
Tanpa ku sadari aku sudah 3 bulan lamanya menjadi seorang suami dari Vita laura. Namun aku rasa aku tidak menjalankan peran sebagai suami dengan baik. Aku lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman ku, aku juga sibuk dengan segala kegiatan kuliah ku, aku akan wisuda dalam beberapa bulan ke depan. Hal itu benar-benar menyita banyak waktu ku untuk bersantai.
ceklek
suara pintu yang di buka kemudian ditutup lagi menyita sedikit perhatianku.
Benar juga, aku tidak melihat Vita seharian ini selama dirumah, melihat jam yanng ada di dinding kamar ku sudah menunjukan pukul 16.48 WIB. Aku keluar dari kamarku dan melihat Vita yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan setelan jas. Dari mana dia?
Dia tampak diam saja dan tidak bergerak, Dada nya naik turun dengan teratur. Sepertinya dia tertidur.
Aku menghampirinya dan melihat nya yang sedang tetidur dengan raut wajah kelelahan. Perhatian ku kemudian tertuju ke berkas yang ada di atas meja tamu.
Surat melamar pekerjaan?
Bahkan setelah kekayaan yang di miliki keluarganya dia masih menginginkan untuk bekerja sebagai karyawan biasa?
Di surat itu tertera nama perusahaan PT. yang masih asing di telinga ku. Perusahaan apa ini? dan kenapa begitu jauh jarak nya dari rumah.
Namun jika Vita bekerja dan ini sampai di ketahui oleh orang tua Vita bukankah ini akan menjadi sangat gawat? gawat untuk ku.
Aku akan di cap sebagai Suami yang tidak bertanggung jawab dan tidak menafkahi istri.
Handphone milik Vita bergetar,karena penasaran aku mengecek nya dan itu adalah pesan dari pemilik perusahaan tempat Vita melamar pekerjaan. Bos mana yang akan mengirim pesan What'sapp kepada karyawannya ? Dan apa-apaan pula isi dari pesannya ini!
'Vita, besok kau bisa mulai bekerja pada jam 8 pagi, tidak perlu terlalu terburu-buru . Besok adalah hari pertama mu bekerja jadi tidak perlu terlalu disiplin..dan bagaimana jika besok kita makan siang bersama, tenang saja saya akan traktir. apa kau mau?'😊
APA-APAAN INI?
Terlalu banyak kejanggalan di pesan ini.
bukan kah jam kerja kantor itu pagi?
kenapa Vita di bolehkan masuk kerja jam 8 pagi?
apa maksudnya mengajak Vita makan bersama? apa dia tidak tau Vita adalah wanita yang sudah menikah?
dan apa pula maksud dari emot senyum itu?
menjiikan sekali.
Aku melihat foto profil dari kontak yang di beri nama oleh Vita 'BOS' itu.
dan foto lelaki gemuk yang kurasa sudah memasuki kepala 4. foto pria tua disana membuat ku kesal entah kenapa.
Bagaimana Vita bisa mau bekerja di bawah pimpinan om mesum sepertinya.
Aku menghapus pesan itu dan menghapus nomornya juga. Setelah itu aku meletakkan hpnya ke posisi semula. Aku mengambil berkas surat lamaran pekerjaan Vita dan melihat pekerjaan seperti apa yang d ambilnya.
Vita melamar menjadi bagian akuntasi Yah, kurasa itu cocok, karena Vita lumayan hebat dalam menghitung.
Aku mengembalikan barang-barang yang aku ambil ke tempat semula. Dan mata ku tertuju pada Vita yang masih asik tertidur dengan posisi duduk di Sofa. Dasar, kenapa dia tidak langsung kekamar saja dan tidur disana. Jika dia tetap tetidur di sini itu akan menyakiti tubuhnya.
Vita adalah tipe manusia yang susah sekali bangun jika dia sudah tertidur dengan nyaman.
Aku meletakkan tangan ku pada punggung dan kaki nya, aku menggendongnya dan membawa Vita kekamarnya. Setelah membaringkan Vita di tempat tidur, aku sudah akan hendak keluar dari kamarnya. Namun ada satu hal yang membuatku tertahan untuk menggerakkan kaki ku.
DI atas meja, tepatnya di samping komputernya. Dia meletakkan dua buah foto berbingkai. Aku mendekati meja itu dan duduk di Kursi yang ada di sana.
Salah satu foto itu adalah foto Perikahan kami. Tidak pernah ku sangka dia akan meletakkan foto pernikahan kami di atas meja yang aku yakin meja ini akan selalu dia duduki hampir setiap harinya.
Kupikir dia membenci hal-hal yang berhubungan dengan ku. Dia juga awalnya tidak ingin menikah dengan ku.
Namun salah satu foto yang ada disana selain foto pernikahan kami. terdapat foto Aku dan Vita saat masih SD. Tidak itu adalah foto di hari kelulusan ku dan Vita saat SD. Orang tua kami dengan antusias ingin mengabadikan momen kelulusan kami itu dengan menjadikannya sebuah foto. Hanya saja aku tidak menyangka Vita masih memiliki ini dan malah meletakkannya disini. Aku juga memiliki foto ini hanya saja disimpan oleh ibuku.
