
Nurul sedang dilema sekarang. Makanan yang biasa dia habiskan kini hanya dia liat dengan malas. Ayolah apakah orang tuanya gila? Dia masih anak SMA heh! Apa kata anak-anak sekolah nanti? Nurul menikah dengan om-om? Yang benar saja!
Azrael termenung. Dia tidak masalah jika harus menikah, tetapi dengan pujaan hatinya bukan pilihan orang tuanya. Dia harus bagaimana? Dia tidak mau menjadi lelaki brengsek gara-gara menyakiti perempuan yang tidak tau apa-apa tentang hidupnya, dia tidak mau menikah dengan keadaan masih belum melepaskan masa lalu. Karena dia tau sakitnya.
Keduanya termenung. Azrael dan Nurul, takut. Takut akan semuanya.
Acara makan malam telah selesai. Kini perbincangan kedua belah pihak di mulai.
“Jadi, gimana Nurul? Mau ngga nikah sama anak tante? “tanya ibu Azrael.
Keringat bercucuran dia takut dan bimbang.
"M-mau tante" ucap Nurul dengan cepat. dag dig dug serr bestie.
"Alhamdulilah, jadi resmi ini? "
"Iyalah ma, nanti lamarannya dilakuin besok"
Setelah berbincang-bincang keluarga Azrael pamit dan pergi dari rumah. Nurul menghela nafas berat, dirinya langsung pergi ke kamar dan tidur. Dia ingin menangis tapi malas jadi tidur aja.
...---o0o---...
Hari ini hari pertunangan Azrael dan Nurul. Tunangan ini dilakukan di rumah Nurul, rumahnya pun di dekor tapi hanya tipis tipis. Dirinya hanya mengundang Lena, Kela, sama Fajar saja dan untuk temannya yang lain biarkanlah, dia tidak peduli.
Nurul berjalan ke taman dengan Azrael yang ada dibelakangnya. Jika ditanya kenapa Azrael mengikuti Nurul jawabannya dia terpaksa, Nurul yang menyuruhnya mengikuti agar bisa semakin dekat.
Mereka duduk di kursi sambil memandangi hamparan bunga lily dan lavender. Keheningan melanda mereka, tidak ada yang mau memulai perbincangan. Tapi mereka berdua tidak peduli, mereka sibuk bergelut dengan pikiran mereka Masing masing.
"Azrael ..... " pangil Nurul. Silas hanya berdehem pelan sebagai jawaban.
"Kenalin diri lo secara rinci dan ungkapin semua masa lalu lo" perintah Nurul.
"Harus ya? " tanya Azrael. Nurul mengangguk.
"Aku Azrael Le Havre, anak pertama dari dua bersaudara. Aku adalah seorang pilot di maskapai penerbangan awan 34.Umur aku 24 tahun, aku bersekolah sampai jenjang sarjana. Aku pernah jatuh cinta dengan orang yang tidak dapat memegang janjinya dan soalnya aku belum bisa melupakannya hingga saat ini" ucap Azrael. Dia berkata jujur tidak ada yang ditutupi agar saat menikah nanti Nurul tidak sakif hati. Setidaknya Nurul bisa menolak dirinya agar hatinya tetap terjaga.
Nurul termenung, ternyata calonnya itu tidak jauh dari dirinya? memang benar kata pepatah jika jodoh cerminan diri sendiri.
"Sekarang gantian lo yang kenalin diri lo"
"Aku Arfana Nurulalita, anak kedua dari dua bersaudara. Aku seorang siswi di SMA Mandala Cipta yang menjabat menjadi pengurus keamanan. Aku pernah nyaman sama lelaki waktu kecil namun naasnya lelaki itu meninggal dunia ketika di jenjang SMP dan aku belum bisa melupakannya sampai sekarang"
"Jadi kita imbang kan? Aku di PHP dan kamu ditinggal meninggal" ucap Azrael. Naas juga nasib calonnya ini.
__ADS_1
"Hmmm, sepertinya. Aku ingin tau kenapa kau belum bisa melupakan wanita yang mengPHP kamu"
"Dia perempuan lembut, anggun dia juga berkharisma. Dia perempuan yang pertama kali membuka hatiku, aku bertemu dengan nya ditaman bungga dan bertemu untuk terakhir kalinya di taman bunga pula"
"Heh, malang sekali nasib mu. Untung aku ngga di PHP ini"cibir Nurul.
