Daily Life In Isekai With Over Power Skill

Daily Life In Isekai With Over Power Skill
Partner


__ADS_3

Aku memutuskan untuk pergi ke sungai untuk mencari beberapa slime. Tak berapa lama aku berjalan tampak sebuah/seekor slime yang tengah menyantap sarapannya yaitu daun.


Perlahan aku mendekatinya. Tanpa sengaja aku menginjak sebuah ranting pohon dan membuat suara yang membuatnya menoleh kearah ku.


"Wah ada manusia. Ibu tolong aku aku takut dimakan!" (Slime)


"Tunggu aku tak akan memakanmu!" (Izumi)


"Benarkah?" (Slime)


"Iya. Selain itu kamu kok bisa bahasa manusia?" (Slime)


"Eh? Bukannya kamu yang bicara bahasa slime?" (Izumi)


"Yui apa maksudnya ini?"


[(Ini karena permintaan kedua mu Izumi. Jadi dewa membuatmu dapat berbicara semua bahasa. Bahkan bahasa monster.)]


"Tuan manusia, siapakah kamu? Dan kenapa kamu bisa bicara bahasa slime?" (Slime)


"Oh ini adalah salah satu skill ku." (Izumi)


[(Tuan apakah kamu mau mencoba beberapa skill Tamer mu?)]


"Boleh juga"


"Ne~ slime-san maukah kamu menjadi partner ku?" (Izumi)


"Eh? Apakah boleh?" (Slime)


"Ya. Hitung hitung nambah teman." (Izumi)


"Baik." (Slime)


Aku mulai melakukan sihir Tamer terhadap slime tersebut. Saat sihir tersebut selesai terdapat 3 notifikasi yang muncul dihadapan ku.


...[(Taming successful : you tame a slime)]...


...[(You earns new skill : [Shadow home] , [Calling] , [Change position] , [Magic transfer]...


...[(Congratulation you earn new achievement : [Novice Tamer] Reward : 10 point' status)]...


"Hmm... Tidak buruk. Ayo kita kembali slime." (Izumi)


"Tunggu aku masih ingin makan rumput."  (Slime)


"Rumput? Kamu makan rumput?" (Izumi)


"Ya. Rumput adalah makanan terenak yang pernah aku makan." (Slime)


"Rumput makanan terenak? Apa dia gak pernah makan daging? Oh iya ngomong ngomong bukannya ada daging dari babi yang telah aku bunuh tadi?"


"Ayo kalau kamu ikut aku, aku akan kasih kamu makanan yang lebih enak dari rumput." (Izumi)

__ADS_1


"Benarkah? Apakah ada makanan yang lebih enak dari rumput?" (Slime)


"Jangan banyak omong ayo cepat." (Izumi)


Aku dan slime segera kembali ke Padang rumput. Tetapi sebelum itu tak lupa juga aku memotong dahan kering untuk dijadikan kayu bakar.


"Ini yang kamu bilang makanan terenak? Dahan kering ini? Aku sudah pernah memakannya rasanya tidak seenak rumput." (Slime)


"Sabar." (Izumi)


Tak lama kemudian sampailah kami di Padang rumput. Tak butuh waktu lama aku segera mengambil babi tersebut untuk membersihkannya. Tapi sayangnya aku tak memiliki senjata tajam untuk memisahkan antara daging dan kulitnya.


"Yui apakah kamu punya saran?" ( Izumi)


[(Ya. Kamu tinggal menggunakan sihir es untuk membuat pisau.)]


Aku memejamkan mata dan membayangkan sebuah pisau es dengan daya tahan yang lumayan dan tahan panas.


[Sihir es : Ice Knife]


Muncullah sebuah pisau es dengan panjang sekitar 20 cm. Langsung saja tanpa banyak basa-basi aku segera menguliti babi tersebut.


Walaupun hasil pemotongan ku sangat buruk, masih banyak daging yang bisa dimakan. Segeralah aku menganggukkan sihir air untuk membersihkan daging tersebut dari darah.


Setelah bersih aku merebusnya dengan sihir [Heat Water] selama beberapa menit. Sambil menunggu aku meminta slime untuk menyiapkan kayu yang akan digunakan untuk membakar daging ini.


