
Aku menatap manik kecoklatan yang semakin lama semakin menatapku dalam. Rasanya, cairan bening akan segera keluar dari pelupuk mataku kalau saja aku tidak berusaha menahannya dengan mati-matian. Pria yang tengah berdiri di hadapanku ini akhirnya menunduk, ia tak mampu mengatakan apapun lagi sampai akhirnya sebuah lengan menyentuh bahuku lembut. Pria itu kembali mendongak dan berusaha tersenyum melihat ke arahku.
"Kita akhiri saja." Ucapnya begitu membuatku tertohok.
Sakit. Aku tau pria itu akan mengatakan hal seperti itu dan bodohnya aku masih mau menemuinya setelah kemarin pria itu menelponku. Ia menghilang semenjak pergi ke Amerika untuk meneruskan study kedokterannya. Meninggalkan aku sendiri di tanah air dengan perasaan yang kala itu masih menggebu-gebu.
Alasan kita berpisah, karena Jaehyun tidak mau aku terus tersakiti dengan hubungan jarak jauh ini. Tapi, apa salahnya dengan hubungan jarak jauh? Apa pria itu sudah menemukan tambatan hati lain? Atau ada yang kurang dari diriku dan ia tidak bisa menerimanya?
"Apa bagimu ini adalah hal yang mudah? Maksudku, setelah ikatan ini terjalin selama empat tahun lamanya dan kamu mengatakan kalau ini harus berakhir?" aku tidak tau lagi harus bagaimana menyikapi permintaan pria yang tengah menatapku dengan manik matanya yang begitu aku rindukan.
__ADS_1
Kami sudah menjalin hubungan ini selama empat tahun. Dari awal Jaehyun memilih untuk melanjutkan study kedokteran di luar negri sampai akhirnya sekarang ia benar-benar menjadi seorang dokter. Dan begitu Jaehyun berhasil mencapai mimpinya, ia meninggalkanku. Ia harus bekerja di rumah sakit yang ada di luar negeri. Dan ia tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh ini. Lagi.
Tangan Jaehyun mengusap pipiku lembut dan hal itu berhasil membuat cairan bening dari pelupuk mataku lolos begitu saja. Aku tertunduk, tak kuasa menahan rasa sakit yang sudah Jaehyun torehkan hari ini. Atau mungkin rasa sakit yang sudah kita lakukan pada satu sama lain.
"Aku tidak mau ini terjadi, tapi kita harus."
Ucapan pria itu semakin menusuk dadaku setiap ia melontarkan kata demi kata. Ada ratusan juta pasangan yang berhasil dengan hubungan jarak jauh mereka. Tapi mengapa, Jaehyun lebih memilih pergi dengan karirnya ketimbang aku yang selalu menunggunya sampai ia kembali. Dan begitu ia kembali, ia sudah tidak bersamaku. Lebih tepatnya, ia memutuskan untuk tidak bersamaku. Lagi.
"Maafkan aku." Ucap pria itu sebelum akhirnya ia benar-benar pergi dari hadapanku. Bahkan untuk mengatakan kata perpisahan saja ia tidak mampu. Bagaimana mungkin ia bisa mempertahankan hubungan ini.
__ADS_1
Kita sudah tidak pernah berkomunikasi selama empat tahun. Jaehyun hilang kontak, dan begitu ia kembali. Ia mengatakan tentang perpisahan.
Apa yang kurang dariku?
Apa yang salah denganku?
Apa yang salah dengan 'kita'?
***
__ADS_1
To Be Continue
Semoga kalian suka yah. See youuu