" Yaaa, setidaknya aku tidak ditinggal mati"sindir Azrael.
"Wah wah wahh. Aku kira kau adalah orang yang tidak pandai Merosting tuan Azrael"
"Aku pernah juara debat saat SMA" sombongnya.
"Cih, pantas saja kau di PHP orang kau saja sombong sekali"
Nurul berjalan meninggalkan Azrael sedangkan Silas yang ditinggalkan itu berteriak protes.
"Azrael , lo kenapa ngga nolak sih? "
"Gue nolak sekalipun perjodohan ini bakalan tetep terjadi Rul. Karena ini perintah dari kakek gue sama lo"
" Emang lo pernah nolak? "tanya Nurul.
" Pernah, berkali-kali malah. Jauh sebelum gue ketemu lo"ucap Azrael.
"Tapi mereka tetep kukuh" tambah Azrael.
" Lo coba aja sendiri, gue capek bujuknya"
"Iss, lo kok gitu sih? ngga mau perjuangin mantan lo apa? "
"Dia udah pergi, lagian kalau dia kembali pun mungkin sama orang yang dia cinta"
Silas berjalan meninggalkan Nurul sendiri. Hatinya sedang badmood sekarang.
...---o0o---...
Hari sudah sore dan ini saatnya pertunangan Nurul dan Azrael berlangsung.
“NURUL! “ Suara teriakan dari Lena sama Fajar benar-benar membuat gendang telinga pecah, buktinya para Mua menutup telinga mereka.
“Berisik lo” ketua Nurul.
“Ya gimana ngga berisik bestie, lo mau NIKAH sih” Ucap Lena dengan penekanan di kata Nikah.
__ADS_1
“Cuma tunangan, belom nikah”
“Dih sama aja kalik. Btw bestie lo dapet dari mana tuh cowo, kayaknya lo ngga deket sama siapapun kecuali kita” Lena menunjuk Fajar yang sedang membungkus makanan. Belum mulai aja udah dibungkus apa lagi kalau udah di mulai.
“Gue dijodohin “jawaban Nurul membuat kedua temannya terbengong.
“WHAT?! Seorang Nurul dijodohin? Apa ngga kasian sama cowoknya dapet calon spek iblis? “
“Enak aje lo, gue spek bidadari, jirr” ucap Nurul tidak Terima.
“Bidadari neraka maksudnya”sambung Fajar yang mengundang gelak tawa seisi ruangan.
“Babi kau”
...---o0o---
...
Nurul sudah selesai di rias. Kini dia mengunakan pakaian adat Jawa yang simpel simpel saja dengan riasan tipis. Sedangkan Azrael mengunakan adat Jawa juga tapi tidak neko-neko.
Acara tunangan ini berjalan dengan lancar, Azrael dan Nurul memasang cincin tunangan dijari satu sama lain. (Aku ngga kasih part saat tunangan soalnya aku ngga tau pas tunangan itu ngapain aja. Maaf kan Bukan yang para Nuba ku)
“Aaaaa, SAHABAT GUEH UDAH TUNANGAN!”
“BENTAR LAGI NIKAH, TERUS KASIH GUE PONAKANN! “
Ucapan mereka terlalu blak-blakan tidak sih? Nikah aja belum tentu mau kasih ponakan, ada ada aja para duo maut.
---o0o---
**Aku mau kasih dikit pengumuman.Jadi,di part sebelumnya pasti nama tunangan Nurul itu Silas kan? tapi kok disini Azrael?
Jadi gini aku jelasin dulu,jadi sebenarnya nama tunangan Nurul di garis besar itu harusnya Azrael bukan Silas. Nama silas itu harusnya nama buat kakaknya Nurul,tapi karena kesalahan aku namanya jadi Silas. Tolong dimaklumi soalnya aku ngga terlalu hafal nama nama tokoh di sini.
Terus diawal juga tepatnya di bab 1 sama 2 itu nama ketua osis nya Fajar kan? tapi kenapa di ganti jadi Darren?
Kasusnya sama kaya Azrael. Jadi kalau nama ketua
osisnya Fajar berarti itu salah begitu pula kalau nama tunangan
Nurul Silas. Jadi kalau kalian ketemu kesalahan kaya gitu di tandai ya! biar cepet revisinya.
Aku mohon maaf kalau kesalahan ini menganggu kenyamanan membaca kalian. Tolong dimaklumi
__ADS_1
juga soalnya aku cuma penulis amatir.
Dadah sekian dari Buna**.