
Vita. Dia adalah cewek yang sangat menyebalkan dan jelek. Baik saat dia masih kecil sampai saat ini tidak ada yang berubah dari nya. Tidak tinggi, kulit kuning langsat, rambut coklat bergelombang pendek. Dia juga tidak terlalu pintar, di setiap pengambilan rapot dia hanya memasuki ranking 10 besar sedangkan aku selalu mendapati ranking di 3 besar di setiap semesternya. Dia juga sebenarnya sangat lemah dan juga cengeng, penakut dan tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Dia hanya berpura-pura, jika dia tidak lemah, tidak cengeng padahal dia selalu akan menangis tentang apapun.
Dia sama sekali bukan tipe ku. Aku menyukai gadis dengan rambut hitam lurus panjang, tubuh tinggi yang seksi, kulit seputih susu, dan yang terpenting pintar dan kuat.
Namun apa yang terjadi pada ku saat ini benar-benar menguji hidup ku.
Aku menikah dengan cewek lemah itu. satu-satu nya gadis yang ku benci. Bagaimana bisa Ibu dan Ayah menyuruhku menikah dengan gadis sepertinya.
Aku tau Orang tua Vita dan orang tua ku adalah sahabat lama. Tapi apakah kehidupan ku di tentukan oleh hubungan persahabatan mereka?
Aku benar-benar tidak bisa menerima ini.
Tapi ancaman Ibu terlalu membuat ku takut.
Mereka akan mengirim ku ke desa dan hidup berdua dengan kakek ku yang terkadang menyebalkan itu. Aku juga akan kehilangan mobil kesayangan ku dan pindah ke universitas yg ada di sana.
Hell Noo!!!
Sebenci-benci nya aku dengan Vita aku sangat tidak mau berada di desa dan tinggal bersama kakek ku. Memangnya apa yang bisa aku lakukakan di desa.Tidak ada Mall, tidak ada Mc'D, tidak ada tempat menyenangkan yang bisa aku lakukan didesa. Namun Ibu menjanjikan sesuatu jika aku mau menikah dengan Vita. Hal iitu membuat ku mau tidak mau harus menuruti apa yang ibu ku inginkan.
Setelah membicarakan perihal ini di rumah Vita kami sudah sepakat pernikahan itu akan diselenggarakan 3 hari lagi. cih, sial bagaimana bisa mereka sudah menyiapkan semuanya.
Kami, aku ibu dan ayah akan menginap di rumah Vita malam ini. Kami juga makan malam di sini. Yang membuat aku kaget adalah, masakan yang enak ini di buat oleh Vita. Kurasa dia tidak seburuk itu.
Satu hal yang tidak aku sangka akan terjadi padaku adalah.
Aku.Tidur.Sekamar.Dengan.Vita.
benar-benar sialan
"heh, biawak dekil. lo denger gak apa yang gue bilang?"
Apa pula itu? Biawak dekil? Bagaimana bisa dia memanggil ku seperti itu.
__ADS_1
" Gue ga boleh pakai kamar mandi lo, gue gak boleh ada di jarak 1 meter dari lo, gue gak boleh ngorok pas tidur, gak boleh ribut"
Dengan malas aku mengulangi perkataannya soal aturan yang harus aku patuhi untuk tidur di kamarnya. Walau aku tidak sudi berada di satu ruangan yang sama dengan \*\*\*\* ini.
" Bagus, awas aja kalo lo langgar. gue buang lo dari balkon"
heh,mau buang gue ke balkon katanya.
"Kaya bisa aja lo ngomong begitu"
Dia terlihat kesal, namun aku mengabaikannya. aku berjalan ke arah sofa yang ada di kamar itu dan membaringkan tubuh ku di sana. sial, ini sangat tidak nyaman, Aku tidak di beri selimut dan bantal untuk tidur. Dia benar-benar ingin menyiksa ku.
