
Keesokan harinya Evelina pergi ke rumah Nova untuk memberikan alamat rumahnya kepada Nova karena pekerjaan Nova sebagai guru bimbel Evelina di adakan di rumahnya.
Kemarin malam juga Nova mendapatkan SMS dari Izuna Karin tentang Demon Hunter, dia mengatakan keterangan lebih lanjut nova bisa mengecek di handphone barunya karena di sana ada aplikasi khusus Demon Hunter Nova sempat mengecek fitur aplikasinya isinya beberapa jasa yang bisa Nova sewakan, di sana juga Nova bisa membuat jasanya sendiri.
bukan hanya itu di sana juga bisa membuat misi dengan memberikan beberapa hadiah, Nova melihat semua misinya hanya bisa tersenyum pahit
"misi baru judul:membuat skenario menyatakan cinta pada malam kemping
Note: hanya menghadiri dan mengikuti kegiatan kemping alat dan pakaian bawa masing masing
Waktu: jam 8 am hari Sabtu - jam 12 hari Minggu
Hadiah: foto siswi terpopuler kelas 1
Jumlah orang yang mengikuti: 26/50"
Nova melihat misi ini hanya bisa menghujat dalam hatinya kepada pembuat misi ini.
Karena sekarang hari Jumat berarti Nova sangat senggang sedangkan Evelina mengikuti pelajaran peminat di sekolah, Nova membuat beberapa soal esai untuk mengisi waktu mengisi waktu senggangnya . setelah jam menunjukan pukul 12, Nova mandi dan mengganti pakaiannya setelah itu memasukkan beberapa buku dan alat tulis ke tas dan akhirnya dia siap untuk berangkat.
Di saat berjalan ke rumah Evelina Nova sempat tersesat membuat dia menghabiskan waktu cukup lama, padahal jarak kos Nova dengan rumah Evelina sangat dekat 'kalau begini aku harus sering sering jalan jalan' benak Nova
Tapi pada akhirnya Nova sampai juga di depan gerbang rumah Evelina "apakah benar ini rumah Evelina" ucap Nova
Setelah menekan Bell rumah tersebut tak lama kemudian tak lama seorang perempuan kuning ke emasan berkuncir dua dialah Evelina Dominica.
"Kenapa telat" tanya Evelina
"Aku tak tau arah rumahmu wajar saja kan aku tersesat pada percobaan awal"
"Oh begitu ya, aku maafkan kamu sekarang tapi lain kali tak ada maaf untuk mu"
Nova cukup kesal dengan kelakuan Evelina, Nova merasa Evelina menganggap dirinya sendiri yang membutuhkan Evelina tapi kenyataannya Evelina sendirilah yang membutuhkan Nova.
Andai Nova tak di bayar dengan gaji di atas rata-rata hanya mengajar satu orang yaitu Evelina Nova pasti akan langsung pergi dari sini.
Evelina membukakan gerbang pintu rumahnya dan menyuruh Nova mengikutinya dari belakang Nova pun mengikuti permintaannya.
Setelah memasuki rumahnya Nova cukup kagum dan terkesan terhadap dekorasi rumahnya "ruangan-ruangan rumah cukup indah mencampur kan gaya moderen dengan abad pertengahan" karena Nova pernah merasakan kekayaan membuat dia paham akan hal dekorasi rumah mewah
"Aku cukup terkejut orang miskin sepertimu paham akan hal begini"ucap arogan Evelina, Nova mendengarnya membuatnya sangat ingin menjitak kepala Evelina supaya tidak arogan lagi.
Tak lama berjalan akhirnya sampai di depan pintu sebuah ruangan. Setelah Evelina membuka pintu ruangan tersebut terdapat di dalam ruangannya perpustakaan kecil, Nova memanggil Evelina menyuruhnya mendekatinya, Evelina pun menurutinya " kau mempunyai banyak buku buku ini, tapi kau masih menyewa jasa ku, apa kau ingin mempermainkan ku" ucap Nova sambil menunjuk buku pelajaran dan buku esai di rak buku tersebut
"Hum..... Bukan begitu hanya saja aku sulit memahaminya" ucap Evelina
.
.
.
.
Tik
Tok
__ADS_1
Tik
Tok
Tik
Tok
Tik
Tok
Tik
Tok
30 menit telah berlalu, terlihat kepala Nova memiliki beberapa beberapa urat yang menonjol berada di kepalanya.
Satu jam telah berlalu, sekarang bertambah urat yang menonjol di kepala Nova dan juga mukanya berwarna merah padam.
