
Nurul menuju ke parkiran dengan tangan yang dipenuhi kertas kertas berharga. Kerena kalau ilang siap-siap dia di kasih semburan mau guru.
Telepon Nurul tiba-tiba berbunyi, Nurul mencoba mengambil HPnya tapi malah kertas-kertas nya berhamburan. Dia panik tapi kalau telpon nya gak di angkat dia lebih panik.
"Halo ma, ada apa? " tanya Nurul.
"Nanti beliin kue sama camilan. Abang juga titip kertas A4"
"Oke, tapi lama dikit ngga papa kan ma? Nurul juga harus print berberapa berkas sekolah"
"Ngga papa" nyai langsung mematikan telepon nya sepihak. Nurul langsung memungut kertas kertad tadi dan memasukan ke mobil. Nurul meninggalkan parkiran sekolah dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Ia berhenti di depan toko kue dan langsung mencari kue yang enak. Nurul melihat kue yang dikelilingi oleh permen dan macaron.
"Mbak aku mau beli kue ini"
"Saya juga mbak" ucap seseorang dibelakang Nurul.
"Maaf tapi kue ini hanya tinggal satu. Jadi, hanya salah satu dari kalian yang bisa memiliki kue ini" ucap pelayan. Nurul langsung memancarkan aura permusuhan begitu juga dengan orang asing tadi.
"Saya yang akan membeli nya" ucap orang asing.
"TIDAK, SAYA YANG AKAN MEMBELINYA" ucap Nurul dengan suara lantang.
"Saya"
"Saya"
"Saya"
Pelayan yang kebingungan itu memanggil seorang wanita yang juga menginginkan kue itu"Nona kemarilah, kue ini untuk anda. Totalnya 200 ribu"
Wanita tadi langsung membayar dan membawa kue itu pergi, sedangkan dia orang yang saling debat tadi meratapi nasibnya.
__ADS_1
"HUWAA, MAAAMAAA" keduanya memeluk satu sama lain. Menyalurkan kekuatan agar bisa menerima kenyataan.
Nurul pulang setelah dari toko kue tadi,dia lupa ingin melakukan apa setelah dari toko kue.
“NURUL PENGUASA BOJONG GEDE COMEBACK”suara mengeleggar Nurul mengejutkan ibunya yang sedang masak,sedangkan abangnya langsung menghampiri Nrul.
“Mana kertasnya?”tanya putra makhota sambil mengobrak-abrik tas belanjaan.
“
Kertas apa?”tanya Nurul kebingungan.
“Jangan biang lo lupa beli”
“Eamngnya lo nitip kertas ya?kek nya engga deh”
Plak
Putra makhota langsung memukul punggung Nurul”GOBLOK,SANA PERGI BELI KERTAS A4 “
Nurul yang habis ditendang itu hanya meringis kesakitan,otaknya masih ngebug dan akhirnya hanya plonga-plongo didepan rumah.
Satu menit.......lima menit.......empat puluh menit
Nurul merenung akhirnya dia ingat.Dia disuruh beli kertas tadi,sama mau print berberapa berkas.Nurul langsung ngancir ke tempat fotokopi terdekat.
“Mang kertas A4,sama print ini sepuluh lembar”
“Oke neng,ini kertas A4 nya”
...Nurul menunggu berkasnya diprint sambil meliat taman yang ada diserbanngnya.Melihat puluhan pasangan yang sedang melakukan hal-hal mersa dari mulai pegangan,saling suap,sampai yang ciuman pun ada.Nurul bergindik ngeri ketika melihat yanag sedang ciuman....
“Nasib jadi jomblo apa-apa dilakuin sendiri”
__ADS_1
“Nih,neng berkasnya”
“ohh,makasi mang ini uangnya”Nurul langsung
pergi dan kembali ke rumah kalau kelamaan bisa dibanting Nurul.
Nurul telah sampai dipekrangan rumah,dia heran kenapa bayak mobi diluar.Ya....memang sih tak jarang para teman ayahnya berkunjung tapi biasanya mereka memakai sepeda motor bukan mobil.
“WOYY BANG NIH KERTASNYAAA!!”Nurul
mendobrak pintunya dengan kaki,tanganya dipenuhi dengan kertas-kertas.
Semua orang yang ada di ruang tamu terdiam,hening. Nyai langsung menarik Nurul ke kamar,sedangkan Nurul langsung meminta maaf.Sungguh memalukan,pikirnya.
“Mwehheh,maaf kan kelakuan anak saya,dia lagi kesurupan reog sama jelangkung”
“Ngga papa, Azrael juga gitu kok’’
Sedangkan di kamar Nurul sedang diceramahi sama nyai yang panjangnya kali lebar sama kali tinggi.
“Kayaknya mama harus bawa kamu ke rumah mbok Sum,deh”
Tubuh Nurul langsung merinding, mbok Sum?yang benar saja.Dia adalah nenek dari sepupunya yang terkenal dengan kecintaanya dengan tata krama.
Nurul langsung bersujud dan mencium kaki nyai
“Mama jangan lahhh!Nurul jaanji bakal lebih sopan lagi sama ngga bakal dobrak pintu.HUWAAAA.
Nyai seakan tuli,dia menggambil HP nya dan menelepon nenek sepupunya.Nurul langsung mengambil HP ibunya.
"Mama ngga bakal ngirim kamu ke rumah mbok Sum, tapi dengan satu syarat" Nurul langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Kamu harus mau mama jodohin"
__ADS_1
Brakk
Nurul pingsan.