Deritaku, Bahagia mu

Deritaku, Bahagia mu
Bab 19 panggilan sayang falam hati


__ADS_3

Tio duduk di gazebo atas sambil menunggu novi keluar dari musolanya, berentung banget andai saja aku bisa mendapatkan hati orang yang srlalu aku rindu, gumam tio dalam hati sambol melamun menunggu novi keluar dari musola,


Setelah selsai dengan sholat dan mengajinya novi kemudian melipat kain mukena yang sudah di pergunakan dan menyompan kembali mukena dan al quran yang sudah selsai di petgunkan dan hendak keluar dari musola, novi melihat ada seseorang yang di kenal nya srdang duduk melamun sendiri, dengan memberanikan diri novi menyapanya :


Malam om, sapa novi


Tio tidak bergeming sama sekali karena masih asyik dengan lamunannya, novi heran sampai mengkerutkan kedua alisnya, kemudian novi hendak menyentuh pundaknya tio, oooom ko asyik dengan lamunannya,


Tio kaget dan sadar dari lamunannya, dan dengan senang karena orang yang sedari tadi dia khawatirkan ada di hadapannya dan baik baik saja,


Tio : eh kamu vi ngagetin aja


Novi : ko bisa sih dari tadi melamun, terus saya panggil juga ga di sautin


TIo : ah masa sih,,,, saya kan nunggu kamu selsai sholat vi


novi :bapak mau sholat juga sampe harus nunggu saya selsai


Tio : saya bukannya mau sholat, td sholat udah di bawah vi, tapi saya nunggu kamu pasti belum makan kan?


Novi : hemm, ( novi hanya menjawab hemmm sambil tersenyum)


Tio : ayo sini duduk makan nasi goreng ini, nanti ke buru dingin ga enak ( tio sambil menarik tangan novi supaya duduk di sampingnya )

__ADS_1


Novi : ko om tau kalau saya lagi laper


Tio : ya tau lah tadi perutmu telpon ke ponselku


Novi : ah om bisa aj


Tio : ayo makan, apa mau aku suapin


novi : idih saya kan nukan baby yang harus di suapin


Tio: ya udah ayo ni nasi goreng sama cemilannya ( tio membuka bungkusan nadi goreng dan membuka cemilan fi kantong keresek yang tadi di bawanya.


novi : ya, makasih om ( novi bingung kenapa tio selalu berlebihan kepadanya)


Tio : maaf untuk apa nov???


novi : ini om bawain saya nasi goreng dan cemilan sebanyak ini


Tio : ya ga usah gitu juga kali, niasa aj ( dalam hati tio berkata ini belum seberapa sayang, aku bisa memberika yang lebih dari yang aku bawa kali ini hanya untukmu nov)


Novi : Om ga makan, malah jadi penonton


Tio : saya udah makan

__ADS_1


Novi : oh, ( novi membungkus nasi goreng yang baru saja di makan satu sendok, karena malu harus makan sendiri da diliatin tio terus)


Tio : loh ko di rapihkan nasi gorengnya


Novi : saya ga laper om


Tio : tadi bilang Laper, kenapa di rapihkan lagi vi nasgornya


novi : ga enak


tio : terus mau makan apa, kamu kan pasti lapar belum makan, apa kita cari makan yang lain yang kamu mau?


novi : ga usah, ini juga banyak, nanti malah mubazir om


tio : ya udah, kita makan nasgornya bareng bareng ya ( tio mengambil bungkusan nasi goreng yang sudah novi bungkus dan mengambil srndok untuk mencoba menyuapi novi) ayoo buka mulutnya Aaaa,,,,Aaaaa


novi : saya bisa sendiri om ( sambil memegang sendok yang di pegang tio)


tio: ayo Aaa dulu suapan pertama


novi : makasih om ( novi menerima suapan dari tangan tio)


tio : hemmm pinter anak papah tio

__ADS_1


(tio senang akhirnya novi mau makan).


__ADS_2