Daily Life In Isekai With Over Power Skill

Daily Life In Isekai With Over Power Skill
CH 1.1


__ADS_3

Namaku Horiyama Izumi. Aku terlahir kembali dengan nama Izumi di sebuah keluarga yang tinggal di hutan yang lebat. Saat ini aku berumur 2 tahun dan sudah bisa memahami hal hal disekitar ku.


Aku tinggal bersama ibu dan kakak laki laki yang berumur 12 tahun. Dia bernama Kotaro. Saat ibu sedang tak ada dirumah dialah yang merawat ku. Dia merawat ku dengan kasih sayang seorang kakak yang sudah tak pernah lagi kurasakan di kehidupanku sebelumnya.


Tak jarang dia membuatkan mainan dari kayu, batu bahkan tulang hewan untukku bermain. Sesekali aku juga diajarkan membaca, menulis dan menggambar olehnya. Yah walaupun aku sudah bisa melakukannya karena skill yang diberikan oleh dewa


Walaupun kami tinggal bertiga ditengah hutan kami dapat bertahan hidup sampai detik ini. Orang tua kami merupakan mantan petualang kelas S. Ayahku adalah seorang pengguna pedang yang sangat hebat. Sedangkan ibuku adalah salah satu orang yang diberi gelar saint oleh kerajaan.


Saat ayah masih hidup dia mewariskan ilmu berpedangnya kepada kakak. Dia mulai berlatih pedang pada saat aku tidur atau ibu ada dirumah. Bisa dibilang saat ini aku lebih dekat dengan kakak daripada ibu.


[Time skip umur 4]


Sejak kakak berumur 14 tahun aku lebih sering bersama ibu. Dialah yang menggantikan ibu untuk berburu di hutan sedangkan ibu mulai membuka ladang di belakang rumah.


Kami tidak pernah merasa dalam bahaya karena sihir ibu yang sangat luar biasa. Selain itu kakak juga ikut serta dalam melindungi rumah kayu kami ini.


"***"


Saat ini kami tengah merayakan hari kedewasaan kakak. Tepat pada tanggal 2 Januari kakakku akan berumur 15 tahun. Di dunia ini umur 15 tahun sudah dianggap dewasa.


"Selamat hari kedewasaan mu Kotaro."


"Terimakasih ibu."


Ibu memandangiku dengan tatapan tajam.


"Izumi bukannya kamu harus mengucapkan sesuatu kepada kakakmu?"


"Apa?"


"Apa? Katamu?


"Sudahlah ibu lagian Izumi masih kecil"


"Huh... Izumi dengarkan ibu. Saat ini kakakmu telah merayakan hari kedewasaannya. Tugasku untuk menghidupi nya telah selesai. Setelah ini kakak mu akan menjalani hidupnya sendiri."


"Dengan kata lain aku akan pergi dari sini."

__ADS_1


"Tu-tunggu apakah kakak akan pergi? Nanti kalau ada hewan buas gimana?"


"Kan ada ibu."


"Kapan kamu akan kembali?"


"Entahlah aku juga tak dapat mengetahuinya. Kalau kamu sudah besar kamu dapat mencariku di ibu kota. Jadilah anak baik dan nurut pada ibu ya"


Aku mengalihkan pandanganku kepada ibu. Tampak dia sedang menahan tangisannya. Aku juga dapat mengerti apa yang dia rasakan. Ditinggal pergi oleh orang tercinta sangatlah menyedihkan. Apalagi saat kamu tak tau kapan dia kembali. Sama seperti orang tua ku dulu.


Aku mengangguk sambil tersenyum. Kakak yang melihat hal itu langsung mengucurkan air mata. Pesta yang penuh haru tersebut berakhir dan hanya aku yang tak meneteskan air mata sedikitpun.


[Time skip hari berikutnya]


Kakak telah pergi dari rumah ini sejak pagi buta. Yang ada hanya aku dan ibuku.


"Izumi ibu akan pergi berburu dulu ya. Kamu jaga rumah baik baik."


"Iya Bu."


"Humu"


Ibu langsung pergi kehutan untuk berburu. Aku segera naik kelantai dua untuk membaca buku tersebut.


Buku pertama bercerita tentang seorang pahlawan yang mengalahkan raja iblis. Buku ini lah yang sering dibacakan padaku saat kecil. Buku kedua berisi tentang informasi dunia ini. Dan yang terakhir buku ketiga berisi tentang sihir. Aku memutuskan untuk membaca buku kedua dan ketiga.


[Time skip setelah membaca buku ketiga setengah buku]


*Suara membuka pintu


"Oh itu ibu."


Aku segera turun tangga menjumpai ibu. Tampak penuh keringat dan ngos-ngosan dia sampai dirumah. Dilantai terdapat dua ekor babi hutan dan tiga kelinci.


"Ibu?"


"Oh Izumi bisa bantu ibu bawa kelincinya kebelakang?"

__ADS_1


"Oke."


Aku membawa tiga kelinci tersebut kebelakang.


"Tumben banyak sekali buruannya?"


"Apa kamu lupa? Besok kan hari ulang tahunmu yang kelima dimana bakat mu akan muncul."


AN : ultah Izumi adalah tanggal 3 Januari.


"Eh iya kah?"


"Iya. Bisakah kamu merubah ekspresi mu? Dari dulu kamu selalu berekspresi flat."


"Enggak."


"Yaudah apa apa pun kamu adalah anak ibu yang sangat ibu cintai. Sudah bawa cepat kelincinya ibu mau mengambil beberapa bahan dari kebun."


"Iya Bu."


[Time skip pesta perayaan]


"Sepi ya rasanya kalau merayakan hal ini berdua saja."


"Wajah ibu mulai murung apa yang harus aku lakukan ya? Sudah lama sejak terakhir kali aku bertemu ibu. Aku bersyukur di dunia ini punya ibu."


"Bu..."


"Iya Izumi?"


"Jangan murung dong. Aku ada disini bersama ibu. {Tersenyum}"


"Izumi... Izumi.... Kamu tersenyum? (Meneteskan air mata) akhirnya.... Akhirnya.... Kamu tersenyum. Ibu bahagia sekali. Sedari kecil kamu sama sekali tak menunjukkan ekspresi."


"Walaupun ini adalah fake smile kalau itu bisa membuat ibu bahagia maka aku akan melakukannya."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2