
"Baiklah saya akhiri rapat ini, silakan kembali ke kelas masing-masing" Darren menutup rapat OSIS ini. Untuk MPLS dilakukan besok pagi, dan tentu saja itu waktu yang singkat untuk mencari konsumsi yang pas.
Nurul dan Kela sedang menyiapkan proposal konsumsi. Untung Kela alumni OSIS jadi cepat deh. "Nih serahin ke kepala sekolah"
"Ok" Nurul pergi ke ruang pak kepala sekolah. Di tengah jalan ia bertemu dengan Aulia, adik Darren.
"Aul, mau ke ruang kepala sekolah? " tanya Nurul basa-basi, jujur dia tidak terlalu akrab dengan Aulia tapi karena Nurul sering membantu Aulia jadi Aulia tidak canggung.
"Iya nih nganterin dokumenter, bareng yuk! " ajak Aulia.
"Hayuklah, gaskeun"
Setibanya ke ruang kepala sekolah mereka langsung pergi. Dan proposal Nurul tentu saja diterima yang buat Kela gituloh kalau yang buat dia udah ditolak.
"Konsumsinya mau apa? " tanya Kela. Btw Aulia juga anggota OSIS.
"Untuk murid mungkin cuma makanan ringan soalnya mereka nanti disuruh bawa bekal, kalah OSIS mie ayam mang Aceng" balas Nurul.
"Oh, besok masuk lebih pagi jangan telat. Aku pamit dulu" Kela pergi meninggalkan Nurul. Nurul hanya tersenyum kikuk ketika Kela menasihatinya, dia memang sering terlambat bahkan tak jarang Nurul kena hukum guru piket.
...---o0o---...
"Nurul dari Bojonggede , COMEBACK" teriak Nurul didepan rumah seperti orang gila, bagaimana tidak rambut lepek, seragam udah lecek semua, juga sepatu dijinjing menambah kesan gembel.
"Maaf orang gila dan gembel dilarang masuk" ucap kakanda dengan senyum merendahkan.
"Jahat sekali wahai kakanda,akan saya laporkan pada sang nyai" Nurul berlari menuju sang nyai yang sedang menyirami tanaman kesayangannya.
"Aaaa, nyai kakanda anda sungguh jahat masa anaknya paling cuantik nan imot ini dikira gembel" Nurul memeluk nyai. Nyai yang dipeluk ngeri melihat tampilan sang anak. Pantes dikira gembel, penampilannya aja udah persis gembel"batin nyai
"Ekhm, mohon maaf tapi gembel dilarang masuk kawasan ini khusus untuk yang spek bidadari" ucap sang nyai yang hobi kompor.
"NYAI RONGGENG HARAP SADAR MUKA YA! MUKA ANDA UDAH KERIPUT ITU!"
...krek...
Suara hati sang nyai yang patah karena ucapan sang anak yang durjana. Nyai terjatuh ala india, mukanya ingin menangis karena ucapan anaknya.
"Apakah aku setua itu? apakah aku sudah tidak muda lagi? hiks, sia-sia sudah perawatan puluhan juta ku" batin Nyai. Sia sia sudah perawatan yang ia lakukan setiap bulan agar kulitnya tetap mulus dan bersinar.
__ADS_1
"MAMAH" papah dan abang mendekati mama. Bisa bisa ngga makan mereka malem ini kalau mama merajuk.
"Berani sekali wahai kau adinda menghina sang nyai" ucap putra mahkota dramatis.
"Dan berani sekali kau mengatakan nyai keriput padahal wajahnya bersinar bagai matahari" sambung kakanda tak kalah dramatis. Tanganya mengelus lembut wajah nyai, aku yakin kalau kakanda melakukan itu agar bisa makan malam.
Sang nyai bangkit dan berjalan menuju rumah tanpa pamit, bisa ku pastikan kalau nyai merajuk. Wajah duo lakik itu tampak pasrah, mereka sudah pasrah kalau tidak makan malam dan tidur di luar.
"Gara-gara lo sih, ngga gue kasih uang jajan seminggu" kakak pergi setelah mengatakan itu. Wajah Nurul memelas agar uang jajan tambahin tatap diberikan.
"Papa juga ngga mau beliin kamu pulsa lagi kalau pulsa kamu habis" mereka berdua pergi dengan vibes yang sad seperti film India kalau lagi ada adegan sedih lalu sang pemeran disuruh pergi.
