 Di Dunia Azur Lane

CVN-80 Di Dunia Azur Lane
Bertemunya Kembali Albert Dengan Mereka


__ADS_3

(Catatan: Sebelum cerita ini saya mulai, saya ingin menyampaikan satu hal, yaitu, Sejarah pada cerita ini tidak akan sesuai dengan sejarah pada dunia nyata)


Pada Tahun 1941, Siren berhasil menyusup ke negara Albert dan menculik kurang lebih 3 orang (2 anak-anak dan 1 wanita), dan meminta tebusan sebuah kapal perang untuk keperluan peperangan mereka.


Pemerintah pun jelas tidak akan menuruti permintaan mereka dan bersumpah akan menyelamatkan 3 mutiara melalui jalan militer.


Atas kejadian kali ini, pemerintah sampai menurunkan Albert yang sejatinya adalah mantan Sersan Mayor Angkatan Darat untuk menyelamatkan 3 mutiara sebagai bentuk keseriusan mereka untuk menolak bernegosiasi dengan para Siren brengsek tersebut.


Albert pun akan segera bersiap untuk menyelamatkan 3 mutiara bersama dengan 5 anggota yang lainnya, mereka akan berangkat menggunakan pesawat angkut militer pada pukul 01.00 malam. Dan pada penyelamatan kali ini, pemerintah pun juga menurunkan Andre yang notabennya adalah marinir sebagai pendukung penyelamatan 3 mutiara tersebut.


Tanggal 30 Bulan September Tahun 1941


Pukul 01.00 AM


Albert beserta 5 anggotanya mulai menaiki pesawat angkut militer dan pergi menuju ke sebuah pulau tempat ketiga mutiara di sandera.


Setelah melakukan perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam 58 menit, mereka pun sampai di sebuah pulau yang cukup luas dengan hutan yang lebat, mereka pun bersiap untuk terjun dari pesawat, dan setelah beberapa saat, lampu hijau pun menyala tanda bahwa mereka harus melompat sekarang, maka Albert beserta kelima anggotanya pun melompat dari pesawat dan mengembangkan payung terjunnya.


Setelah mereka menginjakkan kaki mereka di tanah, mereka segera mengangkat senjata mereka dan memastikan wilayah di sekitar mereka.


Bungsu (Albert): "Bima! Amankan daerah sekitar!"


Bima (Hartono): "Dimengerti!"


(Catatan: Disini hanya Bungsu dan Bima menggunakan Ghillie Suit sebagai alat membantu penyamaran mereka di hutan.)



Ilustrasi Ghillie Suit Bungsu


Sumber: https://static.wikia.nocookie.net/callofduty/images/8/8f/Grinch\_Nightfang\_Skin.webp/revision/latest?cb\=20210218061926



Ilustrasi Ghillie Suit Bima


Sumber: Pinterest


Bima yang merupakan Sniper pun segera mengamankan daerah sekitar mereka, setelah dipastikan tidak ada alias aman, mereka pun memutuskan untuk terus maju mencari titik dimana ketiga mutiara di sandera oleh para Siren.


Mereka terus berjalan secara senyap agar tidak menarik perhatian musuh, di tengah perjalanan, mereka menemukan 8 ekor makhluk aneh yang bernama 'siren' sedang berjaga di sana, Bungsu pun segera memerintahkan anak buahnya khususnya Bima untuk menghabisi 8 siren tersebut.


NDOK


NDOK


NDOK....NDOK....NDOK


NDOK


Setelah semua siren telah mati, mereka pun segera memungut mayatnya dan di buang ke jurang di dekatnya.


Setelahnya mereka pun melanjutkan perjalanan mencari keberadaan para mutiara tersebut, mereka berjalan, berjalan, terus berjalan dengan senyap dan mengawasi daerah sekitar mereka.


Pukul 4.00 AM


Pagi pun tiba, matahari mulai terbit dari Timur, bertepatan dengan ke enam prajurit pasukan khusus yang menemukan sebuah base camp yang di dalamnya terdapat beberapa mutiara, ke enam prajurit itu pun segera menyusun strategi penyerbuan dan setelahnya, mereka segera menyerbu base camp tersebut.


NDOK


NDOK


NDOK


(Saya gak tahu suara senjata dengan peredam suara gimana)


Serbuan dari mereka jelas membuat para Siren yang berjaga pun terkejut dan berusaha untuk membalas serbuan dari pasukan khusus, bentrokan senjata pun tak terelakkan. 3 prajurit pun berfokus untuk menghabisi para siren, sementara ke tiga prajurit lainnya termasuk Bungsu berfokus untuk mengamankan 5 orang mutiara yang 3 diantaranya adalah mutiara dari negaranya, sementara 2 diantaranya tidak dikenali oleh mereka semua, kedua mutiara asing tersebut juga memiliki semacam tanduk aneh di kepalanya. Petir (Chika) yang juga berperan sebagai medis mengobati mereka berlima yang memiliki luka, setelah 3 prajurit yang membantai para Siren yang berjaga kembali, mereka pun segera memutuskan untuk segera pergi dari sana. Tak lupa, sebelum pergi, salah satu prajurit memasang sebuah jebakan yang diletakkan di bawah salah satu mayat siren.


