
Suara Bell sekolah telah berbunyi menandakan pulang sekolah para murid ada yang pulang ada juga yang mengikuti klub
"Akhirnya selesai juga" ucap Nova
"Pelajaran ini lebih mudah dari aku pikirkan" ucap ruis
"Benarkah pelajaran tadi bagiku lumayan sulit" ucap Jo
Mereka membereskan buku buku mereka dan pergi ke luar kelas pergi menuju parkir terdekat karena Jo mengajak mereka menaiki mobilnya
"Haaaa Ini mobil mu Jo" tanya ruis dengan terkejut
"Aku duduk di depan" kata Nova berlari
" Apa? aku di depan" kata ruis
Mobil Jo adalah mobil pick up karena itu mereka sadar, melihat Jo memiliki tubuh yang besar pasti kabin di depan hanya cukup untuk 2 orang dan lagi satunya pasti berada bak terbuka di belakang
"Sebenarnya di kabin penumpang ada beberapa box barang barang ku dan isinya lumayan berat"
Setelah memastikan berat boxnya mereka menyerah, dan pada akhirnya mereka berada di belakang kabin berdua pada saat itu. Banyak anak anak memandangi mereka saat ke luar gerbang sekolah
"Kenapa kau cemberut" tanya Nova
"Aku hanya tak suka pandangan mereka, seakan merendahkan diriku" ucap ruis yang melihat orang orang menatapnya ada juga yang membicarakannya tak sedikit yang mengejek mereka
"Hiraukan saja mereka,apa pun pendapat mereka terhadapmu tak akan membuat hidup mu lebih baik" ucap Nova
Ruis tertawa terbahak mendengar ucapan Nova "aku tak menyangka temen ku bisa berubah begini hahaha" ucap Ruis
Sedangkan Jo hanya sedih melihat dua temannya tertawa bahagia berdua di belakang
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tak lama akhirnya mereka sampai di sebuah kos kosan
"Di sini tempat ku sewa kos" ucap Jo
"Aku juga" ucap Ruis
"HM... Aku juga" ucap Nova
Mereka saling pandang satu sama lain
"Terus bagaimana kita tak bisa bertemu ya" tanya Nova
" Mungkin aku jalan duluan naik mobil"
"Aku menaiki angkutan umum"
"Kurasa aku saja yang kere ya" ucap Nova
Mereka bertiga pergi ke arah kos untuk memberi tahukan kamar yang mana mereka tempati
"Kamar ku berada dipojok kiri, dan kamar yang berhantu itu berada di tengah itu" kata Ruis
"Kalau aku di pojok kanan aku mendengar jeritan juga di kamar tengah itu"
Seketika Nova menjitak kepala mereka berdua dan pergi ke kamar tengah itu
"Dasar teman sialan aku tak akan melupakan penghinaan ini"
Beberapa saat mereka berdua bengong dan tertawa bahagia bersama.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Satu dua hari telah berlalu mereka melakukan kegiatan sekolah seperti hari hari sekolah biasanya cuma yang membedakan mereka adalah mereka sering di ejek dan di tertawai
Di kantin sekolah
"Cepat pesan makanannya" ucap seorang pelayan
"3 masing masing makanan dan minuman yang termurah " ucap Nova dengan menatap kejam
"Dasar anak miskin" pelayan mengumpat dalam hati
Setelah mendengar Nova berbicara begitu si pelayan pergi dan dan tak terlihat lagi
"Ha... Benar benar dunia yang kejam" ucap Ruis
"Kau dengar itu" tanya Jo
Nova dan Ruis mempertajam pendengaran dan mengangguk atas pertanyaannya
"Mereka mentertawakan kita"ucap jo terlihat beberapa orang memandangi kelompok Nova dan membicarakannya
"Mereka mentertawakan kita Karena kita berbeda dengan mereka" ucap Nova, tiba tiba menunjukan senyumannya yang tajam
"Bukannya kita sama" ucap Nova kembali dan tertawa bersama, sontak para beberapa murid sedikit kesal dengan kelakuan mereka
"Kemarin bapak telah memberikan sebuah tes esai kepada Kelian dan sekarang bapak telah koreksi, bapak akan membacakan tiga nilai tertinggi" ucap pak Carlos
