
Setelah berjalan 30 menit akhirnya mereka sampai di depan salon dan memarkirkan mobilnya, kemudian mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam salon, siang pak haji sapa pemilik salon kepada pak herman, siang juga jawab papah sambil tersenyum, tumben pak haji jalan jalan ada yang ngawal tanya pemilik salon, iya ini pulang antar tuan putri daftar ulang masuk SMA, jawab pak herman, kemudian papah duduk di kursi utuk bersiap siap karena mau di pitong rambutnya, masuk SMA mn pa? tanya pemilik salon, SMA **** jawab papah, wah hebat masuk sekolah favorit , jawab pemilik salon itu, bu hajinya ke mana pa? tanya pemilik salon biasa ngantor saya cuma ambil cuti se hari sekalian jalan aja sama tuan putri jawab papah.
__ADS_1
****
__ADS_1
Novi sebelumnya tidak pernah pergi bersama apa lagi jalan dengan papahnya, bajkan untuk bertemu dengan papahnua pun jarang di lakukan. hanya dapat di hitung bila berkunjung ke rumah papah nya mungkin setahun sekali novi hendak mengunjungi ke rumah papah nya yaitu apa bila memperingati idul fitri, bahkan jarang sekali meminta uang untuk keperluan sekolah atau keperlyan pribadinya, jadi jika papah nya hendak bertemu opy di rumah nenek dan memberikan rutinitas keperluan opy pada neneknya kadang papah juga menitipkan uang untuk novi, tapi banyak jarangnya menitipkan uang untuk novi hanya sesekalu kalau ingat baru menitipkan, karena di pikiran papah herman nivi tinggal dengan mamah dan papihnya yang wah, pada hal kenyataan pahit tidak seperti enak yang di bayangkan papah herman, yang sebebarnya novi tinggal dengan ibunya hanya sekedar menitipkan badan dan tidur, untuk menutupi keperluan srkolah dan pribadinya novi hendak berusaha mengumpulkan uang dengan cara membuat cemilan di wakru libur sekolah untuk di titip di warung warung dan setiap hari membawa dagangan seperti membuat bakwan, mie dan cemilan lain setiap hari di bawa dan di tengteng ke sekolah tidak memiliki gengsi sedikit pun dan Alhamdulilah semua dagangan yang hawanya srlalu habis, dan yang di titip fi warungpun kadang seminggu dua kali novi ambil uangnya dan menyimpan cemilan rutin di warung, itulah setiap hari kegiatan novi yang di lakukan dengan senang hati, walaupun terkadang bathinnya ingin menjerit dan menangis karena melihat teman teman sebayanya di lingkungan sekitar rumah tidak ada yang sesibuk seperti novi, mereka lebih banyak untuk bertemu bercengkerama dengan teman teman yang lainnya, novi hanya bisa mengusap dada dan selalu memberikan semangat sendiri.
__ADS_1
***
__ADS_1
setelah papah selsai di potong rambutnya kemudian keluar dari salon hendak menuju mall, novi berjalan sambil menggandeng dan memeluk tangan papah herman, kemudian papah mengajak novi masuk ke dalam supermarket dan mengambil troli, novi mendorong troli tersebut, neng kita mau belanja ambil apa tang novi mau sahut papah, iya pah jawab novi, novi hanya jalan berkeliling tanpa mengambil apa apa, papah herman yang berdiri di belakang nanpak bingung sambil bergumam sendiri, biasanya kalau jalan jalan dengan opy kakaknya novi setelah mendorong troly dia sibuk dan asyik mengambil apa yang dia mau, tapi novi aneh dia tidak sesibuk opy yang antusias, novi hanya mengambil coklat chukky bar dan se pak permen, papah nanya kenapa ga ambil makanan ringan jaeab papah, ita pah, papah mau makanan ringan apa awab novi, ambil aang garuda jawab papah, kemudian novi mencari kacang garuda dan dua botol minuman. Tanpa papah bertanya kemydian papah mengambil snack yang besar besar kurang lebih 5 pak, novi heran sambil mengangkat kedua alisnya dan berpikir oh mungkin papah membeli sack itu untuk adik perempuanna di rumah guan movi aam ati, kemudian papah menghampiri novi mau beli apa lagi tanya papah, sudah cukup pah jawab novi, ya udah kita ke kasir jawab papah, akhirnya novi mendorong troly menuju kasir kemudian aah membayar srmua belanjaannya di kasir.
__ADS_1