Dendam Pengantin

Dendam Pengantin
Awal Kehidupan Neraka ku 2 (Vita POV)


__ADS_3

Kehidupanku setelah pernikahan sangat mengerikan.


Si Biawak itu dengan sengaja membangunkan ku pada tengah malam di saat aku terlelap dengan nyaman nya, hanya untuk menyuruhku memasakannya mie instan, pada saat aku menikmati waktu santai ku dengan membaca buku atau melukis, atau melakukan hal-hal yang aku sukai dengan tidak tau dirinya dia akan menghidupkan lagu dangdut dengan sangat kencang menggunakan speaker. Kejahatan lain yang dia lakukan adalah dengan sengaja menggabungkan baju kotor miliknya ke keranjang baju kotor ku agar aku mencucikan baju-baju kotornya itu. Dan yang terparah dia tidak pernah memberiku uang sepeserpun pada ku. Suami macam apa dia?


Kali ini aku yang akan membalas semua perlakuan kurang ajarnya itu.


" weh Biawak! Sarapan!"


teriak ku dari arah dapur. Beberapa detik kemudian suara langkah kaki terdengar mendekat.


" nih, biawaknya"


Dengan tidak berdosanya dia masuk ke dapur dengan membawa seekor biawak yang masih kecil. dan melepaskannya.


" AAAAAA!!!! LO NGAPAIN BAWA SAUDARA LO KE RUMAH SIH?"


Aku naik ke atas meja makan dan berdiri diantara makanan-makanan yang baru selesai aku masak. aduh, ini masih halal di makan gak ya?


" panggil nama gue dengan benar, baru gue tangkep lagi biawaknya. lagian lo kayanya suka banget sama tuh hewan, hampir setiap hari lo manggil "biawak" gue bermaksud baik elah, beliin lo biawak biar lo senang"


Ujar Deny dengan santainya.


" BIAWAK YANG GUE MAKSUD ITU ELU YA SETAN! GUE GA MAU TAU, CEPETAN LO TANGKEP LAGI. KALAU ENGGAK GUE BAKAR YA SEMUA BAJU-BAJU LO!"


"tangkap sendiri lah, ngapain lo nyuruh gue?'


Mata gue udah mau mengalirkan air suci nya. Gue tuh takut banget sama nih hewan, kaya komodo gitu gak sih, bentuknya.


Deny bergerak dan berjalan ke arah biawak yang ada di bawah meja makan. Setelah dia mengambil biawak itu Deny pergi keluar dari dapur. Semoga dia membuang saja hewan mengerikan itu.


Aku turun dengan hati-hati agar enggak numpahin makanan yang udah susah payah aku buat untuk suami 'tencinta' ku khusus untuk nya.


" huh, cengeng"


Saat aku sudah turuh dari meja makan. Deny memasuki dapur dan memandang ku remeh.


Pandangan itu sudah terlalu sering aku dapat kan. Sejak kecil aku dan Deny sudah sering bertemu, bahkan SD,SMP, dan SMA aku selalu satu sekolah dengan nya, namun sampai saat ini aku sama sekali tidak bisa akrab dengan manusia itu. Dan pandangan meremehkan nya itu sudah ribuan kali aku dapat kan. Entah apakah dia merasa lebih hebat dari ku atau bagaimana.


" terserah. Cepat makan"


"gak"


" lah woi! gue dah masak capek-capek, lu juga dah bikin gue sport jantung dengan lu bawa masuk Biawak ke dapur. dan lo masih gak mau makan masakan gue yang udah susah payah gue masak?. Terus ini siapa yang ngabisin setan?!"


ujarku dengan marah. Namun seperti biasa, wajah nya tetap datar seperti dinding beton dan itu membuat ku kesal.


" ya.. kan lo yang masak nya. ya elo lah yang harus ngabisin, siapa suruh lo masak sebanyak itu. lagian gue mau keluar bareng pacar gue hari ini. gue makan di luar. Makan malam nya juga gue makan di luar"


setelah mengatakan itu Deny pergi dari hadapan ku.


Aku yang masih berusaha mencerna perkataanya hanya terdiam seperti orang bodoh.


Apa katanya tadi?


Keluar sama pacarnya?


Apa makan diluar bersama pacar lebih penting dari pada makan bersama istri dirumah?


Dan juga bagaimana bisa dia berkata sesantai itu.


Maksud ku bukankah itu artinya Deny selingkuh?


bagaimana bisa dia dengan terang-terangan berkata memiliki pacar kepadaku, istrinya?


bahkan dia berkata akan keluar sampai malam, berarti dia akan kencan seharian bersama pacar nya hari ini?


Apa aku boleh mengadukan ini ke Ibu?


Apa aku boleh minta cerai saja sekarang. Bagaimana bisa dia memperlakukan ku seperti ini. Apa dia tidak pernah menganggap ku sebagai istri nya?


Aku yang masih shock tidak sadar jika Deny sudah menduduki kursi makan di depanku. Menggukan pakaian kaos hitam lengan pendek dan celana warna cream selutut.


apa dia akan berkencan dengan setelan gembel seperti itu?


Namun yang dia lakukan adalah mengambil piring dan mengisinya dengan nasi.


" Gue bercanda"


katanya.

