
[Pukul 00.00]
Aku terbangun di sebuah tempat entah dimana. Tak terlihat satupun benda disini. Hanya ruang hampa dengan warna putih.
Aku memutuskan untuk berkeliling ruangan tersebut. Berjalan tanpa tahu arah aku menemukan seorang pria tua yang sepertinya sedang menungguku.
Perlahan aku mendekatinya. Tampak wajah yang tersenyum lebar sedang melihatku. Aku memutuskan untuk bertanya kepadanya.
"Permisi tuan, sekarang ini saya berada dimana ya?" (Izumi)
"Halo Izumi. Atau bisa aku sebut Horiyama Izumi." (?)
"Si-siapa kamu?" (Izumi)
"Aku adalah dewa yang mengirim mu ke dunia lain. Dewa agung Odin" (Dewa agung Odin)
"Oh...." (Izumi)
"Kamu gak terkejut?" (Dewa agung Odin)
"Biasa aja. Dihadapan ku kamu adalah seseorang yang tak menepati janjinya." (Izumi)
"Apa yang kamu maksud?" (dewa agung Odin)
"Apakah kamu ingat permintaan ketiga ku? Aku ingin mempunyai teman. Tapi kau malah mengirim ku ke keluarga yang tinggal di hutan belantara." (Izumi)
"Huh.... Ini lah yang aku akan katakan padamu. Aku adalah dewa dengan tingkat tertinggi. Aku juga memiliki kesibukan. Sebagai kompensasi, aku akan mengirim mu beberapa skill op setiap 1 sekali. Dan Untuk permintaan ketiga mu saat bangun "teman" mu akan muncul." (Dewa agung Odin)
"Benarkah?" (Izumi)
"Ya. Dan untuk permintaan pertama dan kedua mu sudah aku edit. Kamu dapat mengeceknya saat bangun nanti." (dewa agung Odin)
"Bagaimana caranya?" (Izumi)
"Waktu kita terbatas. Sudah saatnya kamu kembali. Dia akan menjelaskannya kepadamu." (dewa agung Odin)
"Woi tung-" (Izumi)
Aku terbangun di kamar dengan keadan penuh keringat.
[(Selamat pagi tuan)]
"Siapa kamu?" (Izumi)
__ADS_1
[(Ini aku teman yang kamu minta dari dewa agung Odin)]
Munculnya gadis kecil dengan sayang dipunggung nya. Dilihat sekilas mirip dengan peri kecil yang ada di dalam buku fiksi.
"Siapa namamu?" (Izumi)
[(Aku tak memiliki nama. Silahkan tuan memberi aku nama.)]
"Nama ya? Baiklah namamu adalah Yui." (Izumi)
[(Baik tuan mulai sekarang namaku adalah Yui.)]
"Jangan panggil aku tuan! Panggil saja Izumi." (Izumi)
[(Baik Izumi)]
"Humu." (Izumi)
"Izumi..." (ibu)
"Gawat itu ibu." (Izumi)
Ibu membuka pintu kamar ku. Kami mengalami kontak mata selama beberapa detik.
"Eh... Apa ibu tak bisa melihatnya?" (Izumi)
"Melihat apa? Cepat mandi dan sarapan dibawah!" (ibu)
Ibu kembali menutup pintu. Tatapanku mengarah kepada Yui yang sedari tadi terus disampingku.
"Apakah orang lain tak bisa melihat mu?" (Izumi)
[(Ya. Tapi jika tuan mengizinkannya untuk dapat melihatku mata aku akan dapat dilihat oleh mereka.)]
"Oh pantas. Apakah kamu bisa menghilang sebentar?" (Izumi)
[(Kenapa?)]
"Aku malu jika orang lain melihatku mandi. Nanti kalau udah wakttunya kamu keluar aku panggil." (Izumi)
[(Oke)]
[Time skip setelah mandi]
__ADS_1
*Meja makan
Segera aku menyantap makanan yang terdiri dari daging babi bakar dan beberapa sayur. Tampak ibu tengah sibuk membersihkan piring.
"Izumi."
"Iya Bu?"
"Maukah kamu belajar sihir dengan ibu?"
"Sihir ya?"
"Boleh."
"Oke nanti setelah makan ikut ibu pergi ke hutan."
"Yui apa kamu bisa mendengar ku?"
[(Iya Izumi. Ada apa?)]
"Aku baru ingat dengan yang dikatakan dewa tentang permintaan pertama dan keduaku. Katanya kamu akan menunjukkannya kepada ku."
[(Iya Izumi. Kalau kamu ingin mengetahuinya kamu tinggal ucapkan "open status")]
"Open status. (suara kecil)"
Tiba tiba muncul Sebuah layar dihadapan ku. Layar tersebut berisi beberapa informasi pribadiku. Baik skill, EXP, HP, maupun MP tertera di sana.
"Hmm... Cukup banyak skill yang aku punya."
Segera aku membereskan peralatan makanku dan pergi ke lantai atas untuk mengambil buku. Setelah mengambil buku tersebut aku segera menemui ibu.
"Bu.... Ayo kita belajar sihir!"
"Hehe nampaknya anak ibu sudah sangat bersemangat ya."
"Iya aku tunggu diluar ya."
"Jangan bawa buku itu! nanti kalau kotor susah membersihkannya."
"Oke."
__ADS_1
Bersambung....