Setelah mereka cukup jauh dari TKP, mereka pun menghubungi markas dan meminta petunjuk untuk titik penjemputannya.


Bungsu: `Arjuna Bungsu` (2×)


Arjuna (Niko): `Bungsu masuk dengan Arjuna!`


Bungsu: `Kami telah berhasil menyelamatkan 5 orang mutiara, namun 2 diantaranya bukan dari negara kita, meminta petunjuk untuk titik penjemputan!`


Setelah beberapa lama setelah memberikan petunjuk titik penjemputan, akhirnya mereka sepakat bahwa titik penjemputan berada di pesisir pantai. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke pantai.


Beberapa jam setelah keenam prajurit dan lima mutiara pergi dari sana, banyak pasukan siren lainnya yang datang ke TKP dan terkejut melihat keadaan di sana, mereka melihat banyak mayat dari spesies mereka, salah satu prajurit pun memeriksa keadaan salah satu mayat yang kebetulan dibawahnya terdapat jebakan yang disiapkan oleh salah satu prajurit, alhasil.


DUAARRRR


Ledakan granat tersebut sampai ke telinga mereka yang telah pergi dari sana, mereka pun memutuskan untuk bergegas meninggalkan tempat itu.


Bungsu: "Ayo cepat pergi dari sini!"


Bima: "Go! Go! Go!"


Guntur (Thomas): "Petir! Jaga bagian belakang!"


Petir: "Baik!"


Mereka terus pergi menjauh dari sana dan berusaha untuk mencapai titik penjemputan yang berada di pesisir pantai, beruntung, sepanjang perjalanan, mereka tidak bertemu dengan siren, hingga malam hari pun tiba dan mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar sembari memberi makan kepada 5 mutiara yang berhasil mereka bawa kabur. Tak lama kemudian, salah seorang mutiara pun bertanya kepada Bungsu dan rekan-rekannya.


???: "Ano... Te-terima kasih banyak karena telah menyelamatkan kami!"


???: "Bo-bolehkah aku mengetahui si-siapa kalian?"

__ADS_1


Bungsu yang merupakan Kapten di regu tersebut pun menjawab pertanyaan dari mutiara asing tersebut.


Bungsu: "Kami adalah pasukan yang akan menyelamatkan kalian semua!"


Bungsu: "Kami diperintahkan untuk menyelamatkan mutiara yang di sandera di pulau ini oleh Siren!"


Di tengah pembicaraan, tiba-tiba saja mereka mendengar suara mendesis dari seekor reptil, arah suara itu berasal dari semak di belakang Bungsu dan mutiara yang mengajaknya berbicara, Bungsu pun meminta mereka untuk tenang, ia pun menyiapkan sebuah pisau, dan pada saat yang tepat, ia pun menusukkan pisaunya ke arah semak tersebut. Ternyata, itu adalah seekor ular yang tidak berbisa, Bungsu pun melempar ular hasil buruannya kepada rekan-rekannya sebagai makan malam mereka.


Bungsu: "Makan malam buat kalian, nih!"


Bungsu: "Cukup besar!"


Anak buah Bungsu pun sangat senang karena bisa makan malam walau makanan itu adalah seekor ular, Bungsu pun juga mengambil bagian tubuh ular tersebut dan memakannya, sebelum memakannya, ia membuka topeng yang menutupi wajahnya tersebut, ketika ia membuka topengnya, 2 mutiara asing pun terkejut melihat wajah Bungsu.


???&???: "A-AL-ALBERT!?"


Teriakan mereka berdua pun sontak membuat Bungsu atau Albert sangat terkejut dan segera menutup mulut mereka berdua, Albert pun bertanya kepada mereka tentang siapa mereka berdua.


Albert: "Heh! Bagaimana kalian berdua tahu siapa aku sebenarnya?!"


Albert: "Siapa kalian berdua sebenarnya?!"


Salah satu dari kedua mutiara pun membuka tangan Albert dan menjawab pertanyaan darinya.


???: "Gadis kecil yang menjadi teman baru sewaktu kamu masih kecil!"


Inami: "Tsuki Inami!"


Mendengar nama itu membuat Albert sangat terkejut bukan main, kedua gadis di depannya adalah temannya sewaktu ia masih TK.


Albert: "I-Inami?!"


Albert: "Apa benar itu kamu?!"


Inami: "Ya benar!"


Albert: "Kalau begitu, berarti yang ini....?!"


Aina: "Tsuki Aina!"


Aina: "Aku adalah Tsuki Aina!"


Albert: "Jadi, kalian adalah 2 anak baru yang mencoba untuk berteman dengan diriku, ya?"


Inami dan Aina: "Iya!"


Aina: "Kamu pergi kemana saja, Albert?!"


Aina: "Kami mencarimu kemana-mana tidak ada!"


Inami: "Kata Alex kau pergi keluar kota!"


Inami: "Tapi kami tidak menemukan keberadaanmu di luar kota manapun!"