Semua agak tegang karena mereka semua tau dengan begini bisa menentukan tingkatan derajat tertinggi di kelas ini
"Nilai tertinggi atas nama Ruis Ipandi"
"Sudah ku duga" ucap Ruis
"Kalau kamu bisa mempertahankan nilai mu nak ruis bapak yakin kamu bisa pindah ke kelas E atau D semester depan jikalau kau ingin pindah" ucap pak Carlos
"Yang ke dua Nova Alfian, hei hei nak Nova jangan tidur di kelas" teriak pak Carlos
"Eh baik pak hooaaam.." ucap Nova
"Jikalau kau bisa menjaga sikapmu nak Nova kamu bisa saja naik di kelas E" ucap pak Carlos
"Yang ke tiga Jo Alonso, jikalau kamu bisa mempertahankan nak Jo kamu juga bisa saja berada di kelas E jikalau kau minginginkannya"
"Makasih pak" ucap Jo
"Baiklah karena bapak ada keperluan sekarang belajar mandiri, ketua kelas bagikan kertas nilai esai dan lagi satu jaga kelas tetap rukun jikalau ada yang ribut catat saja nanti bapak hukum" ucap Carlos ke Charlotte
"Baik pak"
Setelah itu banyak banyak siswa siswi yang mendatangi Jo dan Ruis akan tetapi tak ada satupun mendatangi Nova karena dia terlihat sedang asik tidur
Di sudut ruangan ada seorang anak perempuan melihat mereka bertiga
"Aku harus menyuruh mereka mengajariku" gumam anak perempuan itu
.
.
.
__ADS_1
..
.
...
....
......
.......
.........
...........
Setelah selesai pelajaran akhirnya waktu pulang sekolah. Seperti biasanya mereka akan menumpang bersama Jo tapi setiap akan menaiki mobil Ruis dan Nova selalu main batu gunting kertas untuk menentukan siapa akan duduk di kabin penumpang.
Di kos kamar tengah
Terlihat Nova yang sedang belajar sungguh sungguh walaupun di sekolah dia tak terlihat rajin belajar tapi di rumah selalu dia lakukan membaca buku walaupun hanya satu kalimat pun.
Tok tok tok..
"Kiriman paket"
"Ha.. kiriman paket, dari siapa" pikir Nova
Setelah membuka pintu terlihat seorang paruh baya membawa satu kotak cukup besar
"Ini benar dengan nak Nova Alfian" tanya nya
"Benar" ucap Nova
"Ini ada sebuah kiriman dari sebuah perusahaan, silahkan tanda tangan di sini"
Nova menuruti saja menginginkannya menandatanganinya dan pengirim itu pin pergi dan tak terlihat lagi.
"Apa ya isinya ya" Nova yang bertanya tanya dan memikirkan
"Apa jangan jangan"gumam Nova, dia meletakkan kotak itu pelan pelan di bawah dan pergi sebentar
Datang datang Nova dengan alat alat aneh, menggunakan masker, kepalanya memakai panci sedangkan di tangan kirinya penggorengan tangan kanan nya membawa pisau
"Nah begini aman kan" benak Nova
Perlahan lahan Nova mendekati kotak tersebut dan mencoba memotong perekat tersebut supaya kotak nya terbuka
"Pelan... pelan.. pelan.. pelan. Pelan. Pelan PEELAN.. PELANNNN......."
akhirnya kotaknya terbuka perlahan lahan melihatnya ternyata ada satu buah hp android keluaran terbaru dan satu bentuk kotak yang berisi tombol misterius
"Ye hoki dapet hp terbaru" benak Nova, sambil memegangi hpnya
"Bentar dulu lagi satu itu kotak kecil berisi tombol itu apa ya"benak Nova
Pelan pelan tangan Nova mendekat karena kepo ke arah tombol tersebut
Klik....
"Bha hahahaha ahahha hahahaha "
Note: Terimakasih telah membaca sampai sekarang ya jangan lupa like dan ikuti terus perjalan Nova
Bonus
Di kantor guru
Charlotte mendatangi ketempat meja pak Carlos
"Pak Carlos"
"Oh nak Charlotte ada apa"
"Ini pak catatan anak anak yang berulah"
(Nova Alfian tidur di kelas)
__ADS_1
"Dasar anak ini siap siap saja dengan hukumannya nanti" benak pak Carlos