__ADS_1


"Dih. serius juga bukan masalah buat gue. Kalau lo mau kencan, kencan aja sana. Tinggal sekalian di rumah pacar lo. Biar gue gak repot ngurus lo yang selalu nyusahin gue. gue bakal bilang makasih ke pacar lo"


Dengan kesal gue duduk di kursi makan yang selalu gue duduki.


Deny hanya melihat sekilas ke arahku dan kembali memakan makanannya.


"ambilin minum dong"


"Ambil sendiri! lo punya tangan, lo punya nyawa, dan masih bisa bergerak. Jangan manja. Kalo lo ga sanggup, minta pacar lo yang ngambilin"


Mendengar jawaban ku, Deny melihat ke arah ku dengan tatapan yang aneh.


"Cemburu?'


katanya padaku dengan seringai di bibirnya.


" Kagak sudi gue cemburu!"


Aku benar-benar tidak bisa menikmati makanan ku dengan tenang karena ulah nya.


" yaudah. ngegas mulu lo dari tadi"


Tangan Deny terulur mengambil Teko berisi jus jeruk yang ada di meja makan. Aku langsung saja merebutnya dan hal itu membuat deny memandang kesal ke arah ku.


" Apa sih? gue mau minum"


Seharusnya aku membiarkan dia meminum ini agar aku bisa balas dendam, karena minuman ini sudah kucampur dengan obat pencuci perut. Hal itu akan membuatny pusing,mual dan mules. Namun aku malah mengacaukan rencana ku sendiri.


" jus gue nih! lu minum air putih"


aku berjalan ke arah kulkas dan memasukkan teko itu ke dalam kulkas, aku akan membuangnya nanti. Lalu mengambil botol berisi air putih dan memberikannya ke Deny.


"Lu mau ngeracunin gue yak?"


ucapnya dengan mata yang memicing ke arah ku.


" ga ada gunanya gue ngeracunin lo"


jawab ku, dia diam saja setelah minum dia kembali memakan makanan nya dengan tenang. Dia juga makan banyak pagi ini, karena dia menambah hingga 2 kali.


Apa di lidahnya masakanku ini enak?


Atau dia memang selalu makan sebanyak ini?


Apa dia suka dengan itu? aku akan memasak itu lagi besok.




ini sudah jam 11 malam. dan aku masih belum bisa tidur, setelah membaca manga yang paketnya baru saja tiba tadi sore, namun aku belum juga merasa ngantuk.



aku masih kepikiran tentang 'pacarnya' Deny.


Apa dia sungguh memiliki seorang pacar?


kalau dia memang memiliki nya kenapa dia mau menikah dengan ku?



ya.. walaupun pernikahan kami ini karena paksaan dari orang tua ku dan orang tua Deny. Aku penasaran, apa Deny segampang itu mau menikah dengan ku? ancaman seperti apa yang di lakukan Orang tua nya hingga dia mau menikah dengan ku?



Dulu sekali saat kami masih di Sekolah Menengah pertama. Deny memang sangat populer, bahkan di SMA juga dia masih menjadi primadona sekolah. Banyak yang mengatakan dia adalah pria yang hampir sempurna, dengan wajah tampan, tubuh tinggi ideal, pintar dan hebat di bidang olah raga maupun bela diri.



cih, bagaimana bisa biawak itu di bilang sempurna. Mereka hanya tidak tau bagaimana sifat asli nya yang sangat menyebalkan itu.



***Tring***



sebuah pesan masuk ke HP ku.

__ADS_1



'*tidur weh, dah malem. ngapain masih online jam segini*?'



pesan itu adalah dari Kakak laki-laki ku. Aku memiliki saudara yang 5 tahun lebih tua dari ku namanya Bagas Aditria. karena nama belakang nya yang mirip seperti cewek. aku suka iseng memanggil nya kak Ria.



seperti nya dia tidak sibuk. aku akan menelfon nya saja.



"halo kak Ria"



'Jangan kurang ajar kamu ya'



"hehe.. iya deh maaf"



'kenapa ga tidur, abis 'main-main' sama Deny ya...'



perkataan dari kak Bagas membuat ku kesal.



"ih, kak Bagas apaan sih. Kakak kan tau sendiri, aku tuh ga sudi sebenernya mau nikah sama dia. Kakak juga kenapa ga mau bantu aku sih bujuk mama"



'hahaha... ga boleh gitu Vita, mau sebenci apapun kamu ke Deny. dia udah jadi suami kamu sekarang. percaya aja sama pilihan mama"



"ya, tapi.. dia aja tadi bilang ke aku kalau dia punya pacar. Brengsek banget tau kak.. bilang gitu di depan aku"



'cuma bercanda kali dia'



"Dia bilang sih bercanda. Tapi kan kak... "



'kalau gitu kamu harus ambil hati nya Deny dong. Biar Deny gak bakal tertarik lagi sama wanita lain selain kamu'



aku yang awalnya berbaring, memilih untuk duduk.



"saran kakak tuh gak membantu banget tau nggak"



'kamu tuh ya... Dosa tau, ga taat sama suami'



"kok kakak jadi belain Deny sih?"



'terus kamu mau nya apa?'



"tau ah, aku mau tidur"

__ADS_1



Setelah memutuskan panggilan ku dengan kak Bagas, aku memilih untuk tidur saja.


__ADS_2