"Yah jangan gitu dong. Nurul janji Nurul bakal minta maaf sama mama. Jangan kurangin uang jajan Nurul sama cabut kouta beli pulsa Nurul. PAPA, ABANG!! jangan diambil Huaaaaa" Nurul menangis, sugar daddy dan ATM berjalannya meninggalkan dirinya.
Malam harinya.......
Dan ya! dugaan mereka benar tidak ada makan malam dan harus tidur diluar.
"Gara-gara lo Rul" Ngegas sekali leeee sang kakak.
"Ya maap, ngga sengaja" Nurul cengegesan sambil mengaplok nyamuk-nyamuk kurang ajar yang mengigit. Sedangkan sang ayah? dia memilih ronda sama bapak bapak yang lain, sungguh tidak berperianakan ya?.
...---o0o---...
"BANGUNNNNNNNNNN! UDAHHHH SIANGGGGG"
Badan remuk, perut laper, diguyur air pula sungguh mengenaskan. "Ampun maa!! " Teriak Trio beban.
"Wahai para makhluk beban makanan sudah siapp" wheheheh ayam goreng kesukaan Nurul telah dikeluarkan dari penggorengan.
"Ini punya putra mahkota" sang putra mahkota merebut paha ayam kesukaan Nurul dan langsung memakannya. Hiks, paha enak itu sudah ternodai oleh jigong bau jengkol milik putra mahkota.
"ABANGGGGGG! "
...---o0o---...
" Pagiku suramku, matahari meredup kugendong tas hitamku dikaki"sungguh seluruh lagu tak akan ada harga dirinya jika sudah dinyanyikan Nurul penguasa Bojonggede.
Cetar dan membahana aura negatif Nurul terpancar saat menghadapi siswa baru SMA Mandala Cipta, Nakal semua coyy. Tatapan tajam dan muka sinis dipancarkan oleh Nurul ketika melihat sekelompok siswa baru memakai riasan seperti tante -tante girang di ujung komplek.
__ADS_1
"Ekhem, disini tempatnya belajar buat siswa ya, bukan buat tante-tante girang plus cabe cabean" sindir Nurul. Sekumpulan siswa baru itu hanya diam, mereka mengetahui kalau Nurul anggota OSIS yang bertugas jadi keamanan.
"Mana makeup nya? gue sita sampe taun depan" ucap Nurul dengan garang, para siswa baru itu langsung menyerah semua makeup nya.
Nurul memberikan kapas dan pembersihan makeup yang sengaja disediakan agar kalau ada yang pake makeup bisa dibersihkan dengan baik. "Cepet dibersihin terus lari keliling lapangan 1 kali, CEPET! "
Mereka yang ada di lorong begindik ngeri, aura suram Nurul sangat mengintimidasi semua orang. "Setelah selesai pergi ke lapangan lari 1 putaran, NGERTI? " para siswa baru mengangguk sebagai jawaban. Nurul pergi dari tempat itu dan lanjut mencari mangsa.
"Susah juga ya jadi OSIS, tapi ngga papa gue jadi siswa paling ditakuti disekolah ini hahahahah"batin Nurul tawa psychopath nya benar-benar mengerikan.
" Gimana kelilingnya? "tanya Kela.
" Aman, cuma ada dikit siswa yang pake makeup menor. Tapi cuma dikit kok mungkin karena masih masa MPLS jadi mereka jadi anak alim, paling setelah MPLS koar-koar tuh jiwa nakalnya "
"Xixixix, namanya juga adek kelas dulu kita juga gitu kok"
"Eh, sorry ya gue Nurul jadi Bojonggede ngga pernah nakal sedikitpun.Gue itu murid alim, cantik, dan imut yang disayangi semua guru dan siswa"
"Keknya bukan disayangi deh lebih ke ditakuti"
Nurul memang terkenal disekolah tapi bukan terkenal karena prestasinya tapi karena kegalakan-nya yang tiada tandingannya.
"Bisa aja loh, Markonah"
Oke rusak sudah nama indah Kela.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Pengumuman!
Nyai itu mama nya Nurul.
Kakanda itu papanya Nurul.
Putra mahkota itu Abangnya Nurul.
Adinda itu Nurul.
Didukung ya cerita akuhhh**
__ADS_1