
"Dasar psikopat"teriak Aurora.
"Aurora tenanglah aku tidak akan melukai mu aku hanya ingin kamu jadi milikku , hmm kamu mau apa mau makan apa ."
Aurora yang melihat itu seakan memanas dan tatapannya tajam pada Rasya sekarang. Sebenarnya Aurora juga takut jika Rasya melakukan hal gila padanya tapi dia tetap harus tenang agar Rasya lebih takut untuk melukai Aurora.
Beberapa saat kemudian Rasya meninggalkan tempat itu dan melangkah keluar sebentar dan masuk kembali ke ruangan itu untuk memberikan makanan pada Aurora.
"Ini makanlah Aurora kamu butuh tenaga bukan untuk lari dariku ."
"Aku gak mau makan makanan dari orang gila sepertimu , emangnya aku mudah percaya aja gitu sama orang dan siapa tahu kalau di dalam makanan yang kamu sajikan ada racunnya ."
"Oho .... semakin menjadi jadi kamu ya , oke baiklah (memakan sedikit makanan itu) aku gak papa kan masih hidup kan makanya jadi orang jangan asal asalan ngomongnya , ini makanlah ."
"Karena sudah lapar Aurora tetap memakan makanan itu dan setelah hal itu langsung saja Rasya tersenyum melihat Aurora yang sudah selesai makan ."
Beberapa hari berlalu dan Rasya kembali ke rumah sakit lagi dan doyoung kembali ke rumah sakit hari itu juga melihat apa ada yang melihat Aurora , pada hari itu juga doyoung bertemu dengan dokter Rasya.
__ADS_1
"bukannya aku sudah mengatakannya padamu untuk menjaga Aurora dengan baik (menatap kejam doyoung)."
"Jangan buat aku emosi , hari aku gak ada niat buat ribut denganmu (hendak pergi ) ."
"Bagaimana jika aku menemukan Aurora dengan cepat apa kamu akan merelakan dia bersama ku ."
"hahhh bodoh , gila atau dungu pilih yang mana yang cocok untukmu , atau.....kamu yang menyembunyikan Aurora dariku ."
"Gila kamu ya untuk apa aku sekap dia aku gak sebodoh itu pokoknya jika aku sudah menemukannya dia akan pergi bersama ku "(pergi dari tempat ).
.
Di tempat Aurora di sekap
Aurora akhirnya bisa melepaskan ikatan di tangannya tapi tidak bisa keluar dari ruangan karena sudah dikunci rapat rapat , Aurora akhirnya menemukan ruangan rahasia di sekitar ruangan itu dan memasuki ruangan itu betapa terkejutnya Aurora melihat isi ruangan itu .
Isi ruangan itu banyak sekali darah manusia dan setelah dilihat dari dekat ternyata itu darah dari dokter Vilya dan yang ternyata dokter Vilya semenjak pergi terakhir kali ke rumahnya berkunjung itu adalah hari terakhir nya hidup karena baju yang di pakai dokter Vilya waktu itu sama dengan baju dokter Vilya yang tergantung di sana berapa terkejutnya Aurora dan menangis histeris melihat hal itu .
__ADS_1
Aurora mencari cari petunjuk jika dia salah tafsir soal pembunuhan itu tetapi ternyata Aurora melihat sebuah tumpukan debu disertai oleh foto dokter Vilya yang tertera di atas debu itu .
"(menangis ) a..a..a..apa yang dia lakukan padamu dokter ..."
"Aurora"bisik seseorang.
Aurora berbalik arah dan terkejut lagi bahwa Aurora melihat perawat ceri yang berada di sana .
"(suara lemah) apa yang kamu lakukan disini ."
"Perawat ceri (memeluknya ) apa yang terjadi ."
"(menangis ) aku akan membantumu keluar jika ada kesempatan nantinya jangan sampai kamu seperti dokter Vilya Aurora."
"Apa yang terjadi pada dokter ."
"Dia dibunuh karena tidak bisa memenuhi janjinya untuk menjodohkan kalian , dia ditampar berulang ulang kali dan di cekik bahkan dibakar sampai jadi abu begini ."
__ADS_1