Dasar Pilot Aneh!

Dasar Pilot Aneh!
Pilot di warteg


__ADS_3

Byurr


"Aaaaa, ASTAGHFIRULLAH" teriak menggelegar seorang Nurul dari Bojonggede memecah telinga seisi rumah.


"BANGUNNNN! " tak kalah menggelegar suara ibunda nyai Susi.


"UDAH SIANGGG!"


Telinga Nurul sepertinya akan dibawa ke rumah sakit setelah ini, teriakan ibunya sungguh mematikan. Telinga Nurul dijewer dengan penuh kebengisan oleh ibunda nyai Susi.


" eeee, sakit ma lepasin"


"Cepet mandi udah jam 5" Nurul cengo mendengar ucapan sang nyai. Katanya udah siang tapi kok masih jam 5? dasar emak-emak komplek.


"Iss, iya" Nurul mengambil handuk dan melakukan ritual mandinya,sedangkan sang nyai menganti sprei karena basah kena air.


"Bangun tidur diguyur nyai,nyai-nya nyai ronggeng" nyanyi Nurul didalam kamar mandi dengan tidak ada akhlaknya.


"Mama denger ya!! "Nurul tersentak mendengar teriakan sang nyai bisa gawat kalau nyai baper. Bisa-bisa ngga jajan seminggu.


Nurul mandi selama 10 menit dan turun ke dapur untuk membantu sang nyai membuat sarapan.


" Potong kentang sama wortel terus dimasak pake sedikit mentega"


"Yaelah mah, baru dateng udah dikasih tugas aja. Kalau orang baru dateng itu disuguhi teh, kopi kaya papa sama abang" dagu Nurul menunjuk dua lelaki yang sedang santai-santai dengan suguhan kopi dan bakwan, uhh enaknya.


"Ya sana kamu ikutan, tapi siap-siap ngga jajan seminggu" Nurul segera melakukan apa yang disuruh, bisa gawat kalau ngga dikasih uang jajan kan Nurul sebagai kaum hawa punya hasrat shoping.


"Makanan siap" sang kakanda dan putra mahkota dengan cepat ke meja makan menatap makanan paripurna yang sungguh menggiurkan. Nurul yang melihat tingkah petinggi rumah ini menatap jengkel. Apanih? mereka cuma duduk santai-santai ngga bantuin masak pas udah jadi makan paling dulu, sungguh beban. batinnya dihati.


"Makanlah wahai kakanda dan putra mahkota, Makanlah " ucap Nurul dengan senyum bisnis.


"eheheh, baiklah putri Nurul penguasa Bojonggede kami akan memakannya" putra mahkota dan kakanda memakan dengan rakus, sedangkan sang nyai sangat anggunly seperti Ratu.


Kalian pada tau ngga kenapa Nurul dicerita ini dipanggil Nurul dari Bojonggede padahal aslinya dari Jogja? Karena ..... ngga ada alesannya sih, nama Nurul yang aku tau identik sama Bojonggede dipikirkan aku jadi sebutannya Nurul dari Bojonggede.


Setelah sarapan dan sedikit pertengkaran kecil yang memperebutkan siapa yang dapat menggunakan mobil akhirnya Nurul berangkat bersama sahabatnya dari Zaman omberio.


"Kok lo ngalah sih Rul, harusnya lo menang. Kita sebagai calon wanita independen harus kuat dan tegas" ucap mengebu-gebu sang sahabat.


"Wanita independen, independen liat cogan aja lo meleyot gimana mau jadi wanita independen" sang sahabat hanya cengar-cengir seperti kuda.

__ADS_1


"Nyengir lagi lo"


"Hehe, lagian ngga ada hubungan sama cogan Rul. Cogan itu masalah hati jangan dimasalahin sama wanita independen. Kalau wanita independen tapi hatinya gampang meleyot ya itu kita"


"huhh, si paling independen"


Mereka berjalan menuju sekolah dengan suka cita, tawa membahana mereka menghiasi setiap langkah bahkan ada berberapa orang yang melihat mereka mengangap mereka gila karena mereka cekikikan terus.


"Xixix, nanti kalau lo nikah sama si Ucup gue ngga bisa ngebayangin malam pertamanya"


"Malam pertamanya yang ada cekikikan teruss, hahah" ucap Nurul. Muka Lena sudah jengkel dengan ucapan sahabatnya lagian dia ngga mau sama Ucup. ngga level.