Aku sudah berusaha memejamkan mata ku namun tetap saja tidak bisa. Sofa ini benar-benar tidak nyaman dan juga sempit. Aku melihat ke arah Vita yang sudah terlelap tidur. Dia adalah tipe orang yang jika sudah tidur nyenyak maka akan sulit di bangunkan. Kurasa aku akan menunggu beberapa saat lagi.
Aku memainkan Hp ku untuk menunggu sekitar 1 jam agar memastikan Vita benar-benar tidur. Dan aku akan tidur di atas kasur miliknya.
Di ponsel ku terdapat 15 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama.
Tidak sanggup menunggu hingga 1 jam, aku dengan sangat perlahan dan tanpa membuat suara langkah kaki, mendekat ke arah Vita yang saat ini tidur dengan posisi membelakangi ku. dengan perlahan aku menyingkap selimut yang di pakai nya kemudian memasukan kaki ku dan tidur di kasur miliknya.
Ah~ ini hangat. Pria tampan seperti ku tidak pantas tidur di sofa dan kedinginan seperti tadi. Bukankah seharusnya \*\*\*\* ini yang tidur di sofa dan aku tidur di kasur?
Aku adalah tamu di rumahnya, tamu adalah raja.
Apa \*\*\*\* ini terlalu bodoh sehingga tidak mengetahui tentang itu?
Dari pada aku menyibukkan diri dengan berpikir hal-hal yang tidak penting, lebih baik aku segera tidur.
Acara pernikahan kami berjalan dengan lancar. Entah bagaimana itu bisa terjadi. 2 hari setelah nya aku dan Vita pindah ke Rumah kami yang sudah dijanjikan oleh orang tua kami.
Rumah yang mereka berikan cukup besar, 2 lantai, halaman belakang dan depan yang luas, garasi yang cukup untuk 2 sampai 3 mobil. wah ini pasti mahal.
__ADS_1
" Semuanya sudah dipindahkan ke dalam rumah pak"
ujar seorang kurir kepada ku yang bertugas mengantarkan barang-barang ku dan Vita.
"ah iya, Terimakasih"
kataku dan memberinya uang sebanyak 200 ribu sebagai upah. Walau aku yakin Orang tua kami sudah memberi kurir ini uang.
"Terimakasih pak"
"iya, sama-sama"
setelah mengatakan itu aku segera memasuki rumah yang akan aku tempati.
"Biawak, gue pilih kamar yang ini"
Ujar Vita tiba-tiba saat sudah keluar dari sebuah ruangan yang dia akui sebagai kamarnya.
"terserah"
jawabku, karena aku tidak terlalu perduli dengan itu. Selama aku tidak sekamar dengan nya itu baik-baik saja.
" Nih"
Vita menyodorkan sebuah buku jilid tipis yang di halaman pertamanya tertulis
" PERATURAN TINGGAL DI RUMAH INI"
Apa lagi ini ya Tuhan....
" di baca dan kau harus tanda tangan di halaman paling akhir"
Aku membuka halaman terakhir dan disana Vita sudah mencatumkan Tanda tangannya, yang di lengkapi materai?
"kenapa kau menggunakan matrai hah? Peraturan konyol kaya begini pakai materai segala. ngelawak lo?"
" tinggal tanda tangan aja kenapa sih"
ucap nya sewot
" heh, denger ya ****. Rumah ini di beli sama orang tua elu. dan ORANG TUA GUE. Ini bukan 100% rumah elu, jangan seenak nya. gue bukan numpang di sini."
" Karena ORANG TUA GUE juga ikut andil dalam membeli rumah ini. Gue juga punya hak dong"
Aku menghela nafas pelan dan mengambil bolpen yang di pegang oleh Vita dan mentanda tangani peraturan konyol yang dia buat.
" Terserah. Gue mau tidur"
Aku segera memasuki ruangan yang ada di samping kamar Vita. Dan di sana sudah ada kasur empuk yang siap di gunakan.
__ADS_1
Aku lelah, aku butuh istirahat dari semua masalah yang aku hadapi akhir-akhir ini.