Setelah daging empuk aku menusuk daging tersebut dengan dahan pohon yang agak basah. Langsung saja aku menyalakan api dengan sihir dan membakar daging tersebut sampai matang.


"Nih makan (menyerahkan daging)" (Izumi)


Saat slime memasukkan daging tersebut kedalam dirinya ekspresi nya mulai berubah. Gembira, kaget, dan terharu menjadi satu.


"Ma-makanan apa ini? Ini adalah makanan yang terenak yang pernah aku makan!!! Bahkan rasanya jauh diatas rasa rumput. Enaaaak." (Slime)


"Segitu enaknya ya? (Memasukkan sedikit daging ke dalam mulut). Hmm... Rasanya amis. Apakah karena aku memasaknya kurang matang dan tanpa bumbu ya?"


"Nih makan milik ku." (Izumi)


"Eh? Gak apa-apa nih?" (Slime)


"Ya. Makan aja habiskan aku mau mengurus bangkai itu." (Izumi)


"Baik. Terimakasih tuan." (Slime)


"Jangan panggil aku tuan." (Izumi)


"Kalau begitu boss." (Slime)


"Jangan pake kata boss." (Izumi)


"Kalau begitu master." (Slime)


"Hmm.... Tidak buruk." (Izumi)

__ADS_1


"Izumi?" (Ibu)


Tiba tiba ibu muncul dari belakang. Ekspresi wajah nya menunjukkan perasaannya saat ini.


"Apa ini?" (Ibu)


"Daging." (Izumi)


"Daging apa?" (Ibu)


"Babi hutan." (Izumi)


"Oh... Babi hutan. Apa? Babi hutan? Dari mana kamu menemukan babi ini?" (Ibu)


"Oh. Tadi ada babi yang berlari kearah ku. Karena aku merasa agak bahaya maka aku membunuhnya." (Izumi)


"Dengan apa?" (Ibu)


"Sihir magic bullet." (Izumi)


"Kok bisa? Bagaimana kamu menyerangnya?" (Ibu)


"Begini." (Izumi)


Aku berdiri dan mencari sebuah pohon di belakang ku. Aku menemukan sasaran yang pas. Yaitu pohon dengan diameter sekitar 45 cm.


Aku mulai membayangkan sebuah peluru berbentuk kerucut dan menembakkannya ke pohon tadi. Alhasil pohon tersebut berlubang dan tumbang seketika.


"Eh.... Kok bisa tembus?" (Ibu)


"Karena aku membuat peluru tersebut berbentuk kerucut sehingga tekanan yang diberikan bullet menjadi lebih kecil. Hal itu dapat membuat benda tersebut dapat berlubang dengan mudah. (Menunjukkan bullet bewarna biru transparan)" (Izumi)


"Tekanan? Apa itu? Dari mana asalnya?" (Ibu)


"E-eh... singkatnya aku membayangkan apa yang terjadi dengan sebuah pedang. Semakin tipis maka semakin tajam." (Izumi)


"Huh... Terus ini monster dari mana? Minggir biar ibu aja yang memusnahkannya." (Ibu)


"Jangan Bu!'' (Izumi)


"Kenapa? Kamu bisa terluka lho. Walaupun hanya slime tetapi dia bisa melukai seseorang." (Ibu)


"Tenang kok slime ini jinak karena aku yang telah menjinakkannya sendiri." (Izumi)


"Tunggu! Menjinakkan? Kok bisa?" (Ibu)


"Aku hanya menggunakan sihir tame dan membuat slime ini menjadi partner ku. Lihat! (Mengangkat slime ke atas kepala)" (Izumi)


"Huh... Ayo pulang kamu pasti pusing karena menggunakan banyak sekali sihir." (Ibu)


"Oh iya kepalaku agak pusing karena banyak menggunakan banyak sihir. Tetapi hal ini tak lebih buruk ketimbang melihat layar komputer selama 1 hari tanpa berhenti. Selain itu karena slime terlalu repot dibawa kemana mana, aku memasukkannya kedalam bayanganku tanpa sepengetahuan ibu."


Bersambung....

__ADS_1


AN : sorry ya update nya agak melar


__ADS_2