__ADS_1
Di foto ini aku dan Vita menunjukan raut kesal yang kentara sekali. Namun karena paksaan dari ibu kami masing-masing aku dan Vita berdekatan dan merangkul satu sama lain. Aku menukik kan alis ku karena kesal, dan Vita yang tersenyum terpaksa. Bisa-bisanya dia menyimpan foto lama ini di mejanya. Tanpa sadar aku tersenyum, entah tersenyum karena apa.
Aku menoleh ke arah Vita yang masih tertidur dengan lelap nya setelah aku memindahkannya dari sofa ke kasur.
" Apa gue harus cari kerja ya?"'
tanya ku pada diri sendiri namun mata ku melihat ke arah Vita seolah-olah aku bertanya kepadanya.
Aku menghela nafas dan keluar dari kamarnya.
Aku tidak ingin tertangka basah berada dikamarnya.
" Biawak, makan"
Aku yang sedang mengerjakan skripsi, kaget dengan suara Vita yang muncul dari arah pintu.
Sampai saat ini aku masih bingung kenapa dia memanggilku 'biawak'.
Dia mulai memangggilku biawak saat kami di SMA. Dulu aku sangat risih dengan panggilan itu dan akan selalu membalas ejekannya dengan aku yang memanggilnya '\*\*\*\*'. Namun sekarang aku sudah terbiasa dan tidak merasa marah ketika dia memanggilku 'biawak'.
"iya"
jawabku. Aku sangat lapar setelah mengerjakan skripsi. berdiri dari duduk ku dan berjalan keluar kamar menuju dapur. Saat sampai di dapur Vita terlihat sedang bersenandung kecil sambil menyiapkan makanan dan alat-alat makan.
Aku tidak memperdulikannya, aku masih diam beerjalan ke arah wastafel dan mencuci tangan ku sebelum makan.
ucap ku mencoba berbasa basi,, namun kata-kata kasar itu yang keluar dari mulutku. sejujurnya aku tidak bermaksud begitu, lagi pula kurasa Vita sudah terbiasa. Semoga dia tidak menganggap serius ucapan ku.
" Ya. gue lagi seneng. makanya gue masak makanan yang banyak."
jawabnya sambil cengar-cengir kaya kuda. ups
Satu-satu nya hal yang bisa membuatnya sesenang ini kurasa soal pekerjaannya itu. Ck, aku kesal.
"Sebagai bayaran karena lo makan makanan gue, besok lo harus bangunin gue kalo alarm gue bunyi. Lo harus udah bangunin gue kalo gue belum juga keluar kamar juga sampai jam setengah 6 pagi. ngerti?"
"hm" jawab ku sambil mengangguk. Aku hanya kembali memakan makanan yang telah di buat oleh Vita.
Kemampuan memasaknya benar-benar luar biasa. Ini sangat enak, tapi aku tidak mungkin akan langsung memujinya, Harga diri ku akan hilang. Aku bahkan sampai menambah beberapa kali ketika memakan masakan nya.
__ADS_1
"btw, gue kok tadi bisa ada di kamar. bukannya gue di sofa ya pas pulang tadi?"
tanya Vita
Jika aku mengatakan kepada nya jika aku lah yang menggendongnya ke kamar, nyawa ku mungkin saja tidak akan selamat. Setelah 3 bulan menikah kami bahkan hampir tidak pernah bersentuhan sama lain, karena aturan konyol yang dia buat. Jika dia tau aku menggendongnya, maka..
" Tadi ada tamu dan lo dengan gak sopannya tidur di sana. malu-maluin aja lo. mau gak mau gue bawa lo ke kamar"
Ah, aku berbohong soal tamu. Namun aku mengatakakan jika aku membawanya. Habis lah sudah uang ku untuk membayar denda padanya.
**Aturan no 24 (pelanggaran berat):" tidak boleh menyentuh sama lain. atau pihak yang di sentuh akan mengambil barang apapun yang dia mau dari yang menyentuh. termasuk uang dan barang lainnya**"
Aku tidak tau apa yang merasuki ku, aku membaca isi seluruh peraturan yang di Vita buat.
" eh ada tamu? siapa?"
Tanya Vita
"Temen gue"
Aku bohong. Tdak ada siapapun yang bertamu kerumah, Bahkan teman-teman ku tidak ada yang tahu di mana aku tinggal saat ini. Aku hanya tidak ingin mereka mengetahui jika aku sudah menikah dan wanita yang aku nikahi adalah Vita.
Aku melihat ke arah vita karena dia tidak memberi ku sebuah jawaban apapun. Dia hanya diam dan kembali memakan makanan nya. Vita memakan makanannya dengan cepat setelah selesai dia membawa piringnya ke wastafel dan segera meninggalkan dapur.
"JANGAN LUPA BESOK BANGUNKAN GUE PAGI-PAGI"
teriak Vaita dari arah kamarnya.
"IYA!"
balasku dengan teriakan juga.
walau sebenarnya aku tidak akan melakukannya. Dan dia tidak akan pergi bekerja besok.
Setelah menuunggu hingga beberapa jam. Aku dengan pelan masuk ke dalam kamarnya dan benar seperti dugaan ku, Vita sudah tertidur.
Aku berjalan ke arah jam weaker yang ada di atas meja di samping tempat tidur Vita.
setelah mengubah alarm pada jam itu aku segera pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Rencana ku sudah berhasil, Dia tidak akan bisa pergi bekerja di hari pertamanya.