
Ibu mengajakku ke sebuah tempat lapang di tengah hutan. Luas tempat tersebut sangatlah luas bahkan melebihi stadion sepakbola di bumi.
"Hal pertama yang harus dipahami ketika ingin menjadi penyihir adalah merasakan mana dalam diri kita sendiri. Duduklah dan pejamkan matamu! Kosongkan pikiran dan fokus!" (Ibu)
Aku mengikuti apa yang ibu perintahkan. Aku duduk bersila dan mencoba untuk merasakan mana. Tak berapa lama kemudian tampak bayangan diriku dengan aliran mana yang mengelilingi tubuhku layaknya pembuluh darah.
Aliran mana tersebut bewarna biru muda dan berpusat tepat dibawah dada. Tepatnya di ulu hati.
"Sepertinya aku sudah dapat melihatnya." (Izumi)
"Eh sudah? Seberapa fokus anak ini?"
"Baik sekarang adalah saat untuk melakukan sihir. Dikarenakan Bakat sihirmu belum diketahui, kamu akan melakukan sihir tanpa elemen. Tepatnya magic bullet." (Ibu)
Ibu kemudian melebarkan telapak tangannya dan memusatkan fokusnya. Setelah itu keluarlah sebuah bola berdiameter 5 cm yang keluar dari tangannya.
Bola tersebut ditembakkan ke arah pohon berukuran sedang. Bola tersebut melesat layaknya peluru dan menghantam pohon dengan keras. Bekas hantaman bola tersebut membuat pohon itu menjadi berlubang.
"Pada dasarnya sihir adalah mengubah mana menjadi energi yang akan digunakan untuk menyerang, bertahan ataupun menyembuhkan. Hal itu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yakni bakat, kapasitas, dan Rapalan. Selain itu ada juga beberapa orang yang dapat meningkatkan Serang sihir dengan imajinasi mereka. Kamu akan berlatih menggunakan sihir magic bullet dulu. Saat sudah lancar bilang saja ke ibu. Sekarang ibu akan pergi berburu dulu. kamu jangan kemana-mana! Daerah sini rawan monster atau hewan liar." (Ibu)
"Baik Bu"
Saat ibu sudah mulai menjauh aku mulai mencoba menggunakan magic bullet. Percobaan pertama aku langsung dapat membuat 1 peluru yang berdiameter 6 cm. Sayangnya saat aku menembakkannya kecepatan peluru tersebut lebih lambat dari kecepatan peluru ibu.
"Yui bisakah kamu mendengar ku?"
[(Iya Izumi. Ada apa?)]
"Bagaimana cara mempercepat kecepatan magic bullet?"
__ADS_1
[(Seperti yang dikatakan ibumu, sihir dapat dimodifikasi menggunakan imajinasi seseorang dan kapasitas nya. Kamu dapat merubah kapasitas kebutuhan mana magic bullet menjadi lebih banyak. Kemudian bayangkan kecepatannya bertambah lebih cepat.)]
Aku mencoba mempraktekkan apa yang Yui ucapkan. Dan benar saja peluru tersebut melesat menjadi lebih kencang.
"Imajinasi ya?"
Tiba tiba, muncullah wild boar dari arah depan. Wild boar nampaknya sedang dalam kondisi marah. Aku memutuskan untuk membuatnya untuk menjadi objek latihan ku.
Aku mencoba membuat magic bullet berukuran 5 cm untuk ditembakkan kearahnya. Tak disangka bullet tersebut hanya menyebabkan efek yang tak begitu besar.
"Yui tampilkan status si babi itu!"
[(Baik. Menampilkan status.)]
...
...
Aku kembali mengarahkan magic bullet kepada wild boar yang jaraknya semakin mengecil, yaitu sekitar 20 meter. Bedanya bullet ini dengan bullet yang sebelumnya adalah bentuk dan kecepatan.
Aku membuat bullet berbentuk kerucut dan menambahkan kecepatan serangnya. Seketika bullet tersebut menembus tengkorak babi tersebut dan melobangi kepalanya.
[(Selamat Izumi)]
.
...[(Selamat anda telah membunuh wild boar berlevel 16 anda mendapatkan exp sebanyak 680)] ...
__ADS_1
...[(Selamat anda telah naik level : 1 -> 3]...
...[(Selamat status anda mengalami upgrade :...
...1. Hp : 500 -> 700...
...2. MP : 750 -> 1.050 )]...
...[(New : Basic Magic skill (Skill) (Common) )]...
.
"Hmm... Level up ya? Yosh kalau gitu kenapa gak sekalian aja aku leveling? Yui cari keberadaan monster dengan level dibawah 10!"
[(Baik. Mengaktifkan Radar. Target : monster di bawah level 10. Sukses. Menampilkan jenis dan level monster)]
...
...
"Kenapa banyak sekali slime?"
[(Karena dalam 15 meter ke barat ada sebuah sungai yang dihuni oleh beberapa slime)]
"Oh... Sungai yang dibelakang kita ini banyak slime nya?"
[(Ya. Sungai adalah salah satu habitat asli slime.)]
__ADS_1
"Okay kita kesana sekarang."
Bersambung......