"Aaaa........... Kenapa pelajaran begitu mudah kau tak bisa selesaikan" bentak Nova sambil memegang kepalanya
"Ini loh pelajaran paling mudah. Kalau kamu gak bisa yang ini bagai mana kamu bisa mengerjakan soal yang ini" Nova menunjukan soal esai yang di kerjakan oleh Evelina 'kalau begini aku harus mengajarkan nya dari dasar kalau begini' benak Nova sambil menggaruk kepalanya
Evelina terlihat sedih dan tak bersemangat mendengar komentar Nova soal belajarnya, sebenarnya ini sudah biasa baginya karena hampir semua guru bimbel Evelina mengatakan hal yang sama,akan tetapi Evelina mendengarnya dari Nova sendiri dia merasa sudah tak ada harapan lagi
"Apa aku begitu bodoh, dan tak bisa belajar"Nova menatapnya terlihat raut muka Evelina menginginkan harapan dari Nova, terlihat seakan akan Evelina seperti telur di atas tongkat, seakan-akan akan terjatuh jikalau ada angin yang berhembus
Nova memukul meja dengan keras, Evelina terkejut dengan kelakuan Nova setelah itu Nova mengepalkan tangannya "tak ada yang namanya murid yang bodoh yang adanya guru yang tak bisa mengajari muridnya, jikalau kamu gagal berarti diriku yang gagal mengajarimu, karena itu aku akan akan mengajarimu sampai kau tak akan mengalami kegagalan lagi, dan aku jamin kau akan mendapat peringkat pertama di kelas" sebenarnya Nova mengatakan begitu kepada Evelina untuk menghiburnya sebenarnya dia sedikit ragu dengan kata katanya barusan.
Evelina menundukkan kepalanya "Hum...kamu tak mengatakannya aku tau itu"
Nova melihat wajah Evelina memerah membuat dia kaget dan "eh.... ke Kenapa wajahmu memerah apa kau sakit" Nova panik coba mendekati Evelina untuk memeriksanya
" a a aku Alergi melihat orang miskin, menjauh dan jangan melihat ku" Evelina mendorong punggung Nova dengan satu tangan tangan lagi satunya menutupi wajahnya.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga" ucap Nova, sambil meregangkan tubuhnya "hari ini kamu cukup bagus"
Setelah Nova mengajari Evelina ilmu dasar setiap pelajaran, membuat Nova cukup terkejut dengan perkembangannya 'melihat perkembangannya membuatku lega, tak sia sia aku berbohong tadi' benak nova.
"Eve" ucap pelan Evelina, sambil wajahnya terlihat malu malu
"Eh" Nova bingung tiba tiba Sifat Evelina berubah yang awalnya arogan menjadi terlihat malu malu 'ini pasti efek alerginya" benak Nova
"Eve.., semua temanku memanggilku begitu, hum.. karena kamu adalah guruku aku perbolehkan kamu memanggilku Eve" tegas Evelina, Nova pun menjawab dengan anggukan kepala saja
'aku sangat yakin dia benar-benar sakit' setelah itu Nova pulang dengan
Lesu
Setelah sampai di rumah Nova merebahkan tubuhnya di kasurnya "uh... Benar-benar melelahkan" Nova melihat ke arah jam dinding terlihat jam menunjukan pukul setengah tiga, Nova cukup bingung dengan kegiatan waktu luang saat ini.
Keling Keling (suara notifikasi handphone)
Nova pun membuka hp nya terlihat 2 notifikasi pada aplikasi demon Hanter karena Nova sedikit kepo akhirnya dia membuka notifikasi tersebut.
Terlihat ada seseorang mengomentari misi yang tadi pagi Nova lihat
[Bukannya itu foto si anak junior tercantik nan terima itu, aku dengar foto itu senilai 500k ya] si tukang bakso
[Benar katanya banyak anak-anak orang kaya sangat ingin membelinya] si pengendali hantu
Tiba tiba yang mengikuti misi tersebut menambah sangat cepat
36/50
39/50
46/50
49/50
"Selamat anda telah mengikuti misi
membuat skenario menyatakan cinta pada malam kemping"suara notifikasi, Nova tersenyum lebar Tampa di sadari tangannya tiba tiba menyentuh tombol mengikuti misi
"Jikalau melanggar dan tidak mengikuti misi akan kena hukuman dan denda" Nova hanya bisa tersenyum pahit
'dasar tangan tangan kurang aja serakah juga ada batasnya' Nova malah menyalahkan tangannya
"Bagai mana ini, kalau mengikuti kemping ini aku tak memiliki waktu menghadiri les bimbel di Eve"
Nova takut perjanjian les bimbel akan di batalkan gara-gara mengikuti misi ini, misi ini menghabiskan waktu 2 hari berarti 2 kali pertemuan lesnya akan di tunda.
Nova memikirkan alasan untuk tidak mengikuti les bimbel tersebut, di saat memikirkannya tiba tiba terdengar satu notifikasi di hp Nova, dia pun melihat ada SMS dari pesan tersebut
Muka Nova terlihat
"You mean evelina Dominika, jangan Ge er ya, Aku dapat nomor kamu dari bapak Carlos bukannya aku ingin tahu nomormu, aku cuma pingin kasi tau saja besok Sabtu dan Minggu kita libur saja aku ada acara.
Bye"
Nova menangis sangat senang "pusaka 500k aku datang......." teriak nova
__ADS_1