"Lo inget ngga waktu pertama kali Ucup nembak lo? disitu dia masih kaya wibu akut jirr pake kacamata bulat gede terus hoodienya. Mana hoodienya ngga pernah dicuci lagii hahahahha-" Mulut Nurul dibekap oleh tangan Lena.


"Diem lo, kita harus anggunly ada cogan"mata Nurul melirik seseorang dengan pakaian pilot lengkap yang sedang makan di warteg.


Mereka sontak melihat penampilan mereka satu sama lain memastikan bahwa mereka sudah perfect. " Hitungan 3 kita jalan dengan anggunly ala model, oke? " "oke"


1


2


3


"Nderek langkung mas" Nurul dan Lena membungkukkan badan mereka. Arkan yang melihat itu menyahut.


"Nggih, silakan. Badhe tindak pundi, mbak ayu" tanya Arkan dengan senyum khas Jawa.


"Badhe ten Sekolah " ucap mereka berdua semangat bagaimana tidak semangat disenyumin sama pilot genteng.


"Ngati-ati yo mbak ayu"


"Nggih, mas ganteng" Nurul dan Lena berjalan dengan anggun sampai sudah agak jauh mereka cekikikan bersama.


"xixixi, ganteng banget sumpah kalau aku dijodohin aku pengen jodohnya yang kaya dia" ucap Lena semangat.


"ehehe, emang ganteng sih tapi lebih mengoda ketua geng motor, CEO yang dingin tapi perhatian"


"Serah lo, pokoknya kalau aku nemu jodoh aku pengen yang kaya mas pilot tadi"


Setelah berjalan kaki selama 20 menit mereka sampai di SMA. SMA MANDALA CIPTA.

__ADS_1


"Rul, Nurul. "tangan bangku belakang colak-colek bahu Nurul.


" Apa? "


"Minta PR" ucap gadis itu. Jangan salah walaupun Nurul tadi petakilan disekolah Nurul dijuluki princess Ice, lohh. Dia juga babu sekolah alias OSIS, dia juga babu kelas yang selalu dimintai PR oleh teman-temanya.


"Nih" Nurul memberikan buku pelajaran-nya dengan tampang cool.


"Makasih Nurul ku sayang" gadis itu langsung pergi dengan buku Nurul ditangan-nya.


"Rul, lo dipanggil OSIS"


"Ok" Nurul berjalan keluar menuju ke ruang OSIS yang berada di lantai 2.Melihat antrian lift Nurul memutuskan menaiki tangga saja, ada berberapa murid yang menaiki tangga juga karena tidak ingin telat masuk.


Tiba-tiba ada segerombolan siswa menerjang tangga dan salah satu dari mereka tidak sengaja mendorong Nurul. "Aaaaa"


grep


Tubuh Nurul seakan melayang, dia di tangkap oleh lelaki berambut hitam, mata tajam dan rahang yang tegas yang Nurul yakini bahwa dia ketua OSIS.


"Lain kali hati-hati" nasihat ketua kelas bernama Fajar pada adik kelas. Adik kelas yang mendapatkan teguran segera meminta maaf pada Nurul.


"Maaf ya Nurul? kita ngga sengaja" ucap mereka serempak.


"Ngga papa kok, lainkali jangan buru-buru"


"Iya" Mereka langsung pergi setelah meminta maaf pada Nurul, takut kenal omel guru.


"Yok ke ruang, udah ditungguin"


"Ayo kak" Mereka berjalan bersama Darren dibelakang dan Nurul didepan. Setelah memanjat tangga yang tidak banyak namun melelahkan bagi Nurul karena dia jarang olahraga, olahraga aja seminggu sekali itupun pas pelajaran olahraga bukan di luar pelajaran.


"Selamat pagi semuanya" ucap Darren . Kalian bertanya dimana Nurul penguasa Bojonggede? Nurul dipertengahan jalan duluan takut digrebek sama fans Fajar, jadi dia sampai dulunya deh.


"Hari ini kita akan membahas MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang dilaksanakan sebentar lagi. Saya harap kalian bisa bekerja sama agar MPLS ini berjalan dengan baik"


"Jadi hari ini kita akan membahas pembagian tugas dalam MPLS, ada saran? " tanya Darren.


"Aku sama Kela bagian konsumsi kak!! " Nurul mengajukan dirinya dan temannya bernama Kela. Lumayan kan kalau dibagian konsumsi ada sisa makanan bisa diambil, xixixi, kira kira begitulah yang ada dipikirkan Nurul saat mengajukan dirinya.


"Baiklah Nurul dan Kela bagian konsumsi"

__ADS_1


"Yes"


__ADS_2