Inami: "Kemana kamu sebenarnya, Albert?"


Mendengar pernyataan mereka, Albert pun menjadi sangat geram karena mereka semua telah berbohong, terlebih yang menyampaikan kebohongan itu adalah pelaku yang membuatnya terjatuh ke derasnya aliran sungai. Inami yang bingung dengan sikap Albert pun bertanya kepada Albert.


Inami: "Albert! Kamu kenapa?"


Inami: "Apa kamu sedang marah?"


Inami: "Coba ceritakan kepada kami!"


Albert: "Tidak! Nanti saja aku ceritakan kepada kalian!"


Menyadari bahwa fajar segera tiba, Albert pun kembali menggunakan topengnya dan memerintahkan anak buahnya untuk bersiap pergi dari sini.


Tiba-tiba saja, di tengah perjalanan.


DUAARRRR


Terdengar suara ledakan di dekat mereka, segera mereka pun bergegas lari pergi dari sana, di depan mereka, terdapat 29 siren yang mencegat mereka dan menyerang mereka.


Bungsu: "Kita ketahuan!"


Baku tembak pun tak dapat dihindarkan diantara keduanya.


DOR


NDOK


DOR


DUAARRRR


Bungsu: "Awas! Ada mortar!"


DUAARRRR


Bungsu: `Arjuna! Kami ketahuan oleh musuh!`


Bungsu: `Kirimkan kami bantuan!`


Arjuna: `Baiklah! Kalian akan bisa menggunakan bantuan 4 regu Elang!`


Arjuna: `Angkatan Laut juga akan menyusul kalian!`

__ADS_1


Bungsu: `Baiklah!`


DOR


NDOK


NDOK


NDOK


DOR


DOR


DOR


DUAARRRR


Bungsu: "Bima! Cari posisi si mortar!"


Bima: "Dimengerti!"


Bima pun segera mencari posisi mortar dan setelah menemukannya, Bima pun melempar sebuah granat ledak ke mortar tersebut dan


DUAARRRR


Ledakan besar pun terjadi pada mortar tersebut.


Tak lama kemudian, Bungsu pun mendapatkan informasi bahwa regu Elang dapat digunakan, tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia pun segera membacakan titik koordinat musuh.


Bungsu: `Musuh 500 derajat. 500 kaki utara asap. Koordinat 2842779. Bersiap untuk menembak. Arah serangan akhir 355530. Aku ulangi. Arah serangan akhir 355530!`


F-16: "Dimengerti!"


4 F-16 pun menjatuhkan bom mereka pada koordinat yang disebutkan oleh Bungsu.


DUAARRRR


DUAARRRR


DUAARRRR


DUAARRRR


Suara dari bom yang dijatuhkan membuat suasana perang menjadi sangat mencekam. Di lain tempat, tepatnya di laut, 2 buah kapal induk besar mengirimkan masing-masing 1 unit helikopter ke pulau tersebut. Kapal induk itu adalah milik Andre dan Albert, yaitu USS Nimitz CVN-68 dan USS Enterprise CVN-80, di sisi laut yang lain, terdapat sebuah kapal penghancur yaitu USS Arleigh Burke yang mengarahkan meriamnya ke pulau tersebut.



Ilustrasi USS Arleigh Burke


Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:USS\_Arleigh\_Burke\_(DDG\_51)\_steams\_through\_the\_Mediterranean\_Sea.jpg


Seorang Penembak pun menembakkan meriam kapalnya atas arahan dari kaptennya.


Kapten: "Awas!"


Penembak: "Awas!"


Kapten: "Tembak!"


Penembak: "Tembak!"


DOR


Penembak: "Perkenaan kiri depan sasaran!"


Kapten: "Lakukan pengoreksian!"


Penembak: "Lakukan koreksi!"


Penembak: "Kanan 5. Atur 100 yard!"


Kapten: "Laporkan jika sudah siap menembak!"


Penembak: "Senjata siap!"


Kapten: "Laksanakan penembakan kedua!"


Kapten: "Awas!"


Penembak: "Awas!"


Kapten: "Tembak!"


Penembak: "Tembak!"


DOR


BOOMMMM


Tembakan tersebut kena pada sasarannya, di sisi Bungsu, kini mereka semakin dekat dengan pesisir pantai, dan di pesisir pantai sudah ada kurang lebih 791 marinir yang siap maju mengambil alih pertempuran. Tak lama kemudian, terlihatlah Bungsu beserta anak buahnya yang berjalan sempoyongan, melihat itu, para marinir pun mulai maju untuk mengambil alih pertempuran, dan tak lama setelah Bungsu berada di pantai, 2 unit helikopter berjenis MV-22 Osprey datang dan menjemput mereka semua.



Ilustrasi MV-22 Osprey


Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:US\_Navy\_080220-N-5180F-015\_A\_Marine\_Corps\_MV-22\_Osprey\_prepares\_to\_land\_aboard\_the\_amphibious\_assault\_ship\_USS\_Nassau\_(LHA\_4).jpg

__ADS